AL QUR'AN

"Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat." (Al Qur'an, 6:155)

NURSING

Kemampuan seorang perawat dalam pemberian terapi pengobatan pada pasien ternyata tak kalah dengan dokter. Hal tersebut tentu sangat bermanfaat, terutama dalam kondisi keterbatasan tenaga dokter.

BISNIS KAOS

Kami melayani pemesanan kaos couple, kelas, angkatan, ataupun komunitas. , Harga cuman 60 ribu/Kaos, Pemesanan bisa sms 085721265252 FB : http://www.facebook.com/pages/Bisnis-Kaos/318312428215504 e-mail : the_slettinkdoll@yahoo.co.id.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

15 Mar 2012

PEMBULUH DARAH

PEMBULUH DARAH

Jenis-jenis pembuluh darah :
-Kapiler,pembuluh darah yang paling halus dengan dinding selapis endotel.
-Arteri,sejak dari aorta cabang-cabang arteri terus bercabang menjadiarteriol selanjutnya menjadi   kapiler.
-Vena,mula-mula sebagai venula yaitu,vena kecil yang menampung darah dari kapiler selanjutnya berkumpul menjadi vena-vena yang makin besar&akhirnya menuju vena kava superior dan interior.

3 karakteristik arteri & vena :
-berdinding tebal
-banyak terdapat otot polos yang melingkar(sirkulier)
-hanya disarafi oleh saraf simpatis

 Lapisan arteri dari dalam ke luar :
Tunika intima
merupakan lapisan paling dalam, terdiri atas sel endotel, lapisan sub endotel merupakan jaringan ikat, dan lapisan paling luar merupakan serat elastis.
Tunika Media merupakan lapisan setelah tunika intima, terutama terdiri atas jaringan ikat, sel otot polos dan jaringan elastis. Arteri yang lebih besar memiliki jaringan elastis yang lebih banyak dibandingkan dengan otot polos. Pada arteri yang lebih kecil jaringan elastis di tunika media digantikan oleh otot polos.
Tunika Adventitia, terutama tersusun atas serabut kolagen dan jaringan elastis. Terdapat syaraf dan pembuluh limfe. Pada arteri yang lebih besar banyak mengandung pembuluh darah yang disebut vasa vasorum.


Karakteristik lapisan pembbulluh darah:
arteri :
-dinding yang kuat
-darah mengalir cepat menuju jaringan

arteriol:
-mempunyai dinding yang kuat
-konstriksi(menyempit secara komplit)
-dilatasi(melebar sampai beberapa kali ukuran normal)

kapler:
-dilengkapi dengan dinding yang sangat tipis
-permeable terhadap subtansi-subtansi bermolekul halus

venul:
-sedikit lebih tebal dari dinding kapiler

vena:
-dinding vena tipis namun berotot
-memiliki sepasang katup semilunar bikuspid

Macam-Macam Sirkulasi
-sirkulasi sistematik
-sirkulasi pulmonal
 Arteri






Vena





 Vena di pencernaan yang membawa nutrien dari sistem pencernaan ke jantung






 Perjalanan darah dalam sirkulasi sistemik, pumonal dan di ruang-ruang jantung



JANTUNG

2. Pericardium:         
-Pericardium Fidrosum
-Pericardium Serosum

Lapisan jantung :                                         
Pericardium=>otot jantung ( miocurdium )=> membran sblh dlm endotelium (endocardium).

Ruang-ruang jantung :
-          Atrium kanan
-          Atrium kiri
-          Ventrikel kanan
-          Ventrikel kiri

Katup-katup jantung :
- Katup Trikuspidalis
- Katup Bikuspidalis
- Katup Semilunar Pulmonalis
- Katup Semilunar Aorti

Arteri yang menyuplai jantung :
-          Arteri koroner kanan memberikan nutrisi pada Atrium kanan, Ventrikel kanan, Dinding  bagian dalam Ventrikel kiri, Nodus SA dan AV
-          Arteri koroner kiri dibagi menjadi dua yaitu :
LAD (left anterior desenden)
LCx (left circumplax)
Memberikan nutrisi pada Nodus AV, Atrium kiri, Dinding bagian samping dan bawah Ventrikel kiri

Sifat-sifat jaringan khusus pada otot jantung :
Kemampuan berkonsentrasi
 -Konduktivitas ( daya antar )
 -Ritme
 -Menerima darah yang kurang oksigen dari seluruh tubuh dan mengirimnya ke paru-paru untuk mendapat oksigen
 -Memompakan darah yang kaya oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh

