27 Apr 2012

PERUBAHAN ANATOMI DAN ADAPTASI FISIOLOGIS PADA IBU HAMIL TRIMESTER I,II,III

MATA KULIA            : ASKEB I (KEHAMILAN)
POKOK BAHASAN        : PERUBAHAN ANATOMI DAN ADAPTASI
                  FISIOLOGIS PADA IBU HAMIL TRIMESTER I,II,III
SUB POKOK BAHASAN    :  1.  Sistem reproduksi
2.    Payudara
3.    Sistem endokrin
4.    Sistem kekebalan
5.    Sistem perkemihan
6.    Sistem pencernaan
7.    Sistem muskuloskeletal
8.    Sistem Kardiovaskuler
9.    Sistem Integumen
10.    Metabolisme
11.    Berat badan dan Indeks Masa Tubuh (IMT)
12.    Darah dan Pembekuan darah
13.    Sistem Pernafasan
14.    Sistem Persyarafan
WAKTU            : 120 Menit
DOSEN            : Fanny Seleky, SST
         
OBJEKTIF PRILAKU SISWA (OPS)
 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat Menjelaskan Perubahan dan adaptasi fisiologis pada ibu hamil dengan tepat.





REFERENSI
1.    Coad,J, Dunstal,M, anatomi dan fisiologi untuk bidan,EGC, Jakarta, 2007
2.    Jones,D,L, dasar-dasar obstetric dan ginekologi,EGC, Jakarta, 2002
3.    Cunningham, obstetri William edisi 21, EGC, Jakarta, 2006
4.   
Pendahuluan
Selama 279 hari kehamilan rata-rata, fisiologi ibu mengalami perubahan nyata untuk menunjang perkembangan janin dan untuk mempersiapkan ibu menjalani persalinan dan laktasi. Perubahan dimulai pada fasu luteal siklus haid, sebelum pembuahan dan implantasi, seiring dengan dimulainya sekresi progesterone dari korpus luteum. Apabila pembuahan berhasil, kadar progesteron dan estrogen meningkat secara proresif. Bersama-sama mereka akan mengendalikan banyak perubahan fisiologis ibu selama hamil.
URAIAN MATERI
     Sistem reproduksi
1.    Uterus
Uterus mengalami peningkatan ukuran dan perubahan bentuk. Endometrium menebal menjadi desidua. Ketiga lapisan miometrium menjadi semakin jelas karena otot uterus mengalami hiperplasia (pembentukan serat baru) dan hipertrofi (peningkatan panjang dan ketebalan serat otot yang sudah ada). Seiring dengan kemajuan kehamilan, saat timbul dan kecepatan potensial aksi miometrium berubah, sedangkan sel otot meningkatkan kandungan protein kontraktil, taut celah, retikulum sarkoplasma, dan mitokondria.
Pada awal kehamilan, ismus uterus memenjang dari sekitar 7-25 mm. Dari minggu ke-32 sampai ke-34, ismus membentuk segmen bawah uterus (SBU). Sering dengan terjadinya pendataran (effecement) (pada sekitar 36 minggu), os eksternal menyatu ke SBU. Blastokista biasanya tertanam di fundus (bagian atas) uterus. Pada minggu ke-12, janin memenuhi rongga uterus dan fundus dapat dipalpasi di batas panggul. Seiring dengan membesarnya uterus selama kehamilan, konfigurasi anteversi dan antefleksi lenyap dan uterus menjadi tegak, miring, kemudian berputar ke kanan di bawah tekanan kolon desendens.
Selama kehamilan, uterus tidak pernah benar-benar ”tenang” dan selalu memperlihatkan aktivitas frekuensi rendah. Kontraksi Braxton-Hicks adalah kontraksi yang tidak nyeri yang dapat diukur sejak trimester pertama kehamilan. Kontraksi ini tidak menyebabkan dilatasi serviks, tetapi membantu sirkulasi darah ke plasenta. Kontraksi biasanya ireguler dan lemas, tidak tersinkronisasi, dan memiliki fokus multipel. Ligamentum uterus melunak dan menebal di bawah pengaruh estrogen, yang menyebabkan mobilitas dan kapasitas panggul meningkat.
