2 Mei 2012

Pengertian Teori, Model, dan Konsep Asuhan Kebidanan

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Teori, Model, dan Konsep Asuhan Kebidanan
 A. Pengertian Teori Kebidanan
    Teori adalah ide yang direncanakan dalam pikiran dan dituangkan ke dalam gambaran berupa objek tentang suatu kejadiaan atau objek yang digunakan oleh peneliti untuk menggambarkan fenomena sosial yang menarik perhatiannya. Teori berfungsi sebagai jalur logika atau penalaran yang digunakan oleh peneliti untuk menerangkan hubungan pengaruh antar fenomena  yang dikaji.
    Jadi teori kebidanan merupakan seperangkat konsep yang dapat menguraikan secara jelas tentang disiplin ilmu kebidanan.
B. Pengertian Model Kebidanan
Model adalah contoh atau peragaan untuk menggambarkan sesuatu. Sedangkan Model Kebidanan adalah atau suatu bentuk pedoman atau acuan yang merupakan kerangka kerja. seorang bidan dalam memberi asuhan kebidanan dan tidak terlepas dari teori yang mempengaruhinya.
C. Pengertian Konsep Asuhan Kebidanan
Konsep adalah penopang sebuah teori yang menjelaskan tentang suatu teori yang menjelaskan tentang suatu teori yang menjelaskan tentang suatu teori yang dapat dites dalam suatu observasi atau penelitian bersifat abstrak yang menggambarkan cirri-ciri umum sekelompok objek, peristiwa, fenomena.
Asuhan kebidanan adalah penerapan fungsi dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab bidan dalam memberi pelayanan kepada klien yang mempunyai kebutuhan masalah kesehatan ibu di masa hamil, persalinan, nifas, seletah lahir, serta keluarga berencana.






2.2 Model Konseptual Asuhan Kebidanan
    Model Konseptual kebidanan adalah tolak ukur bagi bidan dalam memberi asuhan kebidanan. Konseptual model adalah gambaran abstrak dari suatu ide yang menjadi dasar suatu disiplin. Model asuhan kebidanan yaitu kehamilan dan persalinan merupakan suatu proses kehidupan normal.
Dalam asuhan kebidanan termasuk :
1.    Memonitor kesejahteraan ibu baik fisik, psikologi maupun social dalam siklus kehamilan dan persalinan
2.    Mempersiapkan ibu dengan memberikan pendidikan, konseling, asuhan prenatal, dalam proses persalinan dan bantuan masa post partum
3.    Intervensi teknologi seminimal mungkin
4.    Mengidentifikasi dan memberikan bantuan obstetric yang dibutuhkan
5.    Ruang lingkup praktek kebidanan :
•    Menolong Persalinan
•    Konseling
•    Penyuluhan
•    Asuhan pada saat hamil, melahirkan, nifas dan BBL
•    Deteksi dini penyakit
•    Pengobatan terbatas ginekologi
•    Pertolongan gawat darurat
•    Pengawasan tumbuh kembang
•    Supervisi
Ada beberapa manfaat yang bisa didapat dengan melakukan konseling diantaranya :
•    Menurunkan / menghilangkan stress
•    Membuat diri kita merasa lebih baik, bahagia, tenang dan nyaman
•    Lebih memahami diri sendiri dan orang lain
•    Merasakan kepuasan dalam hidup
•    Mendorong perkembangan personal
•    Meningkatkan hubungan yang lebih efektif dengan orang lain
•    Memaksimalkan fungsi diri dan kehidupan kita sehari – hari
Pengantar teori dalam praktek kebidanan dituangkan dalam standar pelayanan kebidanan yang berguna dalam penerapan norma dan tingkat kinerja yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Penerapan standar pelayanan akan melindungi masyarakat karena penilaian terhadap proses dan hasil pelayanan dapat dilakukan dengan jelas. Dengan adanya standar pelayanan dapat dibandingkan dengan pelayanan yang diperoleh masyarakat akan memberikan kepercayaan yang lebih mantap terhadap pelaksana pelayan.
Masalah yang ditemukan dalam penyusunan standar pelayanan kebidanan adalah bahwa diantara apa yang telah biasa dilakukan dalam praktek kebidanan sebenarnya merupakan tindakan ritualistic yang tidak berdasarkan pada pengalaman praktek yang terbaik. Dalam standar praktek kebidanan tindakan yang bersifat ritualistic seperti melakukan episiotomi secara rutin dan memandikan bayi setelah lahir sudah tidak dianjurkan lagi. Perubahan standar pelayanan seperti inididasarkan pada pengalaman yang terbaik dari para praktisi di seluruh dunia.
Praktek kebidanan, managemen kesehatan wanita secara mandiri berfokus pada kehamilan, persalinan, nifas, asuhan BBL, KB dan kesehatan reproduksi wanita.