Jumlah denyutan yang dihasilkan :
SA          = Mampu mencetuskan implus 70-80/menit waktu olah raga berat.
AV         = Dalam keadaan normal hanya menerima dan mengikuti irama dari simpul SA rusak,maka simpul AV akan mengambil alih fungsi  pencetusan implus tetapi dengan frekuensi yang lebih rendah 40-60/menit.
Purkinye = Bila simpul AV rusak,maka pencetus irama jantung diambil alih oleh berkas His dan purkinye dengan irama lebih rendah lagi yaitu,20-40/menit      

                                      
 EKG Jantung



 
Gel. P                          = Depolarisasi Atrium
Komple x QRS           = Depolarisasi Ventrikal
Segmen ST
Gel. T                          = Depolarisasi Ventrikel
Rangsang listrik yang berasal dari nodus SA & menyebar ke atrium, nodus AV & akhirnya keventrikel dapat direkam sebagai bentuk EKG.

Tekanan darah :
SISTOLIK     = Saat ventrikel kita memaksa masuk aorta tekanan naik sampai puncak.
DIASTOLIK  = Selama diastolik tekanan turun nilai terendah  yang dicapai disebut  tekanan diastole.  
                       
 Faktor yang mempengaruhi kerja jantung :
- Beban awal ( preload )
- Kontrak tilitas
- Beban akhir ( after load )
- Frekuensi jantung

HUKUM VAKSIN


HUKUM VAKSIN
(disidangkan pada Jum’at, 5 Jumadats-Tsaniyah 1430 H / 11 Juni 2009)

Pertanyaan dari Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Majelis Kesehatan dan Lingkungan Hidup, tentang status hukum vaksin, khususnya untuk imunisasi polio yang dicurigai memanfaatkan enzim dari babi.

Jawaban:

1.      Dasar Pemikiran
  1. Virus polio adalah virus yang masuk ke tubuh manusia melalui mulut, yang jika tidak ditanggulangi akan menyebabkan cacat fisik (kaki pincang) atau kelumpuhan pada mereka yang menderitanya.
  2. Terdapat sejumlah anak balita yang menderita kelainan sistem kekebalan tubuh yang memerlukan vaksin khusus yang diberikan secara injeksi (IPV). Jika anak-anak yang menderita kelainan sistem kekebalan tubuh tersebut tidak diimunisasi, mereka akan menderita penyakit polio serta sangat dikhawatirkan pula mereka akan menjadi sumber penyebaran virus polio.
  3. Vaksin adalah sebuah senyawa antigen yang terbuat dari virus yang telah dimatikan atau dilemahkan Pada dasarnya vaksin berfungsi untuk meningkatkan sistem kekebalan (imunitas) pada tubuh terhadap virus, yang biasanya dilakukan pada bayi, balita, dan ibu hamil. Adapun usaha memberikan vaksin ke dalam tubuh untuk menghasilkan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit/virus disebut vaksinasi. Di Indonesia praktik vaksinasi yang dilakukan terutama pada bayi dan balita adalah hepatitis B, BCG, polio, dan DPT.
  4. Banyak jenis vaksin yang bersumber dari bahan-bahan yang diharamkan, terutama enzim tripsin yang berasal dari pangkreas babi. Menurut keterangan Prof. Dr. H. Jurnalis Uddin, bahwa dalam proses pembuatan vaksin polio diperlukan bahan dari babi yang disebut enzim tripsin. Tanpa enzim tripsin tersebut tidak mungkin vaksin polio dapat dibuat. Enzim tripsin babi bukanlah bahan baku vaksin, namun hanya dipakai sebagai enzim katalisator pemisah sel.
  5. Tidak digunakannya enzim tripsin sapi atau domba, menurut PT. Biofarma perusahaan yang memproduksi vaksin di Indonesia, karena memerlukan waktu penelitian yang cukup lama dan dana yang besar. Belum ada satu pun perusahaan farmasi di dunia yang memakai enzim tripsin selain babi. Artinya tidak ada pilihan lain, sementara untuk membentengi anak-anak dari serangan virus polio merupakan satu keharusan. Jika tidak, akan terjadi malapetaka yang akan diderita seumur hidup.
2.      Dalil-dalil
Beberapa ayat al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad saw yang dapat dijadikan sandaran untuk  menghukumi masalah vaksin polio ini adalah sebagai berikut:
وَلاَ تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ [البقرة، 2: 195]
Artinya: “…dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, …” [QS. al-Baqarah (2): 195]
عَنْ جَابِرٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ. [رواه مسلم وأحمد والنسائي واللفظ لمسلم]
Artinya: “Diriwayatkan dari Jabir, dari Rasulullah saw, bahwasanya beliau bersabda: Setiap penyakit ada obatnya, maka penyakit telah dikenai obat, semoga sembuh dengan izin Allah.” [HR. Muslim, Ahmad dan an-Nasai]
عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللهَ أَنْزَلَ الدَّاءَ وَالدَّوَاءَ وَجَعَلَ لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءً فَتَدَاوَوْا وَلاَ تَدَاوَوْا بِحَرَامٍ. [رواه أبو داوود]
Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Darda’, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya Allah telah menurunkan penyakit dan obat. dan menjadikan bagi setiap penyakit akan obatnya. Maka hendaklah kamu berobat, tetapi janganlah kamu berobat dengan sesuatu yang haram.” [HR. Abu Dawud]
3.      Analisis hukum
Mencermati dalil-dalil di atas, dapat diambil pengertian bahwa manusia harus senantiasa menjaga diri agar tidak terkena penyakit yang bisa merusak tubuhnya, dan sudah seharusnya berobat jika menderita sakit, sepanjang tidak berobat dengan sesuatu yang haram.
Dalam kasus polio, penyakit ini cukup berbahaya bagi manusia. Di sisi lain, vaksin yang merupakan sarana untuk menghindarkan diri dari penyakit yang berbahaya ini, mengandung unsur babi, - yang jelas haram dimakan dagingnya, - meskipun bukan merupakan bahan baku, melainkan sekedar alat (perantara) untuk memisah sel.
Dalam kajian hukum, menghindarkan diri dari penyakit polio merupakan hajah (kebutuhan), meskipun harus menggunakan vaksin yang memanfaatkan enzim tripsin dari babi. Hal ini sesuai dengan kaidah fiqhiyah yang berbunyi:
الحَاجَةُ تَنْزِلُ مَنْزِلَةَ الضَّرُورَةِ.
Artinya: “Kebutuhan itu menduduki tempat darurat.”
Demikian pula, babi adalah mafsadah, polio juga mafsadah. Menghadapi dua hal yang sama-sama mafsadah ini, harus dipertimbangkan mana yang lebih besar madlaratnya dengan memilih yang lebih ringan madlaratnya. Oleh karena itu, dalam rangka membentengi penyakit polio dibolehkan menggunakan vaksin tersebut. Hal ini sesuai dengan kaidah:
إِذَا تَعَارَضَ مَفْسَدَتَانِ رُعِيَ أَعْظَمُهُمَا ضَرَرًا بِارْتِكَابِ أَخَفِّهِمَا.
Artinya: “Apabila bertentangan dua mafsadah, maka perhatikan mana yang lebih besar madlaratnya dengan dikerjakan yang lebih ringan mafsadahnya.”
Sebagai kesimpulan, dapatlah dimengerti bahwa vaksinasi polio yang memanfaatkan enzim tripsin dari babi hukumnya adalah mubah atau boleh, sepanjang belum ditemukan vaksin lain yang bebas dari enzim itu. Sehubungan dengan itu, kami menganjurkan kepada pihak-pihak yang berwenang dan berkompeten agar melakukan penelitian-penelitian terkait dengan penggunaan enzim dari binatang selain babi yang tidak diharamkan memakannya. Sehingga suatu saat nanti dapat ditemukan vaksin yang benar-benar bebas dari barang-barang yang hukum asalnya adalah haram.

Wallahu a’lam bish-shawab. *fz)

12 Mar 2012

Seputar Jantung

    Jantungterdekat di dalam rongga mediastium yaituh di antara kedua paru paru dan agak condong ke sisi kiri (pada orang dewasa). Bagian dasar terbentang setinggi intercosta ke 3 cm dari sternum dan bagian puncak (apex) berada setinggi 5-6 kiri, panjang 12 cm, lebar 9 cm, berat jantung sekitar 250-300 gram yang di bungkus oleh selaput tipis elastis di sebut pericardium. perikardium terdiri dari 2 lapisan sebelah dalam disebut pericardium visceral yang mempunyai hubungan langsung dengan permukaan jantung, dan lapisan luar di sebut verietal yang bagian depan menempel pada diafgrama. berikut gambar anatomi jantung :


 
    Di antara dua lapisan pericardium terdapat sedikit cairan yang berfungsi sebagai lubrikasi yaitu mengurangi gerakan gesekan yang menyebabkan gerakan memompa dari jatung itu sendiri. Jantung terdiri dari tiga lapisan yaituh, epikardium, miokardium dan endokardium.
Faktor-faktor penyakit jantung :