2.    Serviks
Serviks melebar selama kehamilan. Estrogen meningkatkanpasokan darah ke serviks yang menyebabkan waran ungu pucat dan tekstur jaringan yan glebih lunak. Mukosa serviks berproliferasi dan kelenjar menjadi lebih kompleks dan mengeluarkan mukus kental, yang membentuk suatu sumabat atau operkulum untuk melindungi serviks dari infeksi asendens. Sumbat menempel secara lateral oleh proyeksi mukus yang menebal dimulut kelenjar penyekresi mukus. Sumbat inilah yang keluar sebgai ”show” (blodoy show) saat permulaan persalinan saat serviks mulai tertarik keatas untuk membentuk segmen bawah rahim.    
3.    Vagina
Aliran darah ke vagina meningkat yang menyebabkan jaringan vagina melunak dan lebih dapat diregang. Warna ungu pucat pada vagina dan serviks secara tradisional dikenal sebagai indikator kehamilan. Peningkatan aliran darah berarti denyut arteri uterus dapat dirasakan melalui forniks lateralis. Pembengkakan vena menyebabkan peningkatan transudasi vaskular, yang bersama dengan peningkatan produksi mukus menyebabkan peningkatan pengeluaran duh vagina. Duh vagina memiliki pH rendah (karena efek peningkatan estrogen pada flora vagina) dan berwarna putih dengan bau tidak menusuk. Estrogen juga merangsang pembelahan sel epitel vagina sehingga sel tersebut menjadi berbentuk perahu (yang seyogianya tidak dicuragai sek karsinoma). Pada awal kehamilan, korpus luteum yang mengalami hipertrofi dan panjangnya sekitar 3-5 cm, teregang dipermukaan ovarium; pada sebagian wanita, hal ini dapat dipalpasi atau, pada wanita yang menjalani pengambilan telur untuk IVF, dilihat selama pemeriksaan endoskopik. 

     Payudara
Pada minggu-minggu awal, wanita hamil sering mengalami rasa nyeri dan gatal di payudara. Setelah bulan kedua, payudara bertambah besar dan vena-vena halus menjadi kelihatan tepat dibawah kulit. Puting susu menjadi bertambah besar, berpigmen lebih gelap, dan lebih erektil. Setelah beberapa bulan pertama, cairan kental kekuning-kuningan, kolostrum, sering dapat ditekan keluar dari puting susu denanga tekanan lembut. Pada saat itu, aerola menjadi lebih lebih lebar dan berpigmen lebih gelap. Sejumlah tonjolan-tonjolan kecil tersebar diseluruh aerola yang disebut juga kelenjar Montgomery-merupakan kelenjar sebasea yang mengalami hipertrofi. Bila pertambahan ukuran payudara sangat besar, dapat timbul striasi-striasi yang serupa dengan yang ditemukan di abdomen. Yang menarik, ukuran payudara sebelum hamil tidak berhubungan dengan volume produksi ASI.    
     Sistem endokrin
Kebanyakan perubahan anatomik yang terjadi pada kehamilan disebabkan hormon-hormon yang disekresi oleh plasenta (estrogen, progesteron, dll). Namun, kelenjar endokrin lain, semasa kehamilan, mensintesis hormon dalam jumlah yang berbeda bila dibandingkan dengan keadaan tidak hamil.
Kelenjar Hipofise
Sekresi FSH dan LH menurun sampai pada tingkat yang rendah semasa hamil, sedangkan sekresi ATCH, tirotropin, hormon melanosit dan prolaktin meningkat. Kadar prolaktin, misalnya, meningkat dengan cepat sampai pada kehamilan minggu ke-30 kemudian melambat sampai genap bulan. Prolaktin mungkin merupakan suatu faktor yang , menyebabkan pnerunan FSH dan LH sampai pada level yang sangat rendah pada kehamilan minggu ke-8.
Kelenjar Adrenal
Kortikosteroid total meningkat secara progresif sampai genap bulan. Sedikit banyak, ini dapat menerangkan kecenderungan seorang wanita hamil mengalami striae abdomen, glikosuria, dan hipertensi.
