AL QUR'AN

"Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat." (Al Qur'an, 6:155)

NURSING

Kemampuan seorang perawat dalam pemberian terapi pengobatan pada pasien ternyata tak kalah dengan dokter. Hal tersebut tentu sangat bermanfaat, terutama dalam kondisi keterbatasan tenaga dokter.

BISNIS KAOS

Kami melayani pemesanan kaos couple, kelas, angkatan, ataupun komunitas. , Harga cuman 60 ribu/Kaos, Pemesanan bisa sms 085721265252 FB : http://www.facebook.com/pages/Bisnis-Kaos/318312428215504 e-mail : the_slettinkdoll@yahoo.co.id.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

4 Mei 2012

KIAT UNTUK MENGHADAPI KEGAGALAN

KIAT UNTUK MENGHADAPI KEGAGALAN


Calon wirausahawan harus siap gagal. Fahamilah makna kegagalan. Tanpa faham filosofi itu, jangan berpikir mau mengambil jalan menjadi wirausaha. Alasannya, ada yang sukses dalam usahanya, ada yang belum berhasil. Pengusaha mengetahui bahwa ”kegagalan” bukan akhir permainan dan tidak boleh takut mengalaminya. Ia menyadari dengan keberanian, bahwa bisa saja mengatasi sesuatu yang tidak mungkin untuk berhasil.
Menghadapi risiko, adalah gabungan kerja keras, kecerdikan, kehati-hatian, kecermatan  membaca peluang dan kesiapan menghadapi kegagalan maupun keberhasilan.  Happy ending sebuah ikhtiar adalah keberhasilan. Ini dicapai, tentu setelah melewati keberhasilan demi keberhasilan kecil, seperti keberhasilan menyingkirkan kesulitan dan bahaya. Proses ini dibangun dari kesungguhan melahirkan segenap potensi diri seorang wirausahawan. Dengan begitu, ia mengubah “kekalahan menjadi kemenangan”, sebuah proses yang kecil peluang pencapaiannya tanpa kesiapan mental menghadapi kegagalan. Kalau Anda termasuk yang tidak siap gagal, lebih baik jangan meniti jalan ini. Bahkan, mengimpikannya saja, jangan!
Setiap kegagalan adalah pelajaran yang mendorong pengusaha untuk mencoba pendekatan baru yang belum pemah dicoba sebelumnya. Bagi pengusaha sejati, “Berani Gagal” berarti “Berani Belajar”. Dengan gagal dan dengan belajar, pengusaha bertumbuh menjadi orang yang lebih baik dan belajar bagaimana menciptakan kekayaan sejati. Walaupun pengusaha kehilangan kekayaan materi yang telah mereka peroleh, mereka tahu bagaimana menciptakan semua kekayaan itu lagi. Pelajarannya tidak pemah hilang. Sebaliknya, mereka yang tidak pemah mengalami perjalanan yang sulit dan menemukan kekayaan dengan mudah, tidak akan tahu bagaimana menciptakan kekayaan ketika mereka kehilangan. Dengan kata lain, mereka yang tidak gagal tak akan tahu kekayaan sejati.
Gemerlap materi, pada komunitas bahkan kehidupan sosial yang serba benda (materialistis), lebih banyak memperoleh penilaian tinggi. Sebaliknya, siapa pun mengalami kegagalan, sudah mendapat stempel sosial sebagai manusia yang kehilangan harga. The looser dunia usaha, sering menjadi figur yang menghadapi titik balik sikap sosial terhadapnya. Dulu, saat masih jaya, ia banyak rekan dan kolega, setelah gagal dalam usahanya, hampir semua rekan dan kolega yang dulu mendukungnya, menebar senyum ramahnya, bahkan mengajak bermitra, hilang sudah! Akibat cara pandang seperti ini, banyak wirausahawan yang traumatik terhadap kegagalan. Ini, “awal kematian” benih-benih kewirausahaan. Semua pihak harus mengubah sikapnya: doronglah  masyarakat menjadi pihak yang turut membangun keberanian banyak orang untuk respek terhadap ikhtiar orang meraih keberhasilan dalam bisnis. Gagal atau keberhasilan, bukan menjadi satu-satunya alasan menghargai atau meremehkan wirausahawan. Tentu, sembari tetap mentransfer sikap-sikap arif, bahwa dalam setiap kegagalan selalu ada pelajaran berharga. Seorang bijak berkata,”sukses hanyalah pijakan terakhir dari tangga kegagalan.”


Kita perlu menggalakkan orang untuk berani mengambil resiko. Hal ini membutuhkan pola pikir yang sangat berbeda. Untuk kita, itu berarti mengabaikan peraturan yang telah berlaku baik selama 30 tahun lebih.

Lee Kuan Yew, mantan PM Singapura
Yang Diperlukan Untuk Menghadapi Kegagalan

Ada banyak pembahasan tentang tips menghadapi kesuksesan. Tetapi bagi kami, sama pentingnya, menyiapkan sejumlah hal untuk menghadapi kegagalan! Billy P.S. Lim, motivator kelas dunia yang berbasis di Malaysia, pernah menanyakan kepada peserta trainingnya tentang satu masalah menarik. ”Mengapa orang akan tenggelam apabila jatuh ke dalam air?”
Berbagai jawaban diberikan tetapi yang paling sering ialah ”Dia tak dapat berenang.” Yang hadir heran, karena Lim menyalahkan jawaban itu. Yang hadir mengira, Lim bercanda. Untuk menyakinkan mereka, Lim memberi contoh kejadian orang tenggelam di air sedalam tiga inci. Akhirnya, ia memberitahu jawabannya, yang  akan ia berikan kepada Anda sekarang. Kami kutip pendapat Lim: ”Orang tenggelam karena dia menetap disitu dan tidak menggerakkan dirinya ke tempat lain.”
So? Berapa kali orang jatuh tak jadi soal. Yang penting kemampuannya untuk bangkit kembali setiap kali jatuh.


Ukurannya, Bangkit Lagi
  
Jangan ukur seseorang dengan menghitung berapa kali dia jatuh, ukurlah ia dengan beberapa kali dia sanggup bangkit kembali. Seseorang yang mampu bangkit kembali setelah jatuh, tidak akan putus asa. Menyedihkan, mendengar bahwa banyak orang seperti mereka, setelah sekali dua kali gagal, memilih untuk menetap di situ dan akhirnya mati sebagai orang yang sebenar-benarnya gagal, tersungkur, dan tidak bangkit lagi.
Apakah kualitas diri kita akan membantu bangkit kembali setelah kita terjatuh? Kualitas diri sendiri adalah sesuatu yang mesti saya sebutkan, karena kalau tidak, makna buku ini tidak sempuma.


”Tidak ada apapun di dunia ini yang bisa menggantikannya. Bakatpun tidak; Banyak sekali orang berbakat yang tidak sukses. Kejeniusanpun tidak; Jenius yang tidak sukses sudah hampir menjadi olok-olokan. Pendidikanpun tidak; dunia ini penuh dengan orang terpelajar. Hanya kemauan dan ketabahan saja yang paling ampuh.”

Ya, ketabahan, yakni kemampuan bangkit kembali untuk kesekian kalinya setelah terjatuh. Dalam benturan antara sungai dan batu, air sungai senantiasa menang  bukan dengan kekuatan tapi dengan ketabahan. Seberapa jauh Anda jatuh tidak menjadi masalah, tetapi yang penting seberapa sering Anda bangkit kembali.
Apabila Anda dapat terus mencoba setelah tiga kegagalan, Anda dapat mempertimbangkan diri untuk menjadi pemimpin dalam pekerjaan Anda sekarang. Jika Anda terus mencoba setelah mengalami belasan kegagalan, ini berarti benih kejeniusan sedang tumbuh dalam diri Anda. Seperti Thomas Alfa Edison, saat ditanya, bagaimana ia bisa bertahan setelah ribuan kali gagal? Penemu bola lampu dan pendiri perusahaan kelas dunia, General Electric ini menjawab,

”Saya tidak gagal, tetapi menemukan 9994 cara yang salah dan hanya satu cara yang berhasil. Saya pasti akan sukses karena telah kehabisan percobaan yang gagal.”

Sungai Colorado mengalir tabah terus-menerus, melahirkan Grand Canyon. Charles Goodyear yang tekun, membuahkan ban yang memungkinkan kendaraaan melaju kencang. Tabahnya Wright bersaudara membuahkan pesawat terbang. Bethoven, mengisi dunia dengan musik inspiratif, John Milton membuahkan karya puisi indah yang menyejukkan hati, perempuan tuna netra yang tegar Helen Keller, memberikan harapan kepada semua orang cacat, ketabahan Abraham Lincoln membuatnya terpilih menjadi presiden. Dan, tentu, Thomas Alfa Edison, memberi kita cahaya listrik. Kesuksesan tergantung pada kekuatan untuk bertahan. Kurang tabah merupakan salah satu alasan orang gagal dalam bisnis, politik, dan kehidupan pribadi.

Setiap orang sukses menyatakan bahwa kesuksesan hanya berada di luar ketika mereka yakin idenya akan berhasil.”
Dr. Napoleon Hill



Menarik Hikmah, Jangan Menyerah

Anda tumbuh menjadi semakin dewasa dan bijaksana. Dulu Anda menanggung kegagalan secara pribadi. Ketika kulit Anda mulai berkerut sejalan dengan perjalanan usia, Anda cenderung belajar dari kesalahan - kesalahan Anda
Cheong Chonng Kong

Secara sederhana, kegagalan adalah situasi tak terduga yang menuntut transformasi dalam sesuatu yang positif. Jangan lupa bahwa Amerika Serikat merupakan hasil dari kegagalan total. Karena Columbus sebenarnya ingin mencari jalan ke Asia.
Eugenio Barba.


Mengantisipasi bencana sejak dini, karakteristik seorang entrepreneur. Jangan biarkan kebanggaan dan sentimen mempengaruhi keputusan-keputusan Anda. Sebuah gagasan gagal, adalah pelajaran ada saat untuk bangkit kembali untuk mengejar target-target Anda berikutnya.


Babe Ruth, pemain baseball terkenal, tidak hanya mencetak 714 home run, namun dia juga pernah luput (strike out) 1330 kali.

Ray Meyer, pelatih bola basket legendaris di DePaul University telah memimpin timnya memenangkan 37 musim, kompetisi. Saat timnya kalah, setelah kemenangannya yang ke-29, dia ditanya bagaimana perasaannya. “Luar biasa!” katanya. “Sekarang kami dapat mengkonsentrasikan diri bagaimana memenangkan permainan daripada memikirkan kekalahan ini.”
Kegagalan, jangan biarkan sebagai sesuatu yang final. Entrepreneur sejati, memandang  kegagalan sebagai awal, batu loncatan untuk memperbaharui kinerja bisnis mereka di masa mendatang. Pemimpin tidak menghabiskan waktunya memikirkan kegagalan.
Untuk memicu kesiapan mental Anda, kita belajar dari cerita tentang seorang eksekutif IBM yang memiliki prospek cerah. Ia baru saja melakukan kesalahan transaksi yang merugikan perusahaan jutaan dollar. Thomas J. Watson, pendiri IBM, memanggil eksekutif muda itu ke kantornya. Spontan eksekutif itu berkata.