  1.  Hopertensi dapat mempercepat kadar kolesterol darah
  2. Merokok, yang dapat merubah metabolisme kolestrol
  3. Tingginya kadar kolestrol yang dipengaruh oleh asupan lemak
  4. Obesitas, merupakan faktor penyakit jantung. Obesitas berhubungan dengan kadar kolestrol dan tekanan darah

29 Feb 2012

Kandungan Air Zam-Zam

Persoalannya di sini, mengapa Rasulullah minum air zam-zam dalam keadaan berdiri. Menurut kajian pakar, air zam-zam mengandungi fluorida yang memiliki daya efektif membunuh kuman serta ia mengandungi kalsium dan garam magnesium yang tinggi berbanding air biasa, dari segi saintifik air zam-zam bersifat alkali, jadi air zam-zam boleh meneutralkan asid hidroklorik yang terhasil di dalam perut dan mengurangkan pedih ulu hati. Jadi inilah sebab Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam  minum air zam-zam berdiri supaya air tersebut cepat dapat menetralkan asid yang terhasil dalam perut.

Dijelaskan sebagai berikut :
Dalam kitab yang sama di halaman 271-272, beliau mengatakan, “Sesungguhnya air zam-zam adalah air yang berkah“. Nabi mengatakan, “Air zam-zam adalah makanan yang mengenyangkan dan penyembuh penyakit.” (HR Muslim no 2473).
Dalam hadits yang lain Nabi mengatakan, “Air zam-zam itu sesuai dengan niat orang yang meminumnya.” (HR.Ahmad dan Ibnu Majah dalam Targhib wa Tarhib 2/168 al-Hafidz al-Mundziri mengatakan tentang hadits ini, diriwayatkan oleh Ahmad dengan sanad yang shahih.)
Selain itu, air zam-zam juga mengandungi iodin, sulfat dan nitrat. Kandungan makronutrien yang tinggi khususnya magnesium, sodium dan potassium menyebabkan air zam-zam bersifat nutritif berbanding sumber lain, inilah yang membuatkan air zam-zam dapat menyegarkan para jemaah haji yang meminumnya dan memberi ketahanan anbodi kepada orang yang meminumnya. Di sini saya tunjukkan perbandingan unsur-unsur yang terdapat di dalam air zam-zam dengan air mineral:
PERBANDINGAN UNSUR KIMIA ZAM ZAM dengan AIR BIASA
Air Zam-zam (Mg/l)
Air Biasa
*Klorida (cl) 159,75*Sulfat (SO24) 140*Nitrat (NO3) –*Nitrit (NO2) 0,045*Bikarbonat (HCO3) 398,22*Flour (F) –*Besi (Fe) tak terdeteksi
*Mangan (Mn) 0,014
*Natrium (Na) 318,0
*Kalium (Ca) 182,2
*Zat Padat Terlarut (TDS) 858
*Magnesium (Mg) 6,86
*Zat Organik 2,79-
*Jumlah Mikro Organisme (TPK) 38 kolom/ml
*PH 7,3.
* Mineral : 30* Mineral : 27* Mineral : 15* Mineral : - * Mineral : 32
* Mineral : 0,7
* Mineral : 0
* Mineral : -
* Mineral : 20
* Mineral : 3
* Mineral : 170
* Mineral : 5
* Mineral : -
* Mineral : -
* Mineral : 7,2
Sebagian orang menganalisa bahwa kejadian Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, minum sambil berdiri adalah disaat berdesakannya insan pada waktu haji wada’,  namun sangat disayangkan pendapat tersebut tidak berdasarkan ilmu yang benar. Karena telah jelas hadits bahwa kejadian tersebut saat Rasulullah berada di dalam rumah seorang wanita anshar yang bernama Kabsyah. Yang mana peristiwa tersebut disaksikan langsung oleh Aisyah. Berdasarkan penjelasan berikut :

عن كبشة قالت : دخل علي رسول الله صلى الله عليه وسلم فشرب من في قربة معلقة قائما فقمت إلى فيها فقطعته

Dari Kabsyah ia berkata : Rasulullah masuk ke rumahku, kemudian Beliau minum dari mulut bejana (dari kulit) yang tergantung sambil berdiri. Lantas aku berdiri ke bejana tersebut dan memotong talinya” [HR. At-Tirmidzi no. 1892 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albaniy dalam Shahih Sunan At-Tirmidziy 2/335].

