AL QUR'AN

"Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat." (Al Qur'an, 6:155)

NURSING

Kemampuan seorang perawat dalam pemberian terapi pengobatan pada pasien ternyata tak kalah dengan dokter. Hal tersebut tentu sangat bermanfaat, terutama dalam kondisi keterbatasan tenaga dokter.

BISNIS KAOS

Kami melayani pemesanan kaos couple, kelas, angkatan, ataupun komunitas. , Harga cuman 60 ribu/Kaos, Pemesanan bisa sms 085721265252 FB : http://www.facebook.com/pages/Bisnis-Kaos/318312428215504 e-mail : the_slettinkdoll@yahoo.co.id.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

9 Mei 2011

SISTEM ENDOKRIN

A.  FUNGSI
Sistem endokrin memiliki fungsi untuk mempertahankan homeostatis, membantu mensekresikan hormon-hormon yang bekerja dalam sistem persyarafan, pengaturan pertumbuhan dan perkembangan dan kontrol perkembangan seksual dan reproduksi.
Hormon merupakan senyawa kimia yang khusus diproduksi oleh kelenjar endokrin tertentu . Terdapat hormon setempat dan hormon umum. Contoh darihormon setempat adalah: Asetilkolin yang dilepaskan oleh bagian ujung-ujung syaraf parasimpatis dan syaraf rangka. Sekretin yang  dilepaskan oleh dinding duodenum dan diangkut dalam darah menuju pankreas untuk menimbulkan sekresi pankreas dan Kolesistokinin yang  dilepaskan di usus halus, diangkut ke kandung empedu sehingga timbul kontraksai kandung empedu dan pankreas sehingga timbul sekresi enzim.
Selain hormone setempat terdapat hormon umum. Yang dimaksud dengan hormon umum adalah hormon yang disekresikan oleh kelenjar endokrin khusus. Beberapa hormon mempengaruhi hampir semua sel tubuh misalnya hormon pertumbuhan dan hormon tiroid. Hormon lain hanya mempengaruhi jaringan spesifik yang disebut jaringan target, hal ini disebabkan adanya reseptor sel target spesifik yang akan mengikat hormon-hormon tertentu yang sesuai.
 B. SEGI KIMIAWI HORMON
Secara kimiawi hormon dapat dibagi dalam tiga jenis yaitu:
1.      Hormon steroid; Sebagian besar tipe ini berasal dari kolesterol. Contoh hormon ini adalah hormon Korteks adrenal seperti kortisol dan aldosteron, hormon Ovarium yaitu estrogen dan progesteron, hormon testis yaitu testosteron dan hormon plasenta (estrogen dan progesteron).
2.      Derivat asam amino tirosin; Contoh dari hormone jenis ini DlH Tiroksin, triiodotironin, epinefrin, dan norepinefrin
3.      Protein atau peptida; Pada dasarnya semua hormon endokrin yang penting dapat merupakan derivat protein, peptida atau derivat dari keduanya. Semua hormon protein dibentuk oleh retikulum endoplasma granular dari sel-sel kelenjar. Protein pertama yang dibentuk merupakan molekul besar yang disebut preprohormon. Preprohormon di pecah menjadi prohormon . Prohormon diangkut dalam vesikel pengangkut retikulum endoplasma menuju badan golgi
   C. PENYIMPANAN DAN SEKRESI HORMON
Prohormon dipecah  menjadi hormon protein aktif bentuk akhir. Hormon dipadatkan dan disimpan dalam vesikel sekretorik atau granula sekretorik. Hormon akan tetap disimpan sampai dengan ada sinyal spesifik misalnya sinyal syaraf, hormon lain atau sinyal kimiawi atau fisik setempat.
D. SISTEM KONTROL UMPAN BALIK DALAM SEKRESI HORMON.
Kelenjar endokrin memiliki kecenderungan alami untuk mensekresikan secara berlebihan hormonnya. Oleh karena kecenderungan ini hormon akan semakin menggunakan efek pengaturannya pada organ target. Organ target kemudian akan melakukan fungsinya. tapi bila terlalu  banyak fungsi yang terjadi, biasanya beberapa faktor dari fungsi  itu akan menjadi umpan balik bagi kelenjar endokrin sehingga kelenjar mengurangi kecepatan sekresinya. Dalam arti kata lain, sistem umpan balik pada sistem endokrin adalah dimana efek dari suatu hormon pada organ targetnya akan mengurangi sekresi hormon itu sendiri. Hal ini terjadi untuk menjaga keseimbangan.
 E. RESEPTOR HORMON DAN AKTIVITASNYA
Hormon endokrin hampir tidak pernah bekerja langsung pada sistem intraseluler. Hormon biasanya pertama kali bergabung dengan reseptor hormon yang terdapat pada sel. Kombinasi hormon dengan reseptor menimbulkan satu rangkaian reaksi di dalam sel sehingga memiliki efek yang besar.
Lokasi Reseptor
Di dalam atau pada permukaan membran sel. Reseptor ini khusus untuk hormon golongan protein,peptida,  epinefrin dan norepinefrin. Reseptor juga ada yang terletak di dalam sitoplasma sel. Reseptor  ini untuk berbagai hormon steroid. Reseptor yang berada di dalam inti sel. Reseptor ini untuk hormon metabolik tiroid seperti tiroksin dan triiodotironin.
 F. KELENJAR HIPOFISIS
  1. Anatomi Kelenjar  Hipofisis / Kelenjar Pituitary