   

















2.3. Teori Asuhan Kebidanan menurut Ela Joy Lehrman
    Dalam menjalankan profesi kebidanan, Ela Joy Lehrman melihat makin banyaknya tugas yang dibebankan pada bidan yang harus dilaksanakan dengan penuh profesionalisme dan tanggung jawab. Dengan pandangan Ela Joy lehrmen tersebut menjadi latar belakang munculnya teori kebidanan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan. Teori lehrman ini menginginkan agar bidan dapat melihat semua aspek praktik pemberian asuhan pada wanita hamil dan memberi pertolongan persalinan.
    Lehrman menyelidiki bahwa pelayanan antenatal menunjukan perbedaan antara prosedur administrasi yang dibebankan serta manfaat antenatal dan jenis pelayanan yang diterima wanita di klinik kebidanan. Hubungan antara identifikasi faktor risiko dan keefektifan dari antenatal care terhadap hasil yang diinginkan belum terpenuhi.
    Leherman dan koleganya ingin menjelaskan perbedaan antara pengalaman seorang wanita dengan keseorangan bidan untuk mengaplikasikan konsep kebidanan dalam praktek. Tujuan dari penelitian yang dilakukan Lehrman yaitu mengidentifikasi kompenen- komponen yang saling mempengaruhi dalam praktek kebidanan.
Hasil dari penelitiannya adalah Teori yang dikemukakan oleh Lehrman mencakup 8 konsep yang penting dalam pelayanan antenatal, diantaranya:
1.    Asuhan yang berkesinambungan
2.    Keluarga sebagai pusat asuhan
3.    Pendidikan dan konseling merupakan bagian dari asuhan
4.    Tidak ada intervensi dalam asuhan
5.    Fleksibilitas dalam asuhan
6.    Keterlibatan dalam asuhan
7.    Advokasi dari klien
8.    Waktu
Pada asuhan partisipatif bidan dapat melibatkan klien dalam pengkajian, perencanaan, dan evaluasi. Pasien / klien ikut bertanggung jawab atau mengambil bagian dalam pelayanan antenatal. Dalam pemeriksaan fisik, misalnya palipasi klien akan melakukan pada tempat tertentu atau ikut mendengarkan denyut jantung. Dari ke delapan komponen yang dibuat Lehraman tersebut kemudian diuji cobakan oleh Morten pada tahun 1991 pada pasien pascapartum.



Dari hasil penerapan uji coba tersebut Morten menambahkan tiga komponen lagi pada ke delapan konsep yang dibuat oleh Lehrman yaitu:
1.    Tekhnik Terapeutik
Proses komunikasi yang sangat penting dalam komunikasi konseling secara khusus yang lebih mengutamakan konsep terapi seorang tenaga kesehatan dalam proses perkembangan dan penyembuhan pasein / klien. Terapeutik dapat dilakukan dengan menunjukkan sikap misalnya :
•    Mendengar dengan aktif
•    Mengkaji masalah
•    Klarifikasi masalah
•    Humor ( tidak bersikap kaku )
•    Sikap yang tidak menuduh
•    Jujur
•    Mengakui kesalahan
•    Pengakuaan fasilitasi ( memfasilitasi )
•    Menghargai hak klien
•    Pemberiaan izin

2.    Pemberdayaan ( Empowerment )

Suatu proses pemberiaan kekuatan dan kekuasaan. Melalui penampilan dan pendekatan bidan dapat meningkatkan kemampuan dalam mengoreksi, mengesahkan, menilai, dan memberi dukungan.

3.    Hubungan Sesama ( Lateral Relationship )

Meliputi menjalin hubungan yang baik dengaan klien, bersikap terbuka dengan klien, sejalan dengan klien sehingga antara klien dan bidan terlihat tampak akrab dan tebina hubungan saling percaya yang harmonis (misalnya, sikap empati, atau berbagi pengalaman).








2.4 Teori Asuhan Kebidanan Ernesrtine Wiedenbach
     Ernestine adalah seorang perawat kebidanan lulusan Fakultas Keperawatan Universitas Yale, yang sangat tertarik pada masalah seputar keperawatan maternitas yang terfokus pada keluarga ( Family – Centered Maternity Nursing ).
    Selain berpengalaman sebagai perawat dengan bekerja di klinik selama puluhan tahun, ia juga seorang penulis yang telah menghasilkan beberapa buku dan berpartisipasi dalam beberapa penelitian salah satunya bersama ahli filsafat bernama Dickoff. Konsep yang dihasilkan oleh Ernestine bukan hasil penelitiaan melainkan hasil pemikirannya yang dituangkan dalam bukunya Family - Centered Marternity Nursing.
    Konsep yang luas Wiedenbach yang nyata di temukan dalam keperawatan :
1.    The agent ( Perantara )
Meliputi perawat, bidan dan orang lain
Ernestine mengutarakan empat konsep yang mempengaruhi praktik keperawatan yaitu filosofi, tujuan, praktik dan seni. Filosopi yang dikemukakan adalah tentang kebutuhan ibu dan bayi yang segera mengembangkan yang lebih luas yaitu keburuhan untuk persiapan menjadi orang tua.