Kelenjar Tiroid
Kelenjar tiroid membesar selama kehamilan, kadang-kadang sampai dua kali normal. Pembesaran ini terutama di sebabkan penumpukan koloid yang disebabkan penurunan kadar yodium di dalam plasma, akibat dari meningkatnya kemampuan ginjal semasa kehamilan untuk mengekskresikan unsur ini. Estrogen merangsang peningkatan sekresi thyroxin binding globulin. Akibatnya terjadi peningkatan kadar T3 dan T4.  Kadar yang meningkat ini tidak menunjukkan hipertiroidisme karena kadar TSH dan tiroksin bebas berada dalam batas normal. Apabila hendak melakukan tes fungsi tiroid, perubahan –perubahan ini harus dipertimbangkan.
Kelenjar Paratiroid
Pengaturan konsentrasi kalsium berkaitan erat dengan fisiologi magnesium, fosfat, hormon paratiroid, vitamin D, dan kalsitonin. Perubahan apa pun dari salah satu faktor di atas kemungkinan akan mempengaruhi yang lainnya.        
     Sistem kekebalan
Human chorionic gonadotropin dapat menurunkan respons imun wanita hamil. Selain itu, kadar IgG, IgA, dan IgM serum menurun mulai dari minggu ke 10 kehamilan, hingga mencapai kadar terendah pada minggu ke 30 dan tetap berada pada kadar ini hingga term. Perubahan –perubahan ini dapat menjelaskan penigkatan risiko infeksi yang tidak masuk akal pada wanita hamil.
     Sistem perkemihan
Perubahan-Perubahan Ginjal Pada Kehamilan Normal
Perubahan    Keterangan    Relevansi klinis
Bertambahnya ukuran ginjal    Panjang ginjal bertambah sekitar 1 cm pada pemeriksaan sinar X    Menyusutnya ukuran pada pascapartum tidak boleh diartikan sebagai kehilangan jaringan parenkim
Dilatasi pelvis, kaliks, dan ureter    Menyerupai hidronefrosis pada pemeriksaan USG atau IVP (lebih terlihat pada sebelah kanan)    Jangan diartikan sebagai uropati abstruktif; retensi urin menyebabkan kesalahan dalam pengumpulan; infeksi traktus urinarius bagian atas lebih virulen; mungkin menyebabkan sindrom distensi, pielografi elektif sebaiknya diundur sampai setidaknya 12 minggu pascapartum
Peningkatan hemodinamik ginjal     Peningkatan laju filtrasi glomerolus dan aliran plasma  ginjal sebanyak 50%     Penurunan kadar kreatinin serum nitrogen dan urea selama masa kehamilan normal; kadar kreatinin > 0,8 mg/dl (>72┬Ámol/L) sudah mencurigakan; ekskresi protein, asam amino, dan glucosa seluruhnya mengalami peningkatan
Perubahan metabolisme asam-basa    Penurunan ambang bikarbonat ginjal; progesteron menstimulasi pusat pernafasan    Kadar bikarbonat dan Pco2 serum masing-masing lebih rendah 4-5 mEq/L dan 10 mmHg sudah menggambarkan retensi CO2
Penanganan air oleh ginjal     Perubahan osmoregulasi; penurunan ambang osmotik untuk pelepasan AVP dan rasa haus; peningkatan kecepatan pembuangan horman    Osmolalitas serum menurun sebesar 10mOsm/L (Na serum  5 mEq/L) selama masa kehamilan normal; peningkatan metabolisme AVP dapat  menyebabkan diabetes insipidus transien pada kehamilan. 

Selama keamilan konsentrasi kreatinin dan ureum plasma normalnya menurun akibat meningkatnya filtrasi glomerolus untuk zat-zat ini.
Glukosaria selama kehamilan tidak selalu berarti abnormal. Peningkatan filtrasi glomerolus yang cukup besar, bersama dengan gangguan kapasitas reabsorbsi tubuler untuk glukosa yang difiltrasi, menerangkan sebagian besar kasus glukosuria.
Proteinuria normalnya tidak terjadi selama kehamilan, kecuali kadang-kadang dalam jumlah yang sangat kecil pada waktu atau segera setelah persalinan yang berat.   
