9 Mei 2011

Etika dan moral dalam pelayanan keperawatan secara profesional

Etika dan moral dalam pelayanan keperawatan secara profesional

            Kata etika berasal dari kata yunani, yaitu Ethos yang berhubungan dengan pertimbangan pembuat keputusan, benar atau tidaknya suatu perbuaAtan karena tidak ada UU atau peraturan yang menegaskan hal yang harus dilakukan. Etika berbagai profesi digariskan dalam bentuk kode etik yang bersumber dari martabat dan hak manusia (yang memiliki sikap menerima) dan kepercayaan dari profesi. Profesi menyusun kode eitk berdasarkan penghormatan atas nilai dan situasi individu yang dilayani.
            Etika punya arti yang berbeda-beda jika dilihat dari sudut pandang pengguna yang berbeda dari istilah itu. Bagi ahli falsafah, etika adalah ilmu atau kajian formal tentang moralitas. Moralitas adalah ha-hal yang menyangkut moral, dan moral adalah sistem tentang motivasi, perilaku dan perbuatan manusia yang dianggap baik atau buruk.
             Moral berasal dari bahasa latin ‘mores‘. Mores berasal dari  kata ‘mos’ yang berarti kesusilaan,tabi’at atau kelakuan. Moral adalah ajaran kesusilaan. Moralitas adalah tradisi kepercayaan dalam agama atau kebudayaan,tentang perilaku yang baik dan buruk.
             Moral pada praktek keperawatan berarti perawat bisa memberikan jawaban bagaimana mereka meningkatkan, melindungi dan memenuhi kebutuhan kesehatan sambil menghormati hak individu dalam menentukan pelayanan kesehatan sendiri. Dalam keperawatan kesehatan masyarakat dimana penekanan yang terbesar atas kelompok besar dan bukan atas individu klien akuntabilitas moral berarti bisa di jawab bagaimana kesehatan dari orang banyak, bagaimana ditingkatkannya dilindungi dan di penuhi kebutuhannya.
Tujuan etika dan moral
      Mengenal dan mengidentifikasi unsur  moral dan praktik keperawatan
      Membentuk strategi/cara dan menganalisis masalah moral  yang  terjadi dalam peraktik keperawatan
      Menghubungkan prinsif /moral yang baik dan dapat di pertanggungjawabkan terhadap diri sendiri ,keluarga,masyarakat,dan kepada Tuhan ,sesuai kepercayaannya
                Etika Aristoteles seringkali disebut teleologis atau terarah pada tujuan. Menurut Aristoteles, segala sesuatu mempunyai maksud atau tujuan. Sebilah pisau, misalnya, mempunyai tujuan untuk memotong. Sebilah pisau yang baik itu baik untuk memotong berbagai benda, dan oleh karena itu pisau harus tajam. Demikian pula, orang mempunyai tujuan. Orang harus melakukan segala sesuatu untuk menolong mereka mencapai maksud atau tujuan tersebut: hal-hal yang ada untuk kebaikan mereka.
Macam-macam etika
      Etika Deskritif
      Etika normatif,etika normatif di bagi menjadi 2 yaitu:
-norma khusus : aturan yang brlaku dalam bidang kegiatan atau kehidupan yang khusus, misalnya: aturan bermain dalam olahraga, aturan pengunjung pasien.
-norma umum : mempunyai sifat yang lebih umum dan universal.
Norma umum ada 3 macam:
1.      Norma sopan santun
Adalah norma yang melangatur pola tingkahlaku dan sikap lahiriah, misalnya: tatacara bertamu,duduk,makan,minum,tatacara berbicara .
2.      Norma hukum
Adalah norma yang dituntut dan tegas oleh masyarakat. Karena dianggap perlu demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Norma hukum tegas dan pasti, karena dijamin oleh hukuman terhadap para pelanggarnya.
3.      Norma moral
Adalah aturan mengenai sikap dan tingkahlaku manusia sebagai manusia. Norma moral mengacu pada baik atau buruknya manusia sebagai manusia.
Prinsip dasar etika keperawatan profesional
§  Advokasi
§  Tanggung jawab
§  Akuntabilitas
§  Kerahasiaan


Konsep moral dalam praktik keperawatan
          Praktik keperawatan termasuk etika keperawatan mempunyai dasar penting sebagai advokasi, akuntabilitas, loyalitas, kepedulian, rasa haru dan menghormati martabat manusia. Dalam standar praktik keperawatan dan telah menjadi bahan kajian dalam waktu lama adalah advokasi, akuntabilitas dan loyalitas. Advokasi sering digunakan dalam konteks hukum yang berkaitan dengan upaya melindungi hak-hak manusia bagi mereka yang tidak mampu membela diri. Arti advokasi menurut ikatan perawat Amerika (1985) adalah melindungi klien atau masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dan keselamatan praktik tidak sah yang tidak kompeten dan melanggar etika yang dilakukan oleh siapapun.
Pentingnya etika dan moral sebagai landasan dalam pengambilan keputusan dan pemberian asuhan pelayanan
           