“Saya tahu Anda pasti meminta saya mengundurkan diri, bukan?”
”Anda tidak perlu cemas. Kami baru saja mengeluarkan jutaan dolar untuk mendidik Anda!” Begitu jawab Watson.

***
Perusahaan seperti milik kami harus menciptakan suasana di mana orang-orang tidak takut mengalami kegagalan. Ini berarti kami menciptakan sebuah organisasi dimana kegagalan tidak hanya ditoleri tetapi ketakutan dikritik karena menyampaikan gagasan bodoh juga dihilangkan. Jika tidak, maka banyak orang yang merasa cemas dan tidak nyaman. Dan gagasan-gagasan brilian yang sangat potensial tak akan pemah terucapkan dan tak akan pemah terdengar. Kegagalan masih bisa ditolerir selama itu tidak menjadi kebiasaan.
        Michael Eisner, Walt Disney Corp.

Jadi? Ya, gagal bukan kiamat bisnis, tapi jangan kelewatan. Apalagi menjadi “kebiasaan”. Kerjakan yang mampu dilakukan, semakin terbatas sumber dana, Anda patut semakin bijaksana. fahami, kapan harus meminimalisasi kerugian. 

Bila Jatuh, Cepatlah Bangkit

Di dunia kerja, yang disebut masalah sesungguhnya adalah kesempatan yang menunggu, dipungut.
Henry J. Kaiser


”Bagi saya pribadi, krisis Asia telah berakhir pada saat dimulainya persaingan untuk mendapatkan hotel Regent Bangkok pada bulan Maret  1999. Setelah melewati masa-masa sulit selama dua tahun sebelumnya, mendadak saya memutuskan mengikuti lomba balap Ferari di Perancis serta bersaing di ring dengan Goldman Sachs Co., salah satu bank investasi terbesar dunia.”
William E. Heinecke, konglomerat Thailand
Pembaca, saat banyak konglomerat bangkrut dan bank-bank mengalami kegagalan di Thailand, tujuh hotel milik Heinecke, restoran siap saji dan perusahaan lainnya terus berusaha keras keluar dari krisis serta berusaha mendulang keuntungan di tahun 1998. Meskipun banyak analis meramalkan tentang pertumbuhan ekonomi pada tahun 1999 dan menguji Baht Thailand, tidak banyak perusahaan yang bisa menandingi kemampuan kerja kelompok bisnis Heinceke.
Fantastis, hotel Heinecke mengalami kenaikan 24%, 246 restoran kelompok bisnisnya menarik lebih dari tak kurang dari lima juta pelanggan! Pada tahun 1997 kelompok perusahaan Heineke mengalami kerugian 1 milyar baht, tetapi setahun kemudian tiga perusahaannya yang telah go public, mendapatkan keuntungan bersih 500 juta baht, pada triwulan pertama tahun 1999, keuntungannya lebih banyak lagi.
Belum yakin, kegagalan, hanyalah sebuah tikungan tajam yang menuntut ”kendaraan” usaha, sedikit mengurangi kecepatan, lalu di depan, begitu melihat ”jalan mulus peluang”, Anda bisa menebusnya dengan kecepatan yang lebih tinggi. Bisnis Heinecke di Thailand, saat ini benar-benar telah pulih.
Regent Bangkok, salah satu hotel terbesar di Asia, tingkat huniannya tetap tinggi. Saat itu, Regent di bawah kontrol beberapa perusahaan yang sedang mengalami kesulitan keuangan dan manajerial seperti halnya perusahaan-perusahaan lainnya di Thailand sehingga mereka berusaha untuk menjual saham Regent. Regent dimiliki oleh Rajadamri Hotel Company yang kemudian 32% sahamnya dimiliki oleh sebuah perusahaan Jepang yang telah bangkrut yang diwakili oleh sebuah bank Jepang yang cukup besar.
Masih ada lagi faktor lain yang lebih penting. Rajadamri Hotel Company juga memiliki 26% saham hotel bintang lima milik Heinecke, di Thailand Utara, Regent Chiang Mai. Heineke enggan menjualnya pada orang asing karena ia tak ingin ada orang asing menguasai tanah keramat itu. Bagi Heinecke, ikut ambil bagian dalam kepemilikan saham Regent Bangkok yang dijual pada awal tahun 1999 merupakan tindakan yang tepat, setelah sebelumnya ia sudah memiliki saham Regent hampir 29%.
Apa kata Heineke tentang pelintasan bisnisnya yang penuh tikungan di masa krisis ini?

“Ini adalah persaingan dimana saya harus mengeluarkan segala strategi dan kemampuan yang telah saya pelajari : mempercayai intuisi, menggunakan jaringan kerja kontrak yang mapan, menggunakan sejumlah pakar dan merencanakan strategi-strategi dalam situasi yang selalu berubah cepat jika diperhatikan, persaingan ini merupakan mikrokosmos semua strategi. Saya berusaha menguji kemampuan saya dengan lawan-lawan yang benar-benar tangguh. Goldman Sachs, salah satu grup investasi terkuat di dunia ini, merupakan pemegang saham individu terbesar Regent Bangkok, tapi itu tidak berarti bahwa mereka bisa berbuat sesuka hatinya. Saya kira bagi seorang yang tidak lulus perguruan tinggi, hasil seperti ini sudah cukup memuaskan”.



Bila Semuanya Gagal

Tekun, mengerahkan segenap daya, dan masih gagal juga. Apa yang harus kita lakukan?


Saat gagal menimpa, kendati lelah dan kecewa berat, jangan matikan energi kreatif Anda. Tetaplah berpikir kreatif. Sempurnakan produk yang ada, atau hasilkan produk baru atau usaha baru yang mungkin belum terpikirkan.
Jangan terpaku pada karier dan keterampilan yang dimiliki, yang terlalu lama bersandar pada lingkungan di mana kita dibesarkan atau selama ini bergulat. Kadang kala apabila seseorang gagal setelah berusaha dengan tabah dan mengerahkan sepenuh tenaga untuk sekian lama, mungkin tiba saatnya ia mengkaji kembali bidang yang digeluti dan menilai apakah ia mampu untuk mendapatkan apa yang dinginkannya di bidang tersebut.
Banyak cara untuk mencapai  tujuan hidup. Sebagian lebih cepat atau lebih lambat daripada yang lain. Sebagian kurang berisiko tetapi lebih lambat daripada yang lain.
Saran kami, janganlah terlalu kaku mengatakan bahwa Anda tidak bisa berubah. Kami sendiri, kerap berubah seiring dengan perkembangan in put dan stimulasi kondisi di sekitar kami. Tanpa itu, bagaimana mungkin kami menyusun sebuah buku, memberi pencerahan bagi banyak orang?
Kadang kala dalam kehidupan kita terpaksa menekuni bidang usaha yang berlainan dan kita mesti menyesuaikan segala  keterampilan dan bakat yang tidak kita peroleh dari bidang-bidang usaha di masa lalu. Lalu? Salurkan kekuatan itu di bidang usaha yang baru. Mungkin, kita dipaksa mempelajari keterampilan baru, sebagai konsekuensi menghadapi tantangan serba-baru itu.
Pernahkah Anda bertanya bagaimana orang Jepang bangkit kembali dari kehancuran PD II untuk menjadi pengusaha ekonomi yang unggul saat ini? Dulu, produk Jepang sempat dinilai murahan, tidak berkualitas, dan stigma jelek lainnya. Tapi sekarang, sulit bagi kita untuk hidup tanpa barang-barang buatan Jepang di dalam rumah kita. Ini tidak hanya berlaku di Negara kita saja, tetapi bahkan di seluruh dunia.
Orang-orang Jepang tidak menciptakan mobil. Tidak juga kamera, kulkas, televisi, AC, mesin cuci, penghisap debu, film atau system perangkat audio berkualitas tinggi. Mereka tidak menciptakan banyak benda. padahal yang mereka lakukan ”hanyalah” meniru.
Hakikat :peniruan ala Jepang”, sarat pesan penting bagi calon entrepeneur. Di sana ada proses penyempumaan  tanpa kenal lelah, sampai akhirnya ”tiruannya” lebih baik dari aslinya! Mereka menggunakan ”kreativitas” untuk menyempumakan barang yang sudah ada. Tak ada yang membantah, Jepang meraih suksesnya. Kultur entrepreneurship tumbuh subur di sana, menyebar menguasai dunia.
Jika Anda menyadari bahwa Anda tidak berhasil mencapai tujuan Anda pada suatu pekerjaan di mana Anda telah dilatih untuk melakukannya, latihlah atau lengkapi diri Anda dengan pekerjaan yang memberi peluang meraih yang lebih baik di masa depan. Janganlah gantungkan diri Anda pada satu keterampilan saja. Sebagai manusia, Tuhan memberi kita kemampuan untuk mempelajari keterampilan baru dan menerjuni bidang usaha lain. Jangan ”hidup-mati” Anda gantungkan pada satu bidang saja. Orang lain bisa sukses. Anda tentu juga bisa. hanya saja, ada yang lekas tercapai, ada yang masih berliku.

”Jangan malu karena gagal, …seperti Christopher Colombus.”

”Ketahuilah apa yang akan Anda lakukan, lakukanlah dan jangan menunda kembali. Jika Anda membuat kesalahan, buatlah kesalahan yang hebat. Seperti orang yang sampai di persimpangan jalan dan bertanya,”Arah manakah yang perlu saya tuju, arah sana atau sini?” Pergi saja! Pilih satu arah dan pergilah. Unsur masa itu pasti ada. Segala sesuatu mempunyai waktu dan tempat yang wajar.”
Gum Rutt

Tengok kiri-kanan Anda. Produk Cina, membanjiri negeri ini. Bayangkan, seperti apa sepuluh atau duapuluh tahun yang akan datang? Akankah ini kita terima sebagai ”keharusan ekonomi”? Tidakkah Anda mulai berpikir hal yang sebaliknya? Anda bisa!

KEBERHASILAN USAHA


KEBERHASILAN USAHA

Apa yang membuat sebuah perusahaan berhasil?