عن عائشة : ان النبي صلى الله عليه وسلم دخل على امرأة من الأنصار وفي البيت قربة معلقة فاختنثها وشرب وهو قائم

Dari ‘Aisyah : Bahwasannya Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam pernah masuk ke rumah seorang wanita Anshar yang di dalamnya ada bejana (kulit) yang tergantung. Beliau membelokkan mulut bejana itu dan meminumnya dalam keadaan berdiri” [HR. Ahmad 6/161; dihasankan oleh Al-Arna’uth dalam Takhriij ‘alal-Musnad 42/165-166].
Dialah Kabsyah binti Rafi’ bin Mu’awiyah bin ‘Ubaid bin al-Abjar al-Khudriyyah, istri dari Muadz yang juga disebut Kabsyah al Anshariyah yang terhitung masuk Islam bersamaan dengan seluruh bani Abdul Asyhal merupakan perempuan pertama yang berba’iah kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam di Madinah. Di masa sakitnya, ia pernah memenuhi panggilan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam untuk sebuah tugas memutus sebuah perkara untuk bani Quraizhah. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam menilai putusan itu sangat adil, Beliau bersabda, ”Engkau telah memutuskan hukuman sesuai dengan hukum Allah dan hukum Rasul-Nya” Ini menjadi sandaran atau dalil bahwasanya boleh wanita duduk menjadi hakim disaat menentukan suatu putusan Hukum.
1. Mazhab Al-Hanafiyah
Menurut pandangan mazhab ini, makan dan minum sambil berdiri hukumnya adalahkarahah tanzih. Maksudnya dibenci atau tidak disukai.
Namun mazhab ini mengecualikannya dengan mengatakan bahwa dibolehkan minum air zamzam atau air bekas wudhu sambil berdiri.
Pendapat mazhab ini bisa kita lihat dalam Ibnu Abidin jilid 1 halaman 387.
2. Mazhab Al-Malikiyah
Dalam pandangan mazhab ini, hukum makan dan minum sambil berdiri dibolehkan, tidak ada larangan. Jadi siapa pun boleh untuk makan atau minum sambil berdiri.
Kalau kita teliti kitab-kitab seperti Al-Fawakih Ad-Dawani jilid 2 halaman 417 dan Al-Qawanin Al-Fiqhiyah halaman 288, maka kita akan dapat keterangan seperti itu.
3. Mazhab As-Syafi’iyah
Mazhab ini mengatakan bahwa minum sambil berdiri adalah khilaful aula (menyalahi keutamaan). Jadi bukan berarti haram hukumnya secara total.
Silahkan periksa kitab Asy-Syafi’iyah, semisal kitab Raudhatuttalibin jilid 7 halaman 340 dan kitab lainnya seperti Mughni Al-Muhtaj jilid 1 halaman 250.
4. Mazhab Al-Hanabilah
Dalam pandangan salah satu riwayat mazhab ini, dikatakan bahwa mazhab ini cenderung tidak mengatakan ada karahah (kebencian) untuk minum dan makan sambil berdiri.
Namun dalam riwayat yang lain malah disebutkan sebaliknya, yaitu mereka mengatakan justru ada karahah (kebencian).
Silahkan periksa Kitab Kasysyaf Al-Qinna’ jilid 5 halaman 177 dan juga kitab Al-Adab Asy-Syar’iyah jilid 3 halaman 175-176.

23 Feb 2012

Cara Mudah Kurangi Asupan Garam

KEBUTUHAN orang dewasa akan garam secara maksimal hanya 2.300 miligram atau satu sendok teh secara keseluruhan per hari. Sedangkan untuk usia 51 tahun ke atas atau memiliki penyakit seperti tekanan darah tinggi, ginjal, atau diabetes, maka dibatasi 1.500 miligram per hari.

Sodium  atau elemen natrium merupakan komponen utama yang harus dihindari dari garam. Karena dalam waktu panjang akan menyebabkan risiko seperti tekanan darah tinggi, gagal jantung, gagal ginjal kronis, dan diabetes.

Berikut tips utntuk mengurangi asupan garam, seperti yang dikutip dari situs Health.

1. Lebih banyak konsumsi makanan rumahan. Makanan yang dimasak dari awal secara alamiah lebih rendah garam.

2. Ganti makanan Anda ke jenis yang rendah garam. Pilihlah jenis makanan dengan label kandungan garam sebanyak 140 mg per saji.