             Bagi sosiolog, etika adalah adat, kebiasaan dan perilaku orang-orang dari lingkungan budaya tertentu. Bagi praktisi profesional termasuk dokter dan tenaga kesehatan lainnya etika berarti kewajiban dan tanggung jawab memenuhi harapan (ekspekatasi) profesi dan masyarakat, serta bertindak dengan cara-cara yang profesional, etika adalah salah satu kaidah yang menjaga terjalinnya interaksi antara pemberi dan penerima jasa profesi secara wajar, jujur, adil, profesional dan terhormat.
             Bagi eksekutif puncak rumah sakit, etika seharusnya berarti kewajiban dan tanggung jawab khusus terhadap pasien dan klien lain, terhadap organisasi dan staff, terhadap diri sendiri dan profesi, terhadap pemerintah dan pada tingkat akhir walaupun tidak langsung terhadap masyarakat. Kriteria wajar, jujur, adil, profesional dan terhormat tentu berlaku juga untuk eksekutif lain di rumah sakit.
Baik buruknya etika seseorang dapat dipengaruhi oleh 4 faktor atau pengaruh, yaitu :
§  Pengaruh  kebiasaan
Suatu kebiasaan yang sudah mempola dibentuk oleh lingkungan hidup, oleh kebutuhan ataupun oleh kehendak meniru, mengikuti dan biasanya sulit diubah.

§  Pengaruh pendidikan
Prinsip pendidikan adalah membina mental seseorang itu semakin baik, dalam arti menjadikan seseorang itu lebih cerdas, lebih bermoral, tegasnya lebih maju daripada sebelumnya.
Pendidikan yang baik tercermin pada sikap, cara berfikir, cara berbicara, dan pada sikap yang baik.
Pendidikan sebenarnya tidak hanya menata pakaian lahir, terutama pakaian jiwa (Budi Pekerti).
§  Pengaruh agama
Ajaran pendidikan agama, menurut paham sebagian orang menjadikan orang bermental “kyai”. Pada hakikatnya seseorang yang bergelar kyai ahli dalam agama islam sebenarnya adalah orang yang cukup mengerti masalah – masalah dunia, dan cukup paham keadaan yang akan dihadapi sesudah kehidupan dunia ini.
Pengaruh agama itu, bila yang dimaksud disini agama islam dengan sendirinya membina 2 sektor pada diri seseorang, yaitu membina budinya, dan membina otaknya.
§  Pengaruh kesadaran jiwa
Kesadaran jiwa itu timbulnya adalah sebagai akibat atau hasil dari pengalaman, pertimbangan akal/ pikiran dan dikuatkan oleh kemauan.
Berkaitan dengan etika dan moral, terdapat pula istilah etiket yang merupakan cara/ aturan yang sopan dalam berhubungan sosial. Sedangkan etiket professional berarti prilaku yang diharapkan bagi setiap anggota profesi untuk bertindak dengan kapasitas profesionalnya.
Nilai-nilai dasar dan moral dalam praktek klinis keperawatan
Nilai-nilai (values) adalah suatu keyakinan seseorang tentang penghargaan terhadap suatu standar atau pegangan yang mengarah pada sikap prilaku seseorang sistem nilai-nilai yang dianggap penting dan sering di artikan sebagai perilaku personal.
Pembentukan nilai
Perkembangan nilai di mulai sejak masa kanak-kanak,di bentuk oleh pengalaman dalam keluarga.variasai dalam pola pengasuhan anak menimbulkan variasi pada nilai dan perilaku saat anak-anak sedang tumbuh. Dorongan dasar untuk mencintai,merawat,melindungi anak memiliki berbagai bentuk ekspresi pada berbagai budaya di dunia.
Nilai-nilai esensial dalam praktek kepera-watan profesional
      Aesthetics ( keindahan )
      Altruism ( mengutamakan orang lain )
      Equality ( kesetaraan : hak/status yang sama termasuk penerimaan dengan sifat asertif, kejujuran, harga diri dan toleransi)
      Freedom ( kebebasan )
      Human dignity ( martabat manusia )
      Justice (keadilan)
      Truth (kebenaran)
Daftar pustaka

0 comments:

Poskan Komentar