Pengumpulan pendapat terbaru mengenai manajemen menghasilkan rating berikut :

1.    Sebuah prasangka terhadap tindakan lakukan, perbaikan, coba
2.     Bentuk sederhana dan staf sedikit
3.    Kontak yang berkesinambungan dengan konsumen
4.    Otonomi operasional untnk mendorong semangat usaha
5.    Tekanan pada nilai bisnis kunci
6.    Sikap BISA DILAKUKAN
7.    Komitmen untuk mencapai kepuasan konsumen
8.    Fleksibilitas dalam memenuhi permintaan khusus (dapatkah Anda mengirimkan hari ini’—“ya”, -“tidak”- “maaf”, truknya telah berangkat, terlalu sibuk”, dsb.)
9.    Tanggapan pada permintaan khusus
10.    Hal-hal yang amat baik (outsome) jika diperlukan
11.    Tempatkan hadiah pada jasa
12.    Memonitor aktivitas pesaing
13.    Menapak teknologi terbaru
14.    Menjadi yang terbaik
15.    Berpusat pada pelayanan konsumen

Mereka mungkin bisa juga akan menambahkan-‘tetaplah pada tema dasar’ atau ‘bisnis inti’ Jadilah yang paling lengkap

Buatlah bisnis Anda sebagai yang :
•    Paling seksama
•    Memiliki persediaan terbaik
•    Memliki profil tertinggi
•    Merupakan benchmark yang menjadi ukuran untuk bisnis saingan lain

Juga:
•    Jangan hidup mengikuti kriteria—ciptakan kriteria itu!
•    Desain produk Anda dengan lebih baik
•    Tampilkan dengan lebih baik
•    Sediakan instruksi yang lebih baik
•    Sediakan pendukung penjualan yang lebih baik


Manajemen Waktu

“Saya harap saya memperoleh waktu, untuk mengikuti Kursus Ma¬najemen Waktu”
1.  Manajemen waktu memiliki tiga komponen—kebutuhan untuk :
•    prioritas yang mapan
•    menggunakan  penjadwalan atau pemrograman yang realitas
•    belajar membuat keputusan dasar dan bertindak sesuai keputasan tersebut

2.  Manajemen waktu yang efektif mengenai :
•    merencanakan dan menyusun prioritas
•    apa hal paling penting untuk dilakukan hari ini?
•    Apa yang harus dikerjakan hari ini?
•    Daftarkan sesuai urutannya dalam agenda harian atau selembar kertas
•    Dan kerjakan sesuai urutannya

3.  Mengelola prioritas
Klasifikasikan tugas-tugas dalam kelompok, seperti :

Kategori A—prioritas utama, memerlukan perhatian pribadi Anda
Kategori B—penting, namun bukan prioritas utama
Kategori C—dapat dikerjakan setelah selesai dengan kategori A dan B
Kategori D—delegasikan pada orang lain

4.  Banyak manajer bisnis kecil menganggap penting hal-hal :
•    Membuka surat
•    Mengerjakan pekerjaan sehubungan dengan kegiatan perbankan sehari-hari
•    Hal-hal ini merupakan bagian dari hal-hal biasa yang dapat dan sebaiknya didelegasikan pada seorang yang bertanggung jawab mengenai administrasi

5.  Alokasikan waktu rutin setiap hari untuk tugas-tugas tertentu, contohnya :
•    Rapat-rapat
•    Wawancara
•    Korespondensi
•    Percakapan telepon—masuk dan keluar
6.  Apakah Anda proaktif atau reaktif?
•    Apakah Anda menghabiskan waktu memadamkan api? (reaktif)
•    Atau mengisi waktu merencanakan dan mencapai target? (proaktif)

7.  Tetap terfokus
Tataplah pada tugas yang menjadi prioritas- jangan terkecoh menger¬jakan hal lain
•    Tangani dokumen-dokumen sekali saja
•    Putuskan tindakan yang diminta dan bertindaklah menurut keputusan itu
•    Jangan menangani dokumen setiap hari selama berminggu-minggu


Keberhasilan adalah Mengenai Pengembangan Kualitas Pelayanan. Ini  menyangkut:

•    Dapat dipercaya
dapat diandalkan dan konsisten
•    Responsif
      berkemauan dan sigap
•    Kompeten
     keterampilan dan pengetahuan
•    Akses
      mudah dicapai
•    Sopan santun
      sopan, penuh perhatian, hormat , bersahabat
•    Komunikasi
      mudah dimengerti dan dihubungi
•    Kredibilitas
       jujur, dapat dan layak dipercaya
•    Keamanan
      tidak berbahaya, berisiko, atau meragukan
•    Pemahaman
       pengertian kebutuhan konsumen
•    Nyata
      bukti dari pelayanan
•    Fokus, Fokus, Fokus
•     Memenuhi Standar Kualitas Manajamen Total atau direncanakan untuk    Memenuhi Tuntutan Tersebut


Resiko

1.    Tertawa berisiko tampak bodoh.
2.    Mengisak berisiko tampak sentimentil.
3.    Merggapai orang lain berisiko keterlibatan.
4.    Mengekspersikan perasaan beresiko menampilkan diri Anda yang sebenarnnya.
5.    Hidup berisiko kematian
6.    Berharap beresiko patah harapan
7.    Mencoba berisiko gagal
8.    Namun resiko harus diambil karena bahaya terbesar dalam hidup adalah tidak memiliki resiko
9.    Dirantai oleh kepastiannya, ia adalah seorang budak : ia telah mengorbankan kebebasannya.
10. Hanya orang yang memiliki resikolah yang bebas.


Bagaimana Jika Kita Menaikkan Harga?

Banyak perusahaan menggunakan harga sebagai taktilk keberhasil¬an. Mereka menurunkan harga untuk menyaingi harga pesaing. Ini dapat menjadi siklus ganas yang mengurangi margin keutungan semua perusahaan.

Bagaimana jika perusahaan menaikkan harganya?
Staf penjalan mungkin akan memprotes betapa banyak bisnis akan dirugikan secara nyata hanya dalam semalam karena tidak menggunakan harga yang mengikuti pola ‘saya juga’
Bayangkan sebuah kasus hipotesis saat produk dijual $100 dengan variabel biaya $75 dan dengan demikian memiliki kontribusi margin 25%. Manajemen ingin menaikkan harga sebanyak 15%, melawan protes keras seluruh staf penjualan yang meyakinkan bahwa volume penjualan akan jatuh. Manajer penjualan dipanggil oleh manajemen untuk menghitung berapa banyak bisnis yang hilang dengan kenaikan  harga yang diajukan, dan kemudian meminta tim penjualannya untuk menyediakan laporan perkiraan angkanya.
Pada saatnya, manajer penjualan menyampaikan manajemen bahwa rata-rata, volume penjualan akan jatuh sebanyak 22% dengan 15% kenaikan. Manajer memiliki angka untuk melakukan prakiraan sederhana.
Ia mengalikan harga (100). Dengan persentasi kenaikan harga (15) untuk hasil 1500. Ini dibagi persentase kontribusi (25). Ditambah persentase kenaikan harga (15), menghasilkan kenaikan harga hingga 40. Bagi 1500 dengan 40 dan hasilnya merupakan volume kehilangan kritis sebanyak 37,5%.
Jadi, penjualan akan turun sebesar 37,5% ; lebih dari perkiraan para staf penjualan, sebelum keuntungan dari kenaikan harga ini mencapai titik impas.
Ini berarti, penjualan perusahaan akan turun 37,5% sebelum keuntungan kenaikan harga itu mencapai titik impas.

RUMUSNYA ADALAH :
X = Penurunan atau kenaikan harga dalam persentase
C = Persentase kontribusi
100 kali X dibagi X + C = CVL ( critical volume loss = volume kehilangan kritis)
sebagai persamaan untuk mengukur kapan Anda ingin memotong harga,
100 kali X dibagi C  - X = CVG ( volume perolehan kritis)


Citra

Kesan pertama sangat penting dan benar-benar diperhitungkan. Citra macam apa yang telah atau akan diproyeksikan oleh perusahaan atau produk baru Anda? Cara penampilan dan citrra perusahaan dan pro¬duk Anda dapat dan mungkin akan, memiliki efek yang penting dalam peningkatan penjualan.
- Apakah toko atau kios Anda memiliki KONSEP TOTAL?
- Bagaimana produk Anda dikemas?
- Dapatkah kemasan produk Anda diperbaiki
-    Apakah bisnis anda memiliki brosur perusahaan yang menarik, yang dapat Anda berikan pada prospektif klien Anda?
-    Apakah itu memaparkan pengalaman, ketrampilan, kualifikasi, produk, jasa, garansi, spesialisasi, fitur, keuntungan perusahaan Anda?

Pertimbangkan ini!

Saat-saat serang konsumen membuka surat atau menerima literaturr promosi dari  perushaan Anda :
•    Apakah itu ditampilkan secara baik pada kertas berkualitas dan tercetak baik?
•    Apakah perusahaan dan produk Anda terwakili secara baik?

Saat seorang konsumen menerima invoice dari perusahaan Anda :
•    Apakah mudah dibaca dan dimengerti?
•    Apakah itu mudah dikenali di timbunan invoice lainnya?
•    Apakah tampilannya mendorong konsumen untuk membayar?

Apakah Anda menggunakan daerah penerima tamu untuk :
•    Menonjolkan dan memajang produk perusahaan Anda
•    Memamerkan kualifikasi khusus
•    Memamerkan penghargaan perdagangan dan industri
•    Memajang literatur perusahaan

-      Apa yang Anda dapat dengan menghadirkan citra yang lebih baik?
-     Berapa yang harus Anda keluarkan untuk menghadirkan citra yangl ebih baik?


Pelajaran Dari Masa Lalu

Ini tahun 1973, apa yang akan Anda investasikan? Maukah penanam modal mendukung ide Anda?
•    Toko komputer pribadi
•    Tempat sampah plastik beroda
•    Minuman botol
•     Warung telekomunikasi
•        Bengkel
•        Bengkel spesialis
•        Bisnis franchise

Mengapa ide-ide di atas berhasil?
•    Fokus, nengidentifikasi kebutuhan pasar, da menyediakan kebutuhan itu dalam bentuk yang diterima konsumen
•     Benang merah semua bisnis ini adalah beroperasi dalam produk spesialis yang dihantarkan dengan baik dan mudah diakses


Audit Pemasaran

Kuesioner awal
Anda sebenarnya ada dalam bisnis apa?
•    Apa sasaran bisnis Anda?
•    Apa sasaran pribadi Anda?
•    Aria kekuatan bisnis Anda’
•    Apa kelemahannya?
•    Apa kesempatan yang dimilikinya?
•    Apa ancaman yang ada sekarang dan di masa depan?
•    Apakah bisnis Anda musiman?
•    Apakah Anda menindaklanjuti konsumen dengan menanyakan apakah mereka cukup puas?
•    Berapa penjualan rata-rata Anda sehari-hari?
•    Apakah ada produk yang secara menonjol lebih mengun¬tungkan dari yang lain?
•    Apakah ada produk yang secara menonjol kurang mengun¬tungkan?
•    Apa isu kritis yang sekarang ini mempengaruhi bisnis Anda?
•        Periklanan?
•     Promosi?
•     Distribusi?
•    Pelayanan apa yang akan menjadi keuntungan khusus?
   
Apa yang membuat Anda kompetitif?
•    Posisi?
•    Harga?
•    Perhatian?
•    Kualitas?
•    Keunikan?
•    Pengalaman?
•    Kontak?
•    Jangka waktu pembayaran?
•    Garansi?