2.    The recipient ( Penerima )
Meliputi wanita, keluarga, masyarakat. Menurut Wiedenbach adalah untuk memenuhi kebutuhannya terhadap bantuan. Individu penerima harus dipandang sebagai seseorang yang kompeten dan mampu melakukan segalannya sendiri. Jadi perawat atau bidan memberi pertolongan hanya apabila individu tersebut mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhannya sendiri.

3.    The goal / purpose
Tujuan dari proses keperawatan adalah membantu orang yang membutuhkan bantuan. Perawat atau bidan harus bisa mengidentifikasi kebutuhan pasien yang terlihat melalui prilakunya yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu dengan memperhatika fisik, emosional dan fisiogikal. Untuk bisa mengidentifikasi kebutuhan pasien / klien, bidan atau perawat harus menggunakan mata, telinga, tangan serta pikirannya.

4.    The Means
Metode untuk mencapai tujuan asuhan kebidanan ada empat tahap yaitu
a.    Identifikasi kebutuhan klien, memerlukan keterampilan dan ide
b.    Memberikan dukugan dalam mencapai pertolongan yang dibutuhkan (ministion) 
c.    Memberikan bantuan sesuai kebutuhan ( validation )
d.    Mengkoordinasi tenaga yang ada untuk memberikan bantuaan ( coordination )
Untuk mengindentifikasi kebutuhan ini diperlukan :
•    Pengetahuan             :  untuk bisa memahami kebutuhan pasien / klien
•    Judgement (penilaian)   :  kemampuan pengambilan keputusan
•    Keterampilan            :  kemampuan perawat / bidan memenuhi kebutuhan
                                            pasien

e.     The frame work lingkungan social, organisasi  dan profesi.
      Kelima kelompok Wiedenbach dapat digambarkan dalam bagian :
•    Identifikasi
•    Mempersiapkan
•    Koordinasi
•    Validasi
Dari kelima elemen tersebut saling berhubungan, seperti yang terlihat dalam :

                                         













BAB III
KESIMPULAN
    Dalam menjalankan profesi kebidanan, diperlukan tanggung jawab dan profesionalisme yang tinggi. Untuk mewujudkannya diperlukan beberapa konsep asuhan kebidanan seperti yang telah diuraikan diantaranya : asuhan yang berkesinambungan, keluarga sebagai pusat asuhan, pendidikan dan konseling merupakan bagian dari asuhan, tidak ada intervensi dalam asuhan, fleksibilitas dalam asuhan, keterlibatan dalam asuhan, advokasi dari klien,dan waktu. Serta, di perlukannya perantara ( bidan ), penerima ( pasien/klien ), maksud dan tujuan asuhan kebidanan.
    Sehingga pemberian pelayanan dari seorang tenaga kesehatan (bidan) kepada pasien/klien terpenuhi. Setiap kebutuhan dalam bantuan pertolongan persalinan, harus diperhatikan agar tidak terjadi kesalahan pelayanan dalam asuhan kebidanan itu sendiri. Jadikan setiap pasien/klien itu keluarga kita karena dengan begitu akan terwujud hubungan yang harmonis, dan sangat membantu dalam kelancaran pelayanan kesehatan.
   
 














Daftar pustaka
http://www.google.co.id/search?hl=id&&sa=X&ei=FK8ITdHhLsWyrAeY0PjUDg&ved=0CCYQBSgA&q=teori,model,konsep+menurut+ela+joy+lehrman+ernestine&spell=1
http://dypta.wordpress.com/2009/01/21/teori-teori-yang-mempengaruhi-model-kebidanan/
http://obstetriginekologi.com/og/teori+kebidanan+ela+joy+lehrman.html
http://nurul-yulianti.blogspot.com/2009/04/konsep-kebidanan.html?zx=967e2ccfef91c045
http://books.google.co.id/books?id=uLR04keGCyUC&printsec=frontcover&dq=konsep+kebidanan+sejarah+dan+profesionalisme+oleh+atik+purwandari+A.md.keb,SKM&source=bl&ots=Oz7p6Co7-r&sig=3uetmWp8yGeaeoEyDGv9qTtbwwE&hl=id&ei=JoEJTYKBMIvqrQfPl4jVDg&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=1&ved=0CBYQ6AEwAA#v=onepage&q=konsep%20kebidanan%20sejarah%20dan%20profesionalisme%20oleh%20atik%20purwandari%20A.md.keb%2CSKM&f=false
http://bidanku.blogspot.com/2008/11/buku-konsep-kebidanan.html
http://episentrum.com/layanan/konseling/#more-19
http://infomediakita.blogspot.com/2010/04/makalah-kebidanan.html
Arsinah, dkk. (2010). Konsep Kebidanan. Banjarnegara: Graha ilmu
Soepardan, Dra. Hj Suryani. (2006). Konsep Kebidanan.Bandung: Buku Kedokteran EGC.

0 comments:

Poskan Komentar