3. Berkreasilah dengan membumbui makanan Anda dengan menggunakan rempah-rempah, herbal, lemon, bawang putih, jahe, cuka dan merica. Kurangi konsumsi saus instan, buatlah sendiri saus kreasi yang lebih menyehatkan.

4. Batasi konsumsi soft drink atau soda.

5. Hindari makanan kalengan atau makanan siap saji yang sudah diproses. Kebanyakan makanan jenis ini pasti terasa lebih asin karena kandungan garamnya lebih banyak. Hal ini dikarenakan garam juga dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur.(*/OL-06)

from : http://www.metrotvnews.com/read/news/2012/02/23/82867/Cara-Mudah-Kurangi-Asupan-Garam/11

22 Feb 2012

Fisiologi Cairan dan Elektrolit Tubuh

Fisiologi Cairan dan Elektrolit Tubuh

cairan tubuh terdiri dari 3 bagian, yaitu intrasel (CIS) dan ekstrasel (plasma darah, intertisial)
untuk memahami, cairan intrasel berada didalam sel dan ekstrasel berada didalam sel. Cairan ekstrasel (CES) dibagi dua yaitu cairan intravaskuler (berada dalam pembuluh darah) dan cairan intertisial berada diluar sel dan diluar pembuluh darah.

Distribusi Cairan Tubuh
Air merupakan komponen terbesar dari tubuh, sekitar 45- 75% total berat badan, ⅔ nya merupakan cairan intrasel dan sisanya ekstrasel dengan ¼ nya tardapat pada intravaskuler dan ¾ sisanya merupakan intertisial. Lemak tubuh bebas air, sehingga yang kurus memiliki jumlah air lebih banyak dibanding yang gemuk.
Distribusi cairan tubuh adalah relatif tergantung pada ukuran tubuh itu sendiri.
  • dewasa 60%
  • anak-anak 60 – 77%
  • infant 77%
  • embrio 97%
  • manula 40 – 50 %
pada manula, prosentase total cairan tubuh berkurang dikarenakan sudah mengalami kehilangan jaringan tubuh.
  • intracellular volume = total body water – extracellular volume
  • interstitial fluid volume = extracellular fluid volume – plasma volume
  • total bloods volume = plasma volume / (1 - hematocrite)

Fungsi Cairan Tubuh
  • memberi bentuk pada tubuh
  • berperan dalam pengaturan suhu tubuh
  • berperan dalam berbagai fungsi pelumasan
  • sebagai bantalan
  • sebagai pelarut dan tranfortasi berbagai unsur nutrisi dan elektrolit
  • media untuk terjadinya berbagai reaksi kimia dalam tubuh
  • untuk performa kerja fisik
Regulasi Cairan Tubuh
Tubuh memiliki mekanisme pengaturan untuk mempertahankan komposisi cairan agar dalam kondisi yang setimbang atau tetap. Banyak organ yang terlibat dalam proses mekanisme ini.
Normal kebutuhan cairan adalah 35 cc/KgBB/hr. Namun bila dirata-ratakan, kebutuhan intake (masukan) air pada orang dewasa adalah dari ingesti liquid 1500 cc, daro makanan 700 cc, air dari oksidasi 200 cc sehingga totalnya 2400 cc/hari. Sedangkan untuk pengaturan keseimbangan cairan tubuh terdapat mekanisme pembuangan cairan tubuh yang melibatkan berbagai organ. Organ tersebut adalah melalui kulit 300-400 cc berupa keringat dan penguapan namun tergantung pada aktivitas dan suhu. Dari paru-paru300-400 cc berupa uap air dari ekspirasi. Dari GIT sekitar 200 cc/ hari dan akan meningkat pada kasus diare. Pengeluaran air yang terbanyak terjadi di ginjal, sekitar 1200-1500 cc/hr. Ketika defisit volume cairan ekstraseluler, maka akan terjadi beberapa mekanisme
  • diproduksi ADH (anti diuretic hormone) yang berfungsi untuk mereabsorpsi air
  • aldosteron diproduksi oleh corteks adrenal, berfungsi untuk mereabsorpsi Na yang . berefek pada peningkatan air di ekstraseluler
  • renin yang dilepaskan sel jukstaglomerural ginjal, berfungsi untuk vasokontriksi . . dan sekresi aldosteron.