Pertimbangan lain :
•        Apa yang mernbuat para pesaing Anda menonjol?
•        Siapa yang memerlukan Anda?
•        Bagaimana konsumen menilai Anda?
•        Bagaimana konsumen menilai para pesaing Anda?
•    Apakah Anda menawarkan potongan harga?
•    Apakah produk baru yang dapat Anda tawarkan? Apa saja?







Periklanan —10 butir Kiat

•    Apa yang Anda iklankan?
•    Apa yang seharusnya menjadi pesan sentral?
•    Apakah iklan kooperatifnya sesuai?
•    Haruskah anda menggunakan iklan yang sama di semua media?
•    Apakah iklan itu menarik dan menahan perhatian?
•    Apakah iklan itu memiliki headline yang menarik?
•    BARU, GRATIS adalah kak-kata yang bagus untuk digu¬nakan pada salinan Anda.
•    Beberapa foto dan garnhar menambah daya tarik.
•    Pemilihan media sangat penting.
•    Promosi integral apa yang dapat Anda lakukan sabagai pendukung?

Aturan lama
Kontak terbaik dengan pembeli potensial adalah kontak personal.

Aturan Baru
Kontak terbaik dengan pembeli adalah kontak yang efektif.


Inovasi
Inovasi yang membuat perubahan pada struktur industri efektif khususnya jika industri jika industri dan pasarnya di’dominasi oleh satu pro¬dusen atau supplier yang sangat besar, atau oleh hanya sedikit produsen saja. Bahkan jika bukan benar-benar merupakan monopoli, produsen dan supplier besar dan dominan ini telah mengalami sukses dan tak tertandingi selama bertahun-tahun, cenderung menjadi arogan.

Di mana Anda Akan Bertemu?

Anda akan pergi ke kota yang asing dan baru untuk menemui orang¬-orang, untuk pertama kalinya, yang tertarik untuk berbisnis dengan Anda.

Sebagai seorang pengusaha, seperti biasa, Anda memiliki sedikit uang dan tidak mampu menginap di hotel bintang lima—tingga Anda menginap di sebuah motel murah di daerah pinggiran.

Orang-orang yang akan Anda temuii untuk pertama kalinya bisa jadi sangat penting untuk bisnis Anda dan merupakan keharusan bagi Anda untuk membawakan ‘kesan yang tepat’ pada pertemuan ini. Jelaslah bahwa orang-orang yang akan Anda temui juga akan meng¬ukur Anda, dan akan meninggalkan pertemuan kali ini dengan me¬nyimpan kesan yang baru saja didapat.

FAJAR KEWIRAUSAHAAN

FAJAR KEWIRAUSAHAAN

Tahukah Anda, ditaksir, populasi dunia mencapai enam miliar di akhir 1999 dan tahun 2020, angkanya melonjak menjadi delapan miliar! Apakah pemerintah bisa menyediakan pekerjaan untuk sedemikian banyak orang? Faktanya, ’privatisasi’ menjadi begitu populer pada dekade lalu, menunjukkan bahwa mereka ”mencuci tangan” dari tugas menciptakan  pekerjaan yang mengerikan itu.
Fakta lainnya, merger, akuisisi, dan restrukturisasi  dalam sektor swasta  lebih sering membuahkan PHK masal. Lalu siapa yang mendapat beban menciptakan lapangan kerja? beban itu harus dipikul INDIVIDU-nya sendiri. Setiap orang, menciptakan sendiri pekerjaannya! Setiap orang, siap atau tidak, kondisi mendorongnya menjadi wirausaha.
Mau pilih yang mana: segera menyiapkan mental dan ketramplan kewirausahaan atau, saatnya nanti, terpaksa serabutan, mencoba-cobamenjadi wirausahawan setelah ”terdepak” dari posisi ”orang gajian”!
Saran kami, dan itu tugas buku ini pula,  segeralah belajar mengambil inisiatif, inovatif, berani dan kreatif. Mulailah mempromosikan dan menampilkan ide Anda. Anda harus mulai hidup ”sedikit bersusah-payah”, jangan menunggu gaji bulanan Anda, dan mulai menunda kepuasan Anda.
Sadarilah, fenomena ini. Bahwa kewirausahaan,  yang tidak dikenali seperempat abad lalu, saat ini diajarkan sebagai mata kuliah di universitas di seluruh dunia. Di Amerika Serikat saja, ratusan perguruan tinggi mengajarkan itu. Apakah ini benar-benar fenomena baru?
Tidak persis demikian. Kita sebenarnya dilahirkan sebagai wiirausaha. Keberanian, kreativitas, dan inisiatif – semuanya adalah sifat yang dimiliki seseorang sejak lahir. Itu alami, melekat dalam diri Anda! Tinggal masalahnya, buatlah kemampuan itu muncul dan bekerja optimal! Bayi manapun di dunia ini, sebelum mereka dibanjiri nilai-nilai dan peraturan masyarakat, tanpa perlu ikut seminar tentang ”berjalan”, ia belajar berjalan sampai bisa. Anda, pembaca, dulu juga bayi yang merangkak pun belum bisa. Setiap kali si bayi yang belajar berjalan itu tersandung, ia bangkit lagi. Bayi itu pun belajar berbicara tanpa perlu menghadiri kelas bahasa. Sayangnya, semua kelebihan itu hilang ketika ia memasuki institusi yang kita sebut sekolah.
Cobalah jawab pertanyaan kami.
Adakah institusi di dunia ini, tempat Anda bisa mempelajari cara menjalankan bisnis Anda sendiri?
Saya yakin Anda mulai menyebut beberapa kursus atau jurusan bisnis dengan nama-nama tetentu yang ditawarkan oleh universitas atau sebuah lembaga kursus. Terus terang, itu semua tidak  mengajarkan Anda bagaimana menjalankan bisnis  untuk diri Anda sendiri. Mereka hanya mengajarkan Anda bagaimana menjalankan bisnis untuk orang lain! Kalau Anda mengikuti kursus akuntansi, yang diajarkan   adalah bagaimana Anda menghitung uang orang lain.
Bukan masanya bicara tentang kelebihan teknologi. Mari, kita bicara kelebihan kewirausahaan. Kita memerlukan wirausaha untuk menciptakan perusahaan yang besar dengan teknologi temuan terbaru!
Sejumlah pakar, praktisi, orang sukses, Anda yakini bakal mengatasi tugas menciptakan pekerjaan untuk orang banyak. Mengapa harus orang lain? Mengapa harus mereka, bukan Anda sendiri? Bukankah mereka yang sukses, sudah tak punya masalah lagi dalam menciptakan lapangan kerja, karena mereka sudah di sana, sementara Anda, mungkin masih mencari terus bisnis apa yang pas Anda jalankan sendiri.
Mari kita amati tren 1000 tahun terakhir. Di sana kita lihat perpindahan kekuasaan pada kelompok orang atau individu tertentu .

Tahun 1000
Kekuasaan berada di tangan kaum rohaniwan yang secara kebetulan adalah beberapa orang yang mampu membaca dan menulis

Tahun 1455
Penemuan mesin cetak yang memungkinkan pengetahuan  lebih bisa disebarkan kepada lebih banyak orang. Dengan demikian kekuasaan bergeser dari agama ke politik

Tahun 1555
Politisi mulai lebih berkuasa dan untuk mempertahankan kekuasaan itu, birokrasi dibuat


Tahun 1970
Penemuan microchip memungkinkan informasi lebih tersebar kepada keompok orang yang lebih besar. Kekuasaan bergeser perlahan dari politik ke ekonomi

Tahun 1995
Ekonomi sekarang begitu penting sehingga menjadi sebab jatuhnya banyak pimpinan politik (mis.Presiden Soeharto dari Indonesia, Perdana Menteri Chavalit Yongchaiyudh dari Thailand) selama masa yang sangat singkat

Tahun 2020    Keseimbangan kekuasaan bergeser perlahan dari birokrasi menjadi kewirausahaan. (Bill Gates dipilih sebagai orang paling berkuasa di Inggris)

Telah diramalkan bahwa selama 25 tahun, individu birokrat akan bersikap defensive, mencari cara untuk mempertahankan status keamanan yang sudah ada dari standar hidup mereka, sedangkan individu yang berjiwa wirausaha akan bersikap ofensif, mencari cara memperbesar kesempatan mereka, kemampuan mereka dan kualitas hidup mereka yang meningkat.

"Karena perkembangan dinamis bakat kewirausahaan, Amerika Serikat mampu mewujudkan lebih dari 15 juta pekerjaan dalam tempo 7 tahun."


Sumber : Dare to Fail by Billi P.S. Lim
Telah diramalkan bahwa selama 25 tahun, individu birokrat akan bersikap defensif, mencari cara untuk mempertahankan    status keamanan yang sudah ada dari standar hidup mereka, sedangkan individu yang berjiwa wirausaha akan bersikap ofensif, mencari cara memperbesar kesempatan mereka, kemampuan mereka dan kualitas hidup mereka yang meningkat.


“Karena perkembangan dinamis bakat kewirausahaan, Amerika Serikat mampu mewujudkan lebih dari 15 juta pekerjaan dalam tempo 7 tahun.”


Benar,  pembaca. Sekilas angka dan fakta ini, adalah fenomena merekahnya fajar baru kewirausahaan. Anda, mungkin sedang menapaki jalan di dalam terangnya fajar ini.

Entrepreneur : Kreativitas Tak Pernah Henti


Entrepreneur :
Kreativitas Tak Pernah Henti

Kalau Anda berani tanpil beda,
itu berarti Anda memiliki jiwa entrepreneur


KUTIPAN di atas, sangat mungkin, mengundang senyum meremehkan. Masa, berbeda saja, sampai menjadi ciri jiwa enterpreneur. Kalimat itu terasa berlebihan. Pembaca, entrepreneur sendiri adalah dunia yang unik. Itu sebabnya, mengapa entrepreneur atau wirausahawan dituntut untuk selalu kreatif setiap saat. Dengan kreativitasnya, tak mustahil akan terbukti bahwa ía betul-betul memiliki citra kemandirian yang memukau banyak orang. Karenanya, ia pantas dikagumi, dan selanjutnya diikuti.
Menjadi entrepreneur kreatif di saat krisis ekonomi, tentu saja tantangan yang sangat berat. Siapa saja yang mencoba terjun menjadi entrepreneur kreatif, ia harus bekerja 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu. Ini masih harus dijalankan sedikitnya untuk kurun waktu sekitar dua tahun pertama. Sebuah babak baru yang berat, berjuang tanpa henti dengan berbagai tekanan fisik maupun psikis.
Bisnis modern? Apalagi!  Ia boleh dikatakan, mustahil bisa eksis dan berkembang tanpa kemampuan menciptakan sesuatu yang baru pada setiap harinya. Berpikirlah kreatif setiap hari. Dari mana ia datang? Dari mana saja, dari siapa saja. Interaksi sosial Anda, menjadi stimulan munculnya ide inovatif. Memang, tak mudah melahirkan sesuatu yang orisinal atau sama sekali baru. Bisa saja, ia adalah kombinasi “sentuhan baru”  pada karya-karya yang sudah ada. Kesan, aksentuasi disain, modifikasi, adalah bagian dari proses kreatif.
Milik siapakah kemampuan ini? Apakah ini hanya dimiliki pribadi tertentu? Tegas, kami nyatakan: tidak. Pada dasarnya, kita semua kreatif. Tentu saja, dengan kualitas dan kuantitas yang berbeda-beda.