Kelenjar hipofisis terletak dibawah hipotalamus. Terdapat dua lobus yaitu anterior dan posterior. Perbedaan adenohipofisis dengan neurohipofisis adalah dalam adanya sel sekretorik Lobus anterior disebut Adenohipofisis (lobus terbesar). Lobus Posterior disebut Neurohipofisis. Neurohipofisis sebagian besar merupakan sekumpulan ujung-ujung syaraf dari hipotalamus (sel-sel neurosekretorik). Akson dari sel syaraf neurosekretorik turun ke bawah membentuk tangkai yang disebut dengan infundibulum ke kelenjar hipofisis membentuk hubungan langsung antara sistem syaraf dengan sistem endokrin. Neurosekretorik sel hipotalamus lain mensekresikan releasing hormon ke pembuluh darah portal dan dibawa ke sel sekretorik di adenohipofisis dan sel sekretorik memberikan respon dengan mensekresikan hormon.
2. Hubungan antara hipotalamus dengan hipofisis
Kelenjar hipofisis  disebut “master Gland” walaupun ada juga yang menyebut master gland sebenarnya adalah hipotalamus. Hipotalamus mensekresikan hormon releasing factor atau inhibiting factor. Neurohipofisis merupakan neuron dengan akson tak bermyelin. Hormon diproduksi di badan sel di hipotalamus dan disekresikan oleh ujung sel yang ada di hipofisis.
3. Hormon hipotalamus
Hipotalamus mengeluarkan hormon-hormon sebagai berikut:
a.      Growth Hormon Releasing Factor (GHRF)
b.      Growth Hormon inhibiting Factor (GHIF)
c.       Prolactin Inhibiting Factor (PIH)
d.     Prolactin Releasing Factor (PRF)
e.      Thyrotropin Releasing Hormon (TRH)
f.        Gonadotropik Releasing Hormon (GnRh )
g.      Corticotropic Releasing Hormon (CRH)
h.      Follicle Stimulating Hormone Releasing Factor (FSHRH)
4. Hormon Neurohipofisis
Hormon yang disekresikan oleh Neurohipofisis adalah Antidiuretik Hormon/Vasopresin dan Oksitosin.
a. Antidiuretik Hormon/Vasopresin
Organ target  antidiuretik hormone adalah ginjal. Hormon ini bekerja di epitel tubulus ginjal. Meningkatkan absorpsi air di duktus kolektifus ginjal, kontraksi otot polos di arteriol, meningkatkan tekanan darah. Antidiuretik hormone/ADH berperan penting dalam pengaturan keseimbangan cairan tubuh. Kekurangan hormon ini menyebabkan diabetes insipidus
            b. Oksitosisn
Oksitosin  berfungsi merangsang kontraksi kontraksi otot polos di uterus saat melahirkan dan merangsang myoepitel sel di payu dara menyebabkan kontraksi myoepitel sehingga terjadi pengeluaran ASI.
 5. Hormon Adenohipofisis
Hormon yang disekresikan oleh Adenohipofisis adalah: Growth Hormone, Prolaktin, Adrenocortricotropic Hormone, Luteinizing Hormone, Follicle-Stimulating Hormone, Melanocyte Stimulating Hormone, dan Thyroid Stimulating Hormone
            a.      Growth Hormon
Growth hormon disebut sebagai hormon somatotropik atau somatotropit. Hormon ini menyebabkan pertumbuhan seluruh jaringan tubuh yang memang mampu untuk tumbuh. Growth Hormon menyebabkan penambahan ukuran sel dan meningkatkan proses mitosis yang diikuti dengan bertambahnya jumlah sel dan diferensiasi khusus dari beberapa tipe sel seperti sel-sel pertumbuhan tulang dan sel-sel otot .
Efek Metabolik Hormon Pertumbuhan
Hormon pertumbuhan/ growth hormon menyebabkan peningkatan kecepatan sintesis protein diseluruh sel-sel tubuh, meningkatkan mobilisasi asam lemak  bebas dalam darah, dan meningkatkan penggunaan asam lemak untuk energi, dan menurunkan kecepatan pemakaian glukosa diseluruh tubuh.Jadi, sebenarnya, efek hormon pertumbuhan adalah meningkatkan protein tubuh, menggunakan lemak dari tempat penyimpangan, dan menghemat karbohidrat.
   b.      Prolaktin
    Prolaktin memiliki fungsi sebagai berikut:
1)      Bersama dengan estrogen merangsang pembentukan sistem duktus di kelenjar air susu selama kehamilan
2)      Merangsang pembentukan ASI setelah proses kelahiran
   c.       Thyroid Stimulating Hormon
  Tyroid Stimulating Hormon atau TSH disebut juga Thyrotropin dan  Merangsang sintesa dan sekresi hormon tiroid.
   d.     Adrenocortricotropic Hormon
 Adrenocorticotropic Hormon d(ACTH) isebut juga corticotropin atau adrenocortricotropin berfungsi merangsang korteks adrenal untuk mensekresikan hormon steroid yaitu glukokotikoid.
   e.      Luteinizing Hormon
Luteinizing hormon merangsang proses ovulasi (pelepasan sel telur matang dari ovarium setiap bulannya) dan pada laki-laki merangsang pengeluaran hormon testosterone.
   f.        Filllicle-Stimulating Hormone
Follicle Stimulating Hormon disebut juga follitropin, berfungsi merangsang pertumbuhan follikel di ovarium menjadi sel telur yang matang dalam siklus menstruasi, Juga merangsang folikel untuk mensekresikan estrogen. Pada laki-laki berperan dalam produksi sperma (spermatogenesis).
   g.      Melanocyte Stimulating Hormon
Fungsi pasti belum jelas, fungsi yang telah teridentifikasi adalah meningkatkan aktivitas melanosit.
 G. KELENJAR TIROID