Proses Perpindahan Cairan Tubuh
a. Difusi
Perpindahan partikel melewati membran permeabel dan sehingga kedua kompartemen larutan atau gas menjadi setimbang. Partikel listrik juga dapat berdifusi karena ion yang berbeda muatan dapat tarik menarik. Kecepatan difusi (perpindahan yang terus menerus dari molekul dalam suatu larutan atau gas) dipengaruhi oleh :
  • ukuran molekul ( molekul kecil lebih cepat berdifusi dari molekul besar)
  • konsentrasi molekul (molekul berpindah dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah)
  • temperatur larutan (temperatur tinggi meningkatkan kecepatan difusi)
b. Osmosis
Pelarut bergerak melewati membran menuju larutan yang berkonsentrasi lebih tinggi. Tekanan osmotik terbentuk ketika dua larutan berbeda yang dibatasi suatu membran permeabel yang selektif. Proses osmosis (perpindahan pelarut dari dari yang konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi), dipengaruhi oleh :
  • pergerakan air
  • semipermeabilitas membran.
c. Transfor Aktif
Merupakan proses pemindahan molekul atau ion yang memiliki gradien elektrokimia dari area berkonsentrasi rendah menuju konsentrasi yang lebih tinggi. Pada proses ini memerlukan molekul ATP untuk melintasi membran sel.
d. Tekanan Hidrostatik
Gaya dari tekanan zat cair untuk melawan tahanan dinding pembuluh darah. Tekanan hidrostatik berada diantara arteri dan vena (kapiler) sehingga larutan ber[indah dari kapiler ke intertisial. Tekanan hidrostatik ditentukan oleh :
  • kekuatan pompa jantung
  • kecepatan aliran darah
  • tekanan darah arteri
  • tekanan darah vena
e. filtrasi
Filtrasi dipengaruhi oleh adanya tekanan hidrostatik arteri dan kapiler yang lebih tinggi dari ruang intertisial. Perpindahan cairan melewati membran permeabel dari tempat yang tinggi tekanan hidrostatiknya ke tempat yang lebih rendah tekanan hidrostatiknya.
f. Tekanan Osmotik Koloid
Terbentuk oleh larutan koloid (protein atau substansi yang tidak bisa berdifusi) dalam plasma. Tekanan osmotik koloid menyebabkan perpindahan cairan antara intravaskuler dan intertisial melewati lapisan semipermeabel. Hal ini karena protein dalam intravaskuler 16x lebih besar dari cairan intertisial, cairan masuk ke capiler atau kompartemen pembuluh darah bila pompa jantung efektif.


Elektrolit Tubuh
elektrolit tubuh, bisa terlarut dalam air atau dalam larutan lain. Elektrolit memiliki fungsi fisiologis yang khusus didalam tubuh seperti misalnya dalam proses kerja neuromuskuler. Elektrolit bermuatan listrik positif (kation), biasanya berupa unsur logam, dan bermuatan negatif (anion), merupakan unsur non logam. Beberapa kation utama dalam tubuh adalah natrium (Na+), kalium/potasium (K+), kalsium (Ca²+), magnesium (Mg²+). Sedangkan anion utama dalam tubuh adalah klorida (Clˉ ), bikarbonat (HCO3ˉ), phospat (HPO4ˉ ).
Komposisi elektrolit tubuh

Jenis elektrolit
Intresel (mEq/L)
Ekstrasel (mEq/L)
Na
K
Ca
Mg
Cl
HCO3
phosphat (HPO4)
sulfat (SO4)

15-20
150-155
1-2
27-29
1-4
10-12
100-104
2
135-154
3,5-5
4,5-5,5
4,5-5,5
98-106
25-27
1,7-1,4
1
a. Natrium / Sodium
Fungsi dasar dari natrium adalah mengatur volume CES, meningkatkan permeabilitas membran, mengatur tekanan osmotik vaskuler, mengontrol distribusi cairan intraseluler dan ekstraseluler, berperan dalam hantaran inpuls sarap, memelihara iritabilitas neuromuskuler.
b. Kalium / Potasium
Fungsi dasar kalium adalah mengatur CIS, membantu transmisi inpuls sarap, berperan/membantu kontraksi otot skeletal dan otot polos, membantu reaksi enzimatik pada proses metabolisme karbohidrat dan restrukturisasi asam amino menjadi protein, menhaut keseimbangan asam-basa (bertukar tempat dengan ion hidrogen).
c. Calsium
Fungsi dasar dari kalsium adalah mendukung kekuatan dan penyusun tulang dan gigi, membentuk ketebalan dan kekuatan membran sel, membantu transmisi impuls sarap, menurunkan eksitabilitas neuromuskuler, bahan pentung pembekuan darah, membantu absorbsi dan penggunaan vit B12, mengaktifkan reaksi enzim dan sekresi hormon.
d. Magnesium
Fungsi dasar magnesium adalah mengaktifkan sistem enzim, sebagian besar bersama dengan metabolisme vit B dan penggunaan K, Ca dan protein. Membantu regulasi kadar serum kalsium, pospor dan kalsium. Membantu aktivitas neuromuskuler.