Kemampuan kreatif itu terdistribusi hampir secara universal kepada seluruh umat di muka bumi ini. Kreativitas, bak sebuah mata air, jangan biarkan sumbernya mengering. Agar tetap berair, gali terus, agar “mata air kreativitas” kita tetap berair.

Raudsepp, peneliti dari Princeton Research Inc.


Kreativitas: Keharusan dalam Kewirausahaan
       
    Jangan terpaku saja melihat gemerlap perubahan! Anda, satu di antara sekian orang yang sanggup menghadirkan hal baru! Pikirkanlah hal ini sebagai kebiasaan. Karena Anda hidup dalam abad kreativitas. Kreatif adalah, kunci memenangkan kompetisi. Ada banyak konsep kreativitas. Salah satunya, mengambil inspirasi dari dunia musik, tepatnya, musik jazz. Dalam musik jazz, ada istilah jam session, saat pemusik tidak memainkan lagu tertentu, tapi alat musiknya mengalunkan paduan nada tanpa terikat lagu, bebas-mengalir saja. Jamming,  menjadi inspirasi John Kao menuangkan teorinya dalam buku yang sudah beredar dalam bahasa Indonesia, “Jamming: Seni dan Disiplin Kreativitas Bisnis”.
    Kalau jamming bisa menggelitik telinga dengan  alunan musik indah, bisnis pun, amat mungkin mengambil langkah alternatif di luar yang biasa berlaku. Hasilnya, seperti jamming dalam jazz, tetap “berirama dan enak didengar”. Begitulah analogi teori Kao dalam dunia bisnis.
  Jamming dalam bisnis, adalah ikhtiar kreatif. Ada imajinasi, totalitas berkreativitas, menyerap pendar-pendar inspirasi dari mana-mana.  Dari sana tercipta ide-ide kreatif dalam pengembangan bisnis­. Siapa “sparing partner” seorang wirausahawan dalam mengeksplotasi gagasan kreatifnya? Ia bisa sesama wirausahawan, meskipun tak ada salahnya dengan orang lain yang sangat berbeda dunia kerja  (bukan wirausahawan). 
Bekerja “serba rutin”, “manut pakem”, di level pengambilan keputusan tertinggi, terutama sebagai pusat penyikapan terhadap realitas bisnis, diyakini merupakan sebuah sikap berbahaya bagi keberlangsungan usaha. Rutinitas, pakem-pakem itu, menjadi belenggu bagi kemajuan. Namun begitu, jangan salah memaknainya. Manajemen kreativitas, bukan “anti aturan”. Aturan tertentu, harus tetap ada, tetapi keberadaannya tidak memasung kreativitas. Ada yang “ekstrim” dalam kasus pembaharuan ini. Misalnya, produsen piranti keras komputer yang mendunia, Intell. Intell, secara berkala selalu menghancurkan produk lama mereka setelah memproduksi produk baru hasil kreativitas timnya. Langkah yang serupa, meskipun “tak sengaja”  dialami perusahaan Unilever. Begitu produk barunya muncul, produk lama Unilever “otomatis” dikalahkan produk barunya sendiri.
Kalau ada contoh Intell dan Unilever di bagian ini, dua dari sekian big corporate dunia, sejatinya kreativitas tidak menjadi monopoli korporat besar. Dalam sektor usaha kecil pun, ide kreatif muncul dari perenungan dan perbincangan akan hal-hal yang tak pernah terpikirkan. Justru dalam usaha kecillah, kreativitas seharusnya lebih berkembang, karena biasanya usaha kecil, punya sumber daya insani tak banyak. Ini poin lebih sehingga usaha kecil relatif lebih kompak orang-orangnya, sehingga transfer kreativitas baru bisa lekas merata. Dalam usaha berskala kecil transfer kreativitas lebih pendek jalurnya. Seorang inovator dalam tempo pendek ia bisa langsung mentransfer temuan barunya kepada semua orang yang bekerja bersamanya. Bukan mustahil, proses mentransfer temuan baru itu, sekaligus bisa memicu tumbuhnya kreativitas.



Luwes Menyikapi Peluang

Jika Anda termasuk dalam golongan orang yang selalu ingin tahu, kemudian dapat melihat suatu peristiwa dan pengalaman untuk dijadikan sebuah peluang, di mana orang lain tidak melihatnya, kemudian memiliki keberanian berpikir kreatif dan inovatif, bersiaplah Anda untuk menjadi entrepreneur.
Banyak contoh yang dapat memberikan gambaran kepada kita, bahwa tidak ada sesuatu yang tidak mungkin dilakukan wirausahawan. Keluarkan semua ide atau gagasan Anda, jangan takut diremehkan atau dihina orang. ‘Ide gila” yang Anda sampaikan, boleh jadi suatu waktu akan mengundang kekaguman banyak orang. Begitu Anda mulai menuai sukses, barulah orang akan berguman, “Mengapa itu tak terpikirkan oleh saya sejak dulu, ya?”
Kalau Anda berani tampil beda, itu berarti Anda berjiwa entrepreneur. Saya setuju pendapat yang mengatakan, keberhasilan entrepreneur ibarat kesabaran dan ketenangan seorang aktor akrobatik meniti tambang tipis hingga sampai ke tujuan. Ia tidak menghabiskan waktunya dengan perasaan khawatir, tapi konsentrasinya tertuju pada tujuannya. Tak kalah pentingnya, jangan malu akan kesalahan yang kita buat. Seorang entrepreneur memang tidak menyukai kesalahan, tapi ia tetap akan menerimanya sepanjang hal itu dapat memberikan pelajaran berharga. Ia harus mampu meloloskan diri dari situasi-situasi yang hampir mustahil bisa diatasi. Dalam era global sekarang ini, kegiatan usaha yang kita jalankan hampir 90% justru tidak sesuai rencana.
Karena itu, kita harus luwes dengan rencana yang telah kita buat. Bersiaplah berpindah dari satu rencana ke rencana lainnya. Seorang entrepreneur juga tidak boleh mudah berputus asa. Ia harus yakin dengan kreativitasnya. Selalu ada jalan yang tidak pernah terbayang sebelumnya.


Proses Kreatif  Berwirausaha

Kita berani berpikir kreatif.
Itu berarti kita sudah berani mengambil risiko


SALAH satu tugas kita sebagai pengusaha, selain memiliki ketrampilan interpersonal, leadership, dan managerial, juga harus mampu melakukan tugas kreatif. Kreativitaslah, unsur penting eksis dan berkembangnya sebuah usaha. bagi entrepreneur, seolah tiada hari tanpa kreativitas. Saatnya kita terus kreatif. Apalagi, kalau di bagian sebelumnya, kerap disebut-sebut angka luar biasa pertumbuhan kewirausahaan di Amerika Serikat, di Indonesia sendiri, keragaman usaha maupun jumlah wirausahawannya, belum sebanyak di Amerika Serikat ataupun di negara lain.
    Di Amerika Serikat misalnya, ada bisnis yang masih langka dan belum memasyarakat di Indonesia, yakni bisnis menyewakan pakaian dan perlengkapan bayi. Jadi sebenarnya banyak macam usaha yang bisa kita kerjakan, asal kita mau kreatif. Dalam hal apa saja, kita harus kreatif? Kreatiflah dalam beberapa hal, antara lain, memilih jenis usaha dan memilih waktu untuk memulainya.
    Maka, jangan ragu menciptakan kondisi yang memungkinkan setiap unsurnya bisa kreatif. Jadikan setiap sudut, setiap suasana dalam usaha Anda, kondusif bagi munculnya ide-ide kreatif. Kreativitas itu sendiri, memang memerlukan proses, yakni proses kreatif. Jadi pada awalnya, untuk kreatif itu perlu persiapan, meski secara tidak formal. Tinggal, bagaimana kita sendiri membuat suasana kerja itu kreatif.
    Dalam prosesnya, ternyata kreatif itu juga membutuhkan konsentrasi kita. Padahal, yang kerap terjadi, saat kita melakukan konsentrasi, malah menemui jalan buntu. Akibatnya, kita tak bisa berbuat apa-apa, dan berangsur-angsur menjadi frustrasi. Dan, sebenarnya frustasi itu merupakan bagian dari proses kreatif itu sendiri.
    Dalam kondisi inilah, menurut saya, sebaiknya kita tidak menyerah atau putus asa. Jangan berhenti sampai di situ. Yakinlah, pada saatnya, wawasan atau iluminasi akan muncul. Kemudian, kita melewati proses kreatif berikutnya: inkubasi atau pengendapan masuk ke dalam alam bawah sadar. Pada saatnya, yaitu pada kondisi yang tidak disengaja, bisa saja muncul iluminasi itu artinya ide kreatif telah kita temukan.
Langkah penting untuk ini, mengolah atau menjalankan ide kreatif menjadi konkret, demi kemajuan bisnis kita. Bahkan menurut kami, demi kepuasan pelanggan pun, perlu pendekatan kreatif. Kreatif, juga kata kunci dalam urusan mencari modal atau dana pengembangan usaha, peningkatan kegiatan produksi, perbaikan desain, pemasaran, dan lain sebagainya.
        Orang kreatif, adalah orang yang berani mengambil risiko. Hanya tinggal seberapa besar sebenarnya kualitas kreativitas itu akan mempengaruhi risiko usaha yang dijalankan. Bahkan, seseorang yang berani berpikir kreatif, berarti dia sudah berani mengambil risiko. Kami pun yakin, hanya pengusaha yang berani mengambil risiko itulah yang usahanya dapat berkembang maju, baik untuk saat ini ataupun untuk masa depan.