     Sistem pencernaan
Progesteron merangsang nafsu makan dan rasa haus serta mempengaruhi kepekaan papil pengecap. Progesteron juga mempengaruhi otot polos usus, yang mengubah motilitas dan waktu transit. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan efisiensi penyerapan, tetapi juga dapat menimbulkan mual dan konstipasi. Penurunan tonus sfingter aesofagus bawah dapat menyebabkan refluks dan nyeri ulu hati.
Gusi dapat menjadi hiperemis dn melunak pada kehamilan serta dapat berdarah bahkan pada cedera ringan, misalnya oleh sikat gigi. Ini mungkin terjadi karena retensi cairan intraseluler yang disebabkan oleh progesteron.  
     Sistem muskuloskeletal
Lordosis progresif merupakan gambaran yang karakteristik pada kehamilan normal. Untuk mengkompensasi posisi uterus yang membesar, lordosis menggeser pusat gravitasi kebelakang pada tungkai bawah. Terdapat penigkatan mobilitas sendi sakroiliaka, sakrokoksigeal, dan sendi pubis selama kehamilan, kemungkinan hamil akibat perubahan hormonal. Mobilitas tersebut mungkin menyebabkan perubahan postur ibu, dan selanjutnya mengakibatkan rasa tidak nyaman dipunggung bagian bawah, terutama pada akhir kehamilan. Selama trimester akhir kehamilan, rasa pegal, mati rasa, dan lemah kadangkala dialami pada ekstremitas atas. Hal ini kemungkinan merupakan akibat lordosis nyata yang disertai dengan fleksi anterior leher danmerosotnya gelang bahu, yang kemudian akan menimbulkan traksi pada nervus ulnaris dan medianus.
     Sistem Kardiovaskuler
Perubahan fisiologis yang paling nyata terjadi pada sistem kardiovaskuler sebagai persiapan untuk memenuhi peningkatan kebutuhan jaringan ibu dan janin. Perubahan ini secara tidak langsung oleh hormon dan secara langsung oleh efek mekanis.
Volume Darah
Volume darah total meningkat sebesar 30-50%, lebih kepada kehamilan multipel. Peningkatan berkolerasi erat dengan berat lahir dan, karena dimulai sejak awal kehamilan, mekanisme pada perubahan dini sistem kardiovaskular ini disebabkan oleh faktor hormon. Sistem vaskular mengalami ekspansi karena progesteron merangsang vasodilatasi otot polos pembuluh darah dan estrogen merangsang angiogenesis serta peningkatan aliran darah. Aborsi spontan berulang berespons terhadap sistem vaskular yang kurang terisi dengan meningkatkan retensi natrium dan air, dengan demikian, volume darah meningkat sekitar 40 %. Ekspansi plasma lebih besar dari pada peningkatan sel darah sehingga secara keseluruhan terjadi hemodilusi (pengenceran darah).
Curah Jantung
Curah jantung meningkat pada awal kehamilan, semula akibat peningkatan kecepatan denyut jantung, yang kemudian diikuti oleh peningkatan isi sekuncup. Miokontraktilitas meningkat sepanjang kehamilan, yang sedikit banyak menyebabkan hipertrofi ventrikel. Curah jantung adalah hasil dari dua variabel : kecepatan denyut jantung dan isi sekuncup.
Tekanan Darah
Tekanan darah menurun pada awal kehamilan, mencapai minimum pada pertengahan kehamilan, kemudian kembali mendekati nilai prahamil menjelang aterm. Pada kehamilan, efek postur pada tekanan darah tampak jelas.
     Metabolisme
Metabolisme Air
Peningkatan retensi air adalah suatu perubahan fisiologis yang normal pada akhir kehamilan. Akumulasi cairan ini disebabkan oleh peningkatan tekanan vena dibagian yang lebih rendah dari uterus akibat oklusi parsial vena kava. Penurunan tekanan osmotikkoloid interstisial yang ditimbulkan olrh kehamilan normal juga cenderung menimbulkan edema pada akhir kehamilan.