1. Anatomi Kelenjar Tiroid
Kelenjar tiroid terletak di Leher, didepan trachea. Terdiri dari dua lobus yaitu kiri dan kanan, agian tengah sebagai penghubung disebut Isthmus. Kelenjar tiroid merupakan kumpulan dari ratusan bahkan ribuan follikel seperti bola dan hormon tiroid disimpan didalamnya. Follikel tersusun atas lapisan tunggal dari sel epitel kuboid. Kelenjar tiroid teridiri dari dua jenis sel yaitu sel follikular dan sel parafollikular. Sel follikular merupakan sel utama , ukuran Sel parafollikular lebih besar dari sel follikuler. Kelompok sel  parasfollikuler ditemukan diantara follikel.
2. Hormon Kelenjar Tiroid
Kelenjar tiroid menghasilkan hormone tiroksin, Triiodotironin dan Kalsitonin/ Tirokalsitonin. Kelenjar tiroid satu-satunya kelenjar yang mampu menyimpan sekresinya diluar sel utamanya dan disimpan dalam bentuk yang berbeda dengan bentuk asli dari hormonnya yang disekresikan ke pembuluh darah.Bahan kimia yang disimpan akan dipecah terlebih dahulu oleh suatu enzim sebelum dilepaskan ke pembuluh darah. Karena banyaknya pembuluh darah yang melalui follikel maka hormon tiroid dapat dengan mudah keluar ke kapiler.
 a. Tiroksin dan Triiodotironin
Molekul tiroksin memiliki 4 atom yodium sehingga sering disebut tetraiodotironin atau T4. Molekul Triiodotironin memiliki 3 atom yodium sehingga disebut T4. Sel Parafollikuler (disebut juga sel C) menghsailkan kalsitonin yangberperan dalam menurunkan kadar kalsium darah
T3 dan T4 berperan dalam Meningkatkan metabolisme tubuh, Meningkatkan sensitivitas sistem kardiovaskular terhadap aktivitas simpatis dan Homeostasis otot skeletal
        b.      Kalsitonin
Kalsitonin berperan dalam menurunkan kadar kalsium darah. Kalsitonin bekerja langsung pada osteoklas untuk mengurangi efektivitasnya dalam reabsorpsi kalsium juga memberikan dampak meningkatnya pergerakan kalsium dari darah ke tulang. Kalsitonin bekerja hanya dalam waktu pendek. Untuk pengaturan jangka panjang diatur oleh hormon paratiroid. Cara kerja kalsitonin lebih dirangsang secara langsung oleh kadar kalsium darah daripada diatur oleh pusat yang lebih tinggi dengan mekanisme umpan balik dari hipotalamus-hipofisis. Kalsitonin juga menurunkan kadar posfat dalam darah.
 H. KELENJAR PARATIROID
1. Anatomi Kelenjar Paratiroid
Kelenjar paratiroid terletak pada bagian belakang kelenjar tiroid. Terdapat dua kelenjar paratiroid  dalam masing-masing lobus kelenjar tiroid. Tugas utama adalah mengatur kadar kalsium dan posfatdalam darah.
2. Kerja hormon paratiroid dalam menjaga keseimbangan klasium darah dapat dijabarkan sebagai berikut:
a.      Merangsang aktivitas osteoklas untuk menghancurkan jaringan tulang dan melepaskan kalasium dari tulang kedalam darah
b.      Meningkatkan absorpsi kalsium dan posfat di usus halus. Proses ini memerlukan asupan vit D yang adekuat dari Diet dan hormon 1,25-dihydroxyvitamin D3 yang di produksi di ginjal
c.       Meningkatkan reabsorpsi kalsium di tubulus ginjal sehingga kalsium yang dibuang ke urine lebih sedikit.
Tiga hormon yang berperan dalam pengaturan kalsium darah:
1.      Kalsitonin yang menurunkan kalsium darah dengan menghanmbat reabsorpsi dari tulang
2.      Paratiroid hormon yang meningkatkan kadar kalsium darah dengan melepaskan kalsium dari tulang dengan merangsang osteoklas dan meningkatkan reabsorpsi di tubulus ginjal
3.      1,25-dihydroxyvitamin D3 dari ginjal meningkatkan absorpsi kalsium di usus dan mobilisasi kalsium dari tulang