”BERANI”, MODAL AWAL ENTREPRENEUR


”BERANI”, MODAL AWAL ENTREPRENEUR

Kami yakin, kalau entrepreneur berani memiliki visi, maka akan lebih dapat menciptakan kekuatan positif di dalam  pikirannya. Sehingga nantinya akan lebih mampu meningkatkan kemampuan kerja dan kualitas hidup kita. Karena ini saya sangat yakin dengan ungkapan berikut ini: “Hati-hatilah dengan angan-anganmu, karena angan-anganmu itu akan menjadi kenyataan”
Presiden RI pertama, Ir. Soekamo, pernah bilang, “Gantungkan cita-citamu setinggi langit.” Visi itu memang bisa mensugesti orang. Dan, semua langkah kita akan kita arahkan kesana. Apalagi entrepreneur ini biasanya seorang pemimpi. Maka mimpi tentang perusahaan, mimpi tentang masa depan, tentu akan dapat mempengaruhi para pengikut yang dipimpinnya.
Anda “juru penerang”, mengusir gelapnya pikiran orang lain yang Anda pimpin. Ini prinsip kepemimpinan. Wirausahawan yang memiliki visi, adalah penerangan bagi para bawahannya, anggota “tim sukses”nya dalam bisnis. Wirausahawan dengan visi besar, merangsang terbangunnya atmosfir bisnis penuh kreativitas dan inovasi.
Bahkan orang meyakini, jiwa wirausahawan itu, dekat sekali dengan dunia pengkhayal.  Apa susahnya, berkhayal? Berkhayal adalah aktivitas yang “murah”. Bagaimaan tidak, karena berkhayal tidak memerlukan fasilitas khusus, apalagi ongkos. Sekarang juga, Anda pun bisa berkhayal. Tentu saja, khayalan seorang wirausahawan, bukan sembarang berkhayal. Bahkan, di zaman susah, dengan tumpukan persoalan hidup yang harus dipikul, bisa membuat orang pun tidak berani berhkayal. Anda akan tercenung, kalau kami katakan, “Berkhayal pun, perlu keberanian!”
Mengapa? Khayalan yang memicu keberhasilan, atau minimal, keberanian berbuat dan berkreativitas, dihambat pandangan lama yang cuku berurat-akar dalam  benak kita, bahwa orang sukses harus ditopang pendidikan dan gelar formal. Sebetulnya, keyakinan ini bisa dipatahkan dengan mudah. Misalnya, hadirkan saja, beberapa nama orang sukses yang lulus SMA pun, tidak. Sejumlah wirausahawan, memulai dari khayalan. Dan ia mulai kembangkan khayalannya, dari nol sampai akhirnya terwujud.
Bill Gates mengimpikan, personal computer akan tersedia di rumah setiap orang. Untuk merealisasikan mimpinya, ia drop out dari studinya, memilih menekuni Microsoft-nya. Ia berhasil. Kini, ia salah satu orang terkaya dunia.
Michael Dell, punya impian menakjubkan: mengalahkan perusahaan komputer raksasa IBM. Ia juga berhasil menjadi orang pertama yang memasarkan komputer pribadi dengan strategi direct marketing. Usahanya yang dirintis  tahun 1984 berhasil, penjualan Dell Computer laris manis. Bahkan Dell dalam usia 34 tahun berhasil menjadi salah satu orang terkaya di Amerika Serikat.
Contoh lainnya, Jeff Bezos. Mimpinya, menjadi pengusaha sukses di dunia e-commerce, perdagangan melalui intemet. Meski baru tahun 1995, yaitu di saat usianya 30 tahun, ia nyemplung ke dunia maya, mendirikan Amazon. com. Situs itu melejit menjadi situs paling banyak dikunjungi orang, untuk mendapatkan informasi atau membeli buku-buku bermutu dari seluruh dunia. Mimpinya terwujud. Ia pun tercatat sebagai miliarder di negeri Paman Sam itu.

Berani Mencoba

Andai kita berani mencoba, dan kita lebih tekun dan ulet, maka pasti kegagalan tak pernah ada

Bisnis modern akan berhenti berputar kalau sikap berani mencoba itu lenyap. Memang, banyak orang yang gagal dalam usahanya, putus asa tanpa, tak berani mencoba lagi. Ini bukan bukan saja merugikan aspek materi atau finansial saja, tapi juga aspek psikologis. karena itu, sekalipun krisis, tetaplah menjadi   entrepreneur dengan semangat kewirausahaan tinggi. Sesungguhnya tidak ada yang gagal dalam berbisnis, yang ada hanya karena ia berhenti mencoba, berhenti berusaha. Berani mencoba, lebih tekun dan ulet, kegagalan takkan pernah ada.
Beranilah mencoba. Sebab, tidak satu pun di dunia ini, termasuk di dalam dunia entrepreneur yang dapat menggantikan keberanian mencoba dengan bakat bisnis. Sebagus apa pun bakat seseorang, tidak akan sukses tanpa mulai mencoba. Bagaimana dengan kejeniusan seseorang? Juga tidak. Kejeniusan terpendam, sama saja dengan omong-kosong. Pendidikan terbaik? Juga bukan jaminan. Dunia ini sudah penuh dengan pengangguran berijazah sarjana. Dan ternyata, sekali lagi, keberanian mencoba dan mencoba itulah penentu kesuksesan bisnis kita.

Berani Merantau

Keberanian merantau, membangun percaya diri dan kemandirian


Ingat tragedi Sampit? Semua bersedih, karena sebagian pengusaha sukses etnis Madura, ikut hengkang dari Sampit, Kalimantan Tengah. Kami bukan menyoal tragedinya, tetapi dari aspek kewirausahaan. Madura dan Kalimantan, jelas bukan seperti antar rumah di sebuah kampung. Ini dua pulau yang berbeda dan berjauhan. Tapi, berapa banyak orang Madura yang masih kelahiran Madura, lalu merantau ke Sampit. Banyak, bahkan banyak sekali dan kemudian anak-turunnya lahir di Kalimantan.
Sebagian dari mereka, sukses, meskipun awalnya dari nol. Kami hanya mau mengatakan, mereka “dari bukan apa-apa”, merantau, lalu sukses. Etnis lainnya yang fenomenal, orang Jawa asal  Tegal. Ibukota saja, mereka taklukkan. Kalau mau menghitung jumlah warung “beridentitas daerah” paling banyak yang mana, jawabannya: Warung Tegal. Di sektor makanan rakyat,  ada penjaja bakso keliling. Banyak di antara mereka, mengusung identitas daerah. Seperti bakso Malang , bakmi Wonogori, Pecel Lamongan, atau rumah makan  Padang.
Yang lebih fenomenal, dan ini juga lebih global, perantau Cina pun yang sukses di negeri yang mereka datangi. Bukankah Anda yang sering bepergian lintas daerah, pernah mendengar, transmigran petani Jawa atau bali, banyak yang sukses sebagai transmigran di Sumatera, atau Sulawesi? Sukses dalam usaha, juga disokong sebuah keberanian: merantau.
Merantau, punya makna sosial tersendiri. Ia berarti “jauh dari keluarga” yang memicu terbangunnya jiwa kemandirian. Tak bergantung pada keluarga, berarti mulai melangkah menjadi dewasa. Di rantau, apalagi di lingkungan yang tak tahu siapa kita sebelumnya, Anda bisa menjadi pribadi yang baru.
Kebaruan ini, sarat tantangan. Merantau, menyadarkan kita apa kelebihan dan kekurangan kita karena kita dihadapkan pada kenyataan-kenyataan baru. Merantau, membuat seseorang relatif tangguh, karena diterjunkan dalam situasi serba baru.
Perantau, umumnya segan minta tolong. Di situlah, kemauan menjadi lebih termotivasi. Perantau, rata-rata enggan berutang budi. Justru, karena ia orang baru, seorang perantau cenderung menanam jasa untuk banyak orang. “Investasi sosial” ini, pada saatnya berbuah kebaikan. Siapa sangka, banyak orang yang menyukai kepribadian kita, bernagsur-angsur, menjadi pendukung setia langkah kita menganyam kesuksesan. Jadi? Cobalah merantau, temukan jatidiri Anda yang tangguh, kreatif, dan cerdik menangkap peluang


Berani Gagal

Hanya orang yaug berani gagal total, akan meraih keberhasilan total.


PERNYATAAN John. F. Kennedy ini ada benarnya. salah satu dari kami, membuktikannya. Gagal total, itu karier bisnis , Purdi E.Chandra dalam bukunya “Menjadi Entrepreneur Sukses” bertutur : “Akhir 1981, merasa tak puas dengan pola kuliah yang membosankan saya  meninggalkan kampus. Saat itu saya pikir, gagal meraih gelar sarjana, tapi bukan berarti gagal mengejar cita-citanya. Tahun 1982, saya kemudian mulai merintis bisnis bimbingan tes Primagama, yang belakangan berubah menjadi Lembaga Bimbingan Belajar Primagama. Bisnis tersebut saya jalankan dengan jatuh bangun. Pada awalnya, sepi peminat, cuma dua orang! Saat ini, wow, peminatnya membludak, sampai-sampai Primagama membuka cabang di ratusan kota, dan menjadi lembaga bimbingan belajar terbesar di Indonesia”.
Dalam kehidupan sosial, memang kegagalan itu adalah sebuah kata yang tidak begitu enak untuk didengar. Kegagalan bukan sesuatu yang disukai, dan suatu kejadian yang setiap orang tidak menginginkannya. Kita tidak bisa memungkiri diri kita, yang nyata-nyata masih lebih suka melihat orang yang sukses daripada melihat orang yang gagal, bahkan tidak menyukai orang yang gagal.
Maka, bila Anda seorang entrepreneur yang menemui kegagalan dalam usaha, jangan harap orang akan memuji Anda; orang di sekitar anda maupun relasi Anda akan memahami mengapa Anda gagal; Anda tidak disalahkan; semua sahabat masih tetap berada di sekeliling Anda; Anda akan mendapat dukungan moral dari  teman yang lain; Ada orang yang akan meminjami uang sebagai bantuan sementara; Apalagi ini: bank akan memberikan pinjaman selanjutnya! No way!
Mengapa gambaran seorang entrepreneur yang gagal, kami gambarkan begitu buruknya? Itulah masyarakat kita. Kita cenderung memuji yang sukses dan menang, dan mudah menghujat yang kalah dan gagal. Sebaiknya, setiap kita mulai mengubah budaya itu, beri kesempatan kedua bagi setiap orang.
Menurut pengalaman kami, apabila orang gagal, tidak ada gunanya murung dan memikirkan kegagalannya. Tetapi perlu mencari penyebabnya. Kegagalan seharusnya membuat enerpreneur sejati tertantang untuk menemukan kekuatan-kekuatan baru agar bisa meraih kesuksesan kembali. Tentu, kasus kegagalan dalam bisnis maupun dunia kerja, saat krisis ekonomi kian, memang banyak. Ribuan orang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan kehilangan mata pencahariannya. Sungguh ironis, seperti halnya kita, suka atau tidak suka, setiap manusia pasti akan mengalami berbagai masalah, bahkan mungkin penderitaan.
Seorang entrepreneur, harus berani menghadapi kegagalan, dan memetik hikmahnya. Mungkin saja kegagalan itu datang untuk memuliakan hati  kita, membersihkan pikiran kita dari keangkuhan dan kepicikan, memperluas wawasan kita, serta untuk lebih mendekatkan diri kita kepada Tuhan. Untuk mengajarkan kita menjadi gagah tatkala lengah. Menjadi berani ketika kita takut. ltu sebabnya, kita bisa sepakat pada pendapat Richard Gere, aktor terkemuka Hollywood,”Kegagalan itu penting bagi karier siapapun.”
Mengapa? Banyak orang membuat kesalahan yang sama, dengan menganggap kegagalan sebagai musuh kesuksesan. Sebaliknya. kita seharusnya menganggap kegagalan itu dapat mendatangkan hasil. Ingat, kita harus yakin akan menemukan kesuksesan di penghujung kegagalan. tapi mengapa seseorang gagal dalam bisnis. Ada beberapa sebab umum.
Pertama, kita ini sering menilai kemampuan diri kita terlalu rendah. Kedua, setiap  bertindak, kita sering terpengaruh oleh mitos yang muncul di masyarakat sekitar kita. Ketiga, biasanya kita terlalu “melankolis” dan suka memvonis diri terlebih dahulu, bahwa kita ini dilahirkan dengan nasib buruk. Keempat, kita cenderung masih memiliki sikap, tidak mau tahu dari mana kita harus memulai kembali suatu usaha. Dengan mengetahui sebab kegagalan itu, tentunya akan membuat kita yakin untuk bisa mengatasinya. Buat kita mengalami sembilan dari sepuluh hal yang kita lakukan menemui kegagalan, maka sebaiknya kita bekerja sepuluh kali lebih giat. Dengan memiliki sikap dan pemikiran semacam itu, maka akan tetap menjadikan kita sebagai sosok entrepreneur yang selalu optimis akan masa depan. Maka, sebaiknya janganlah kita suka mengukur seorang entrepreneur dengan menghitung berapa kali dia jatuh. Tapi ukurlah, berapa kali ia bangkit kembali.