Metabolisme Protein
  Produk konsepsi, sebagaimana uterus dan darah ibu, relatif kaya akan protein dari pada lemak atau karbohidrat. Saat aterm, janin dan plasenta bila digabungkan akan berberat sekitar 4 kg dan mengandung kurang lebih 500g protein, atau sekitar separuh dari pertamabahan total pada kehamilan. Balans nitrogen pada wanita hamil tampak bahwa penggunaan nitrogen yang sebenarnya hanya 25%. Oleh karena itu, kebutuhan harian asupan protein selama kehamilan meningkat cukup besar.
Metabolisme Karbohidrat
Metabolisme ibu dipengaruhi oleh perubahan sekresi hormon tiroid dan perubahan respons terhadap insulin. Pada paruh kehamilan, peningkatan kepekaan terhadap insulin mendorong pengendapan lemak ibu. Pada paruh kedua keamilan, resistensi terhadap insulin menyebabkan peningkatan kadar berbagai  substrat di plasma ibu yang meningkatkan penyaluran melalui plasenta dan pertumbuhan janin.
     Berat badan dan Indeks Masa Tubuh (IMT)
Pertambahan berat badan selama kehamilan sebagian besar diakibatkan oleh uterus dan isinya, payudara, dan peningkatan volume darah serta cairan ekstraseluler ekstravasikuler. Sebagian kecil pertambahan berat badan tersebut diakibatkan oleh perubahan metabolik yang mengakibatkan pertambahan air seluler dan penumpukan lemak dan protein baru, yang disebut cadangan ibu. Pertambahan berat badan rata-rata sebanyak 12,5 kg.
Analisis Pertambahan Berat Badan Berdasarkan Peristiwa Fisiologis
Selama Kehamilan
Jaringan dan cadangan    Kenaikan berat badan (g) kumulatif
Sampai :
    10 minggu    20 minggu    30 minggu    40 minggu (Total)
Janin     5    300    1500    3400
Plasenta     20    170    430    650
Cairan amnion    30    350    750    800
Uterus     140    320    600    970
Payudara     45    180    360    405
Darah     100    600    1300    1450
Cairan  ekstravaskuler    0    30    80    1480
Cadangan maternal (lemak)    310    2050    3480    3345
Total     650    4000    8500    12500

     Darah dan Pembekuan darah
PERUBAHAN HEMATOLOGIS PADA KEHAMILAN
    Perubahan pada kehamilan    catatan
Volume plasma    Meningkat sekitar 50% dari 2600 ml menjadi 3900 ml    Lebih besar pada kehamilan kedua dan berikutnya; berkolerasi dengan berat lahir
Massa sel darah merah    Meningkat sekitar 18 %    Meningkat lebih besar apabila ibu mendapat suplemen zat besi
Hitung neutrofil    Baik jumlah sel maupun aktivitas metabolik meningkat    Peningkatan inisial terjadi pada awal kehamilan dan serupa dengan respons terhadap stres fisiologis lain
Protein plasma    menurun    Penurunan tekanan osmotik merupakan presdiposisi edema
Faktor pembekuan    meningkat    Faktor fibrinolitik berkurang
Hitung trombosit     Sedikit turun    Koagulabilitas meningkat

     Sistem Pernafasan
Pernafasan masih diaframagtik selama kehamilan, tetapi karena pergerakan diafragma terbatas, setelah minggu ke 30, wanita hamil bernafas lebih dalam, dengan meningkatkan volume tidal dan kecepatan ventilasi, sehingga memungkinkan percampuran gas meningkat dan konsumsi oksigen meningkat 20 %. Diperkirakan efek ini disebabkan oleh meningkatnya sekresi progesteron. Keadaan tersebut dapat menyebabkan pernafasan berlebihan dan pO2 arteri lebih rendah. Pada kehamilan lanjut, kerangka iga bawah melebar keluar sedikit, dan mungkin tidak kembali ke keadaan sebelum hamil, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi wanita yang memperhatikan penampilan badannya.  