Keseimbangan Asam Basa
keseimbangan asam basa berkenaan dengan homeostasis konsentrasi ion hidrogen dalam cairan ekstrasel. Sedikit perubahan pada konsentrasi ion hidrogen akan menyebabkan perubahan berbagai reaksi kimia intrasel. Tanda pH digunakan untuk menunjukan konsentrasi ion hidrogen dalam cairan tubuh, normalnya sekitar 7,35 – 7,45. ion hidrogen (H+ ), adalah proton dan bermuatan positif. Keberadaan ion hidrogen dengan konsentrasi tertentu menyebabkan suatu larutan berada dalam keadaan asam, netral ataupun alkalin (basa). Peningkatan kadar H+ menyebabkan suasana menjadi asam. Bila H+ berkurang, larutan menjadi alkalis dan pH meningkat, larutan dalam kondisi basa. Asam pH < 7, netral pH = 7, basa pH > 7.
cairan tubuh memiliki pH 7,34 – 7,45. dikatakan asidosis apabila pH < 7,35 (konsentrasi ion hidrogen meningkat) dan dikatakan alkalosis bila pH > 7,45 (konsentrasi ion hidrogen menurun).

Pengaturan Keseimbangan Asam-Basa
Tubuh memiliki tiga sistem kontrol dalam pengaturan keseimbangan asam basa untuk mengatasi atau menghindari kondisi asam ataupun basa. Sistem tersebut adalah sistem buffer, respirasi dan ginjal.
a. sistem buffer
Semua cairan tubuh dilengkapi dengan acid-base buffer system (yaitu beberapa senyawa kimia yang bisa mengubah konsentrasi ion hidrogen ketika larutan dalam suasana asam atau basa). Sistem buffer bereaksi ketika ada perubahan konsentrasi ion hidrogen.
Ada beberapa senyawa kimia sistem buffer dalam cairan tubuh, bicarbonate-carbonic acid system (carbinate system) adalah sistem buffer yang utama. Carbonate system terdiri dari carbonic acid ( H2CO3 --- HCO3ˉ + H+) dan sodium bicarbonate (NaHCO3 --- HCO3ˉ + Na+). Pada cairan ektraseluler, pH dapat dikembalikan ke kondisi normal oleh sistem buffer ini karena asam karbonat adalah asam lemah dan bikarbonat adalah basa lemah.
Secara reaksi kimia dapat digambarkan sebagai berikut
CO2 + H2O ------- H2CO3 ------- HCO3ˉ + H+
Apabila terjadi peningkatan konsentrasi ion hidrogen di ekstraseluler, maka reaksi akan mengarah ke kiri, namun bila terjadi penurunan konsentrasi ion hidrogen, maka reaksi akan mengarah ke kanan.
b. Sistem Respirasi
Pengaturan keseimbangan asam-basa pada respirasi melalui pengontrolan kadar karbon dioksida (CO2). Dalam cairan ektraseluler laju metabolisme akan mempengaruhi jumlah karbon dioksida. CO2 secara kontinyu dibentuk dalam proses metabolisme intrasel yang berbeda. Mekanisme pengaturan respirasi akan berespon sesaat setelah terjadi perubahan level CO2. Ketika CO2 meningkat di cairan ekstrasel, maka napas akan cepat dan dalam sehingga CO2 dapat dikeluarkan.
c. Pengaturan Konsentrsi Ion Hidrogen Oleh Ginjal
ginjal mengatur pH pada cairan ekstrasel dengan mengeluarkan ion hidrogen atau ion bikarbonat (HCO3ˉ ) dari cairan tubuh. Bila konsentrasi bikarbonat lebih dari normal maka ginjal akan mengekskresikannya sehingga urin menjadi alkalin, bila ion hidrogen di ekskresikan maka urin menjadi asam. Pengaturan pH oleh ginjal tidak bisa cepat namun akan berlangsung beberapa jam atau hari untuk bisa mengembalikan asam-basa dalam keadaan seimbang.


Daftar Pustaka
DeLaune. Sue C., (2002), Fundamental of Nursing Standar &Practice, Louisiana USA, Delmar
Guyton, (2005), Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit, Jakarta, EGC