Berani Sukses
       
Seberapa besar rezeki yang kita inginkan, itu sama dengan seberapa besar kita berani mengambil risiko

SUKSES adalah proses. Ia dicapai dengan pengorbanan. Salah satunya, tidak cengeng dengan kegagalan. Sukses, pikirkanlah sebagai keseharian Anda. Keyakinan bisa sukses, selalu dibangun setiap saat. Karena itulah, jangan biarkan Anda kehilangan motivasi untuk sukses, dan terus membangun keyakinan itu dalam sanubari.
Buanglah semua alasan, Anda gagal karena kelemahan dari diri Anda. Kurang cerdas, kurang fit, sudah terlalu tua, dan segudang “rasa kurang”, bukanlah alasan Anda gagal. Sukses memerlukan keberanian tanpa henti, mempelajari kemunduran bisnis.
Hadapkan setiap problem dengan perjalanan sukses wirausahawan lain yang serupa usahanya dengan Anda. Bahkan, Anda simak mereka yang gagal, dan temukan jawabannya mengapa dia gagal. Kesiapan pribadi seorang wirausahawan menghadapi perubahan, juga dipermantap.  Jangan mudah dikejutkan perubahan.
Pelajarilah kesuksesan orang lain, himpun semua “sebab-sebab sukses” itu, temukan kelebihan-kelebihan itu, dan  mulai  mencoba menyusun apa kelebihan Anda, apa kebaruan yang bisa ditelurkan dari proses membandingkan dengan usaha orang lain.
Seorang wirausahawan, adalah yang selalu “melek” dan “buka telinga” terhadap setiap peluang. Sukses wirausahawan, bukan sekadar “rezeki dari langit”, tapi juga kejelian membaca/menangkap peluang. Dan ini memerlukan stamina usaha yang tinggi. Jangan ketakutan lebih dulu, seakan-akan wirausahawan itu orang yang tidak pernah beristirahat. Tidak! Secara fisik, istirahat perlu, tapi sebagai wirausahawan, pikiran “tetap jalan” dalam arti, keseharian kita dibiasakan terus memikirkan, kebaikan-kebaikan apa yang bisa dibangun berdasarkan peluang yang kita hadapi setiap saat.
Tidak ada orang yang bisa mendapatkan kenikmatan dari hidup yang terus merangkak-rangkak, kehidupan yang setengah-setengah. Sukses berarti hanya hal yang mengagumkan dan positif. Sukses berarti kesejahteraan pribadi: rumah bagus, keamanan di bidang keuangan dan kesempatan maju yang maksimal, serta berguna bagi masyarakat. Sukses juga berarti memperoleh kehormatan, kepemimpinan, dan disegani. Dengan demikian sukses berarti self respect, merasa terhormat, terus-menerus merasa bahagia, dan merasakan kepuasan dari kehidupannya. Itu artinya, kita berhasil berbuat lebih banyak hal yang bermanfaat. Dengan kata lain, sukses berarti menang. Namun sayangnya, diera globalisasi seperti sekarang ini, tidak semua entrepreneur berani menyebutkan, bahwa dirinya telah mencapai kesuksesan.
Menurut kami, sebagai wirausahawan, jangan  segan Anda nyatakan: hari ini saya sukses. Dengan begitu, rasa percaya diri itu pun terbangun. Kepercayaan diri yang besar itu, membangkitkan semangat untuk meraih kesuksesan. Dan kesuksesan itu, juga berarti perlu dibagi kepada sesama pebisnis. Betapapun sibuknya wirausahawan yang sukses, dalam dirinya ada jiwa sosial saat diminta membantu wirausahawan lain yang belum sesukses dirinya. Yakinlah, dalam  jiwa seorang wirausahawan sukses, ada keyakinan: Allah itu kekuatanNya besar yang mendorong umatnya, termasuk para wirausahawan, untuk tidak egois. Karena pribadi yang senang melihat orang lain “gagal melulu”, sejatinya sedang menanti gelombang kegagalan menerpanya. Jadi, beranilah berpikir sukses!
Berani Berbeda

Munculkanlah keberanian berpetualang di zaman  baru, kendati untuk itu kita siap membayar harga orang yang menertawakan, mengejek, dan mengkritik kita. 


Mengapa orang menertawakan kita? Atau lebih enteng dari itu, mengapa orang meremehkan kita? Karena kita berbeda. Tapi, apa salahnya jika kita berbeda? Kenyataaannya, menjadi berbeda sudah terjadi sejak kita lahir. Setiap individu di dunia ini  berbeda. Tak ada  seorangpun yang 100 % sama dengan lainnya. Sidik jari kita cukup membuktikan fakta ini – tak ada dua sidik jari yang sama di  dunia. Setiap orang dari kita berbeda – UNIK. Dan keunikan kita memisahkan kita satu dengan lainnya.
Bila kita benar-benar ingin  berhasil dalam hidup ini, munculkanlah bakat ini  dari dalam diri, biarkan ia bersinar begitu terang. Orisinalitas  gagasan, di mana Anda menampakkan “sesuatu yang baru dan terang”, akan membuat keberbedaan itu, memberi nilai lebih bagi pribadi Anda.
Lebih baik kita berani berbeda. Dan, perbedaan kita dari yang lain, adalah wujud ketekunan kita menjadi LEBIH BAIK. Seorang diri, menjadi lebih baik, di antara banyak orang yang berpikiran nyaris sama tentang suatu hal, lalu keberbedaan Anda, diterima banyak orang dan diterima dunia. Luar biasa, bukan.Mari, gunakan energi Anda menghasilkan perbedaan yang bertenaga. Perbedaan yang bernilai.

“Pengusaha swasta memainkan peran lebih besar dalam ekonomi dunia. Pengusaha kecil telah merampas multi miliaran dolar dari bisnis besar.”
John Naisbit

Hukum Menghormat Bendera


Hukum Menghormat Bendera
Tanggal: 20 Maret 2012 | Kategori: Istifta

PERTANYAAN: Hukum memasang dan menghormat bendera RI Khususnya dilingkungan  Pesantren Persis? Dian Kota Banjar

Sebelum membahas kedudukan menghormat bendera, baiklah akan disampaikan terlebih dahulu mengenai beberapa ayat-ayat, hadis-hadis, dan kaidah-kaidah yang mu,tabar di kalangan para ulama mengenai batasan syirik (meyekutukan Allah swt.)

Allah swt. Ta’ala berfirman :

وَمَا أُمِرُوا إِلاَّ لِيَعْبُدُوا اللهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ ...

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam agama dengan lurus. (Al-Quran, surat Al-Bayyinah ayat 5)

وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا

Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan pahala akhirat itu kepadanya. (Al-Quran, surat Ali Imran ayat 145)



Kedua ayat ini menerangkan bahwa hamba Allah harus memurnikan segala ibadahnya hanya karena Allah swt. dan hanya kepada-Nya. Artinya haram bagi hamba Allah swt. Untuk mengibadahi selain-Nya. Pahala Allah swt. hanya akan diberikan kepada hamba-hambanya yang benar-benar memahami dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya makna dari mengharapkan kehidupan akhirat. Maknanya mengharap rida, pahala, dan serga dari Allah swt.

Oleh karena itu setiap ibadah harus didasari oleh niat yang ikhlas, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah saw. Dalam hadis berikut :

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ.

Sesungguhnya segala amal hanyalah menurut niyatnya dan bagi seseorang itu hanyalah akan memperoleh apa yang diniyatkannya. Maka barang siapa (niyat) hijrahnya karena dunia yang hendak diperolehnya atau karena perempuan yang hendak dikawininya, maka (pahala) hijrahnya sesuai dengan niyat untuk apa dia hijrah. (Al-Bukhori, Kitab Bad-il Wahyi)

Berpedoman kepada ayat Al-Quran dan hadis Nabi Shallallhu ‘alaihi wa sallama (di antaranya) tersebut di atas, ‘Ulama menetepkan kaidah :

اَلأُمُورُ بِمَقَاصِدِهَا

Segala sesuatu (perbuatan) tergantung pada tujuannya. (Al-Asybah wa Al-Nazhooir hal 16)

Pengertiannya: Setiap amal perbuatan, baik dalam hubungan dengan Allah swt. maupun dengan sesama makhluq, nilainya ditentukan ole niyat serta tujuan dilakukannya.

Selanjutnya terdapat satu kaidah yang juga disepakati oleh ulama mengenai batasan syirik, yakni

Engkau meyakini pada sebagian makhluk ada kekuatan gaib di balik kekuatan biasa (ilmiyah)



Adapun di dalam urusan ta’bbudi (ibadah mahdhah), selain niatb tentu harus memenuhi rukun dan syarat. Sehingga menentukan sah dan tidak sahnya suat ibadah haruslah diukur dengan dalil-dalil dari Al quran dan As-Sunah. Sedangkan dalam urusan muamalah pada asalnya memilki hokum mubah/boleh/halal. Kecuali apabila didapatkan dalil dari Alquran dan As-Sunah yang meharamkannya.

Niyat, di samping sebagai alat penilai perbuatan, juga dapat merupakan ibadah tersendiri, seperti yang dapat dipaham dari hadis Nabi Shallallhu ‘alaihi wa sallama:

نِيَّةُ الْمُؤمِنِ خَيْرٌ مِنْ عَمَلِهِ (الحديث)

Niyat seseorang mukmin itu lebih baik daripada amalnya (tanpa niyat).

(riwayat Al-At-Thabrani dari Sahal bin Sa’ad, Al-Mu’jam Al-Kabir, 6:185 no. 5942. Abu Nu’aim, Hilyatul Auliyaa wa Thabaqootul Ashfiya, 3:255).