     Sistem Persyarafan
Wanita hamil sering melaporkan adanya masalah pemusatan perhatian, konsentrasi dan memori selama kehamilan dan masa nifas awal.adanya penurunan memori terkait kehamilan yang terbatas pada trimester ketiga. Penurunan ini disebabkan oleh depresi, kecemasan, kurang tidur, atau perubahan fisik lain yang dikaitkan dengan kehamilan. Penurunan memori yang diketahui hanyalah sementara dan cepat pulih setelah pelahiran. 
KESIMPULAN
Selama 279 hari kehamilan rata-rata, fisiologi ibu mengalami perubahan nyata untuk menunjang perkembangan janin dan untuk mempersiapkan ibu menjalani persalinan dan laktasi.
     Sistem reproduksi
1.    Uterus
2.    Serviks
3.    Vagina
     Payudara
Pada minggu-minggu awal, wanita hamil sering mengalami rasa nyeri dan gatal di payudara.
     Sistem endokrin
a.    Kelenjar Hipofise
b.    Kelenjar Adrenal
c.    Kelenjar Paratiroid
     Sistem kekebalan
Human chorionic gonadotropin dapat menurunkan respons imun wanita hamil. Selain itu, kadar IgG, IgA, dan IgM serum menurun mulai dari minggu ke 10 kehamilan, hingga mencapai kadar terendah pada minggu ke 30 dan tetap berada pada kadar ini hingga term.
     Sistem perkemihan
Selama keamilan konsentrasi kreatinin dan ureum plasma normalnya menurun akibat meningkatnya filtrasi glomerolus untuk zat-zat ini.
     Sistem pencernaan
Progesteron juga mempengaruhi otot polos usus, yang mengubah motilitas dan waktu transit. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan efisiensi penyerapan, tetapi juga dapat menimbulkan mual dan konstipasi. Penurunan tonus sfingter aesofagus bawah dapat menyebabkan refluks dan nyeri ulu hati.
     Sistem muskuloskeletal
Lordosis progresif merupakan gambaran yang karakteristik pada kehamilan normal. Untuk mengkompensasi posisi uterus yang membesar, lordosis menggeser pusat gravitasi kebelakang pada tungkai bawah. Terdapat penigkatan mobilitas sendi sakroiliaka, sakrokoksigeal, dan sendi pubis selama kehamilan, kemungkinan hamil akibat perubahan hormonal.
     Sistem Kardiovaskuler
Perubahan fisiologis yang paling nyata terjadi pada sistem kardiovaskuler sebagai persiapan untuk memenuhi peningkatan kebutuhan jaringan ibu dan janin. Perubahan ini secara tidak langsung oleh hormon dan secara langsung oleh efek mekanis.
a.    Volume Darah
b.    Curah Jantung
c.    Tekanan Darah
     Metabolisme
a.    Metabolisme Air
b.    Metabolisme Protein
c.    Metabolisme Karbohidrat
     Berat badan dan Indeks Masa Tubuh (IMT)
Pertambahan berat badan selama kehamilan sebagian besar diakibatkan oleh uterus dan isinya, payudara, dan peningkatan volume darah serta cairan ekstraseluler ekstravasikuler. Pertambahan berat badan rata-rata sebanyak 12,5 kg.
     Sistem Pernafasan
Pernafasan masih diaframagtik selama kehamilan, tetapi karena pergerakan diafragma terbatas, setelah minggu ke 30, wanita hamil bernafas lebih dalam, dengan meningkatkan volume tidal dan kecepatan ventilasi, sehingga memungkinkan percampuran gas meningkat dan konsumsi oksigen meningkat 20 %.
     Sistem Persyarafan
Wanita hamil sering melaporkan adanya masalah pemusatan perhatian, konsentrasi dan memori selama kehamilan dan masa nifas awal.adanya penurunan memori terkait kehamilan yang terbatas pada trimester ketiga. Penurunan ini disebabkan oleh depresi, kecemasan, kurang tidur, atau perubahan fisik lain yang dikaitkan dengan kehamilan.
LATIHAN SISWA
1.    jelaskan perubahan-perubahan yang terjadi dalam sistem reproduksi selama kehamilan
2.    Jelaskan perubahan sistem kardiovaskuler selama kehamilan
3.    Jelaskan perubahan sistem muskoloskeletal selama kehamilan.

0 comments:

Poskan Komentar