Memperhatikan Pertanyaan, tentu yang menjadi permasalahan pokok bukan menghormat bendera atau memasang bendera, karena pekerjaan itu hanya “Taabi” (pekerjaan yang mengikuti). Dan Taabi’ hukumnya akan mengikuti hokum yang diikuti yang pokok. Oleh karena itu pula, boleh atau tidaknya serta haram atau halalnya menghormat bendera harus dilihat dari mengapa menghornat bendera dan apa yang menjadi permasalahan pokoknya.

Menghormat bendera itu dengan makud menghormatinya sebagai lambang supremasi Negara republik Indonesia. Adanya bentuk-bentuk kerajaan, kekaisaran, dan berkembang munculnya republic, dan lain-lain pada masa Rasulullah saw. Tidak menghapuskannya. Oleh karena itu betuk-bentuk Negara merupakan urusan keduaniaan. Dengan demikian menghormat bendera sebagai lambang dan berdaulatnya suatu suatu Negara hukumnya mubah.

Allah swt. Ta’ala berfirman:

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Dia-lah yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia mengetahui segala sesuatu. (Al-Quran, surat Al-Baqarah ayat 29).

Dan Rasulullah Shallallhu ‘alaihi wa sallama besabda:

إِنَّ اللهَ حَدَّ حُدُودًا فَلاَ تَعْتَدُوهَا وَفَرَضَ لَكُمْ فَرَائِضَ فَلاَ تُضَيِّعُوهَا وَحَرَّمَ أَشْيَاءَ فَلاَ تَنْتَهِكُوهَا وَتَرَكَ أَشْيَاءَ مِنْ غَيْرِ نِسْيَانٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَلَكِنْ رَحْمَةٌ مِنْهُ لَكُمْ فَاقْبَلُوهَا وَلاَ تَبْحَثُوا فِيْهَا.

Sesungguhnya Allah swt. telah membuat batas-batas maka kalian jangan melampauinya. Allah swt. telah mewajibkan beberapa kewajiban bagi kamu, maka janganlah kalian mengabaikannya. Dan Allah swt. telah mengharamkan beberapa perkara, maka kalian jangan melanggarnya. Dan Allah swt. telah membiarkan beberapa perkara, itu bukan karena lupa-Nya, melainkan rahmat daripada-Nya, maka terimalah dan kalian jangan membahasnya. (Riwayat Al-Hakim dari Abu Tsa’labah AL-Khosyaniy, Al-Mustadrok, 5:43 no. 7266)

سُئِلَ رَسُولُ اللهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- عَنِ الْجُبْنِ، وَالسَّمْنِ، وَالْفِرَاءِ، فَقَالَ النَّبِيُّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- : الْحَلالُ مَا أَحَلَّ اللهُ فِي الْقُرْآنِ، وَالْحَرَامُ مَا حَرَّمَ اللهُ فِي الْقُرْآنِ، وَمَا سَكَتَ عَنْهُ فَقَدْ عَفَا عَنْهُ.

Rosulullah Shallallhu ‘alaihi wa sallama ditaya tentang keju, mentega dan keledai liar. Maka Nabi Shallallhu ‘alaihi wa sallama menjawab, “Yang halal itu apa-apa yang Allah swt. halalkan dalam Al-Quran dan yang haram itu apa-apa yang Allah swt. haramkan dalam Al-Quran. Dan apa-apa yang didiamkan oleh Allah swt. maka Allah swt. memaafkannya.” (Riwayat At-At-Thabrani. Al-Mu’jam Al-Kabir, 6:261 no. 6159)

Berdasarkan keterangan tersebut di atas (di antaranya), Ulama menyatakan:

اَلأَصْلُ فِي الأَشْيَاءِ الإِبَاحَةُ، حَتَّى يَدُلَّ الدَّلِيْلُ عَلَى التَّحْرِِيْمِ

Hukum yang pokok dari segala sesuatu adalah boleh, sehingga terdapat dalil yang mengharamkan. (Al-Asybah wa Al-Nazhair hal. 82-83)



Pada masa Rasulullah saw. Pernah dialami oleh para sahabat Rasulullah saw. Bahwa ada di antara pasukan perangnya yang diperintah untuk membawa bendera dan diperintahkan untuk dipertahankan dalam genggaman. Bahkan ketika petugas pembawa bendera pertama terbunuh, maka sahabat lainnya dengan sigap mengambilnya dan kembali mengibarkanya. Tentu pekerjaan sahabat Nabi saw. ini bukan sedang mengibadahi bendera tetapi menempatkannya sebagai suatu lambang.

Akan tetapi apabila dikultuskan atau disakralkan dengan keyakinan bahwa bendera itu memiliki kekuatan gaib dibalik kekuatan bendera sebagai lazimnya. Sebagaimana memberhalakannya orang-orang para penyembah berhala, tentu termasuk syirik. Oleh karena itu menghormat bendera merupakan urusan keduniaan yang hukumnya mubah. Oleh karena itu bukanlah hal yang mustahil apabila suatu Negara mengganti bendera. Jadi, masalah bendera ini jelas merupakan masalah keduniaan, bahkan pada klub-klub sepak bola dan lain-lain memiliki hal itu. (Ustadz Wawan Shofwan,Anggota Dewan Hisbah dan juga Ketua Bidang Dakwah PP Persis).

Sumber : http://www.persatuanislam.or.id

Hukum Donor Darah


Hukum Donor Darah
Tanggal: 19 Maret 2012 | Kategori: Fatwa Dewan Hisbah

SIDANG Dewan Hisbah Pimpinan Pusat Persatuan Islam yang berlangsung mulai dari tanggal 18 - 19 Februari 2012 di Pesantren Persis Ciganitri Kabupaten Bandung, membahas beberapa persoalan isu-isu kontemporer, seperti hukum bank ASI sampai hukum tentang sel punca. Rubrik Dewan Hisbah ini akan menurunkan beberapa hasil kajian dan keputusan dewan hisbah secara berkala, semoga memberi manfaat bagi kaum muslimin. Kali ini kami menurunkan tentang keputusan Dewan Hisbah tentang hukum donor darah. Semoga bermanfaat.

Dewan Hisbah Persatuan Islam setelah:

MENGINGAT:

Firman Allah SWT,

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (173)

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al-Baqarah: 173).



حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah,.(QS.Al - Maidah :  3).

Dalam hal tersebut Rasulullah saw. Ditanya  oleh para Sahabat yang merasa heran  karena yang disamak adalah kulit bangkai. Maka  beliau menjawab :

إنما حرم أكله

" Sesungguhnya diharamkan itu  memakannya"( HR.Al-Jama'ah )



Hadis-hadis Nabi SAW :

تداووا عباد الله فإن الله سبحانه لم يضع داء الا وضع معه شفاء الا الهرم

"Wahai hamba Allah, berobatlah ,karena sesungguhnya Allah  menjadikan sesuatu penyakit pasti  juga menjadikan obatnya  ,kecuali penykit yang satu , yaitu ketuaan." ( HR.Ahmad ).

  

عن جابر عن رسول الله ص أنه قال  ثم لكل داء دواء فإ ذا أصيب دواء الداء برأ بإذن الله عز وجل ( رواه مسلم )

"Tiap penyakit ada obatnya ,jika penyakit telah mendap obat  ( semoga) sembuh lagi  ia dengan  izin Allah  ( HR.Muslim )

عن أنس قال : قال رسول الله ص, إذا دبغ الإهاب فقد طهر ( رواه مسلم)

Dari Anas dia berkata: Rasulullah saw.bersabda :" Kulit apabila disamak maka jadi suci" ( HR.Muslim )

من كان في حاجة أخيه كان الله في حاجته  (رواه البخارى  ومسلم )

" Barangsiapa memenuhi hajat seseorang,maka  Allah akan memenuhi hajat orang itu" (HR.Bukhori, Muslim )



من نفس عن مسلم كربة من كرب الدنيا نفس الله عنه كربة  من كرب يوم القيامة

"Barang siapa melepaskan dari seorang muslim  satu kesusahan dari kesusahan dunia,niscaya Allah akan melepaskan kesusahan akhirat ( HR.Muslim ).   



والله في عون العبد  ما كان العبد  في عون أخيه (رواه مسلم )



"Allahu senantiasa menolong hambanya , selama ia menolong  sudaranya ( HR.Muslim )



لا ضَرَ وَلاَ ضِرَار

"Tidak boleh melakukan sesuatu yang membahayakan jiwa dan tidak boleh pula membahayakan orang lain."



إِنَّ اللهَ إِذَا حَرَّمَ عَلَى قَوْمٍ أَكْلَ شَيْءٍ, حَرَّمَ عَلَيْهِمْ ثَمَنَهُ


"Sesungguhnya jika Allah mengharamkan sebuah kaum untuk memakan sesuatu maka Allah akan haramkan harganya.

Kaidah Fiqhiyah :

الحاجة قد تنزل منزلة الضرورة

"Perkara hajat (kebutuhan) menempati posisi darurat (dalam menetapkan hukum islam), baik bersifat umum maupun khusus".



المشقة تجلب التيسير

"Kesulitan dapat menarik kemudahan

الضرورة تبيح المحظورات

" Keadaan darurat membolehkan  perkara yang dilarang"

ما أبيح  للضرورة  تقدر بقدرها

"Sesuatu yang dibolehkan karena darurat sekedar  untuk mengatasi  kesulitan tertentu "



الأصل في المنافع الإباحة

"Pada dasarnya  segala sesuatu yang bermanfaat adalah mubah (halal)"





MEMPERHATIKAN : 

1.  Sambutan dan pengarahan dari Ketua Dewan Hisbah KH.Usman Sholehuddin

2.  Sambutan dan pengantar dari Ketua Umum PP Persis Prof. Dr. KH. M. Abdurrahman, MA.

3.  Makalah dan pembahasan yang disampaikan oleh: 1. K.H. Taufik Azhar, S.Ag, 2. Dr. Hary Rayadi, Mars AV

4.  Pembahasan dan penilaian dari anggota Dewan Hisbah terhadap masalah tersebut di atas



MENIMBANG:

1.  Darah manusia pada asalnya hukumnya haram.

2.  Mengeluarkan darah untuk kesehatan dianjurkan.

3.  Mengeluarkan darah untuk menolong orang lain yang membutuhkan dengan tanpa madharat bagi pendonor dianjurkan.

4.  Donor darah sudah terbukti menjadi salah satu solusi yang tidak bisa dihindarkan.

5.  Perlu kejelasan hukum tentang donor darah.



Dengan demikian Dewan Hisbah Persatuan Islam



MENGISTINBATH :

Donor darah karena al-hajiyah dan kedaruratan hukumnya mubah.

Demikian keputusan Dewan Hisbah mengenai masalah tersebut dengan  makalah terlampir.

الله يأخذ بأيدينا الى ما فيه خير للإسلام و المسلمين

Bandung,  26 Rabi'ul Awwal 1433 H

19 Februari 2012 M



        DEWAN HISBAH PERSATUAN ISLAM


Sumber : http://www.persatuanislam.or.id