Secara  skematik, pengaturan kalsium dapat digambarkan pada halaman  berikut:
 I. KELENJAR PANKREAS

1. Anatomi Kelenjar Pankreas

Kelenjar pancreas terletak di belakang lambung. Terdiri dari bagian kepala, badan dan ekor, memiliki dua fungsi yaitu endikrin dan eksokrin. Fungsi eksokrin dengan mengeluarkan enzim-enzim yang disekresikan kedalam saluran/duktur  sedangkan Fungsi endokrin dengan sekresi langsung kedalam pembuluh darah. Bagian pankreas yang berfungsi endokrin hanya sekitar 1 persen dari keseluruhan anatomi pankreas yang disebut dengan pulau-pulau langerhans. Pulau langerhans terdiri atas 3 jenis sel yaitu sel Alfa, beta dan delta. Sel alfa memproduksi glukagon, Sel Beta memproduksi insulin dan Sel delta memproduksi somatostatin
a. Glukagon
Glukagon berfungsi merangsang proses glikogenolisis di hati untuk meningkatkan kadar gula darah (fungsi terbesar), selain itu juga dapat merangsang terjadinya glukoneogenesis, dan merangsang pelepasan asam lemak dan gliserol dari jaringan adipose. Efek lain glukagon lainnya terjadi jika konsentrasi glukagon meningkat diatas nilai normalnya daam darah. Efeknya adalah glukagon akan mengaktifkan lipase sel lemak, sehingga meningkatkan oersediaan asam lemak yang dapat dipakai sebagai sumber energi tubuh. Glukagon juga menghambat penyimpanan trigliserida di dlam hati, sehingga mencegah hati membuang asam lemak dari darah. Keadaan tersebut membantu menambah jumlah persediaan asam lemak yang nantinya dapat dipergunakan oleh jaringan tubuh lain. Glukagon dengan konsentrasi yang sangat tinggi dapat meningkatkan kekuatan jantung, meningkatkan sekresi empedu dan menghambat sekresi asam lambung.
            Pengeluaran glukagon dirangsang oleh keadaan penurunan kadar glukosa dalam darah. Hal tersebut bertentangan dengan sekresi insulin. Tetapi keadaan yang berbeda terjadi pada keadaan peningkatan kadar asam amino. Meningkatnya kadar asam amino dalam darah akan menrangsang pengeluaran baik glukagon maupun insulin. Manfaat glukagon pada keadaan peningkatan kadar asam amino adalah untuk memacu kecepatan konversi asam amino menjadi glukosa.
 b. Insulin
Insulin berperan untuk memfasilitasi transport glukosa melewati membran plasma juga berperan dalam proses glikogenesis (pembentukan glikogen dari glukosa) di hati. Insulin juga memberikan efek penurunan kadar gula dalam darah. Sekresi insulin dipicu oleh keadaan meningkatnya kadar karbohidrat, protein dan lemak dalam darah. Pada kelebihan karbohidrat insulin menyebabkan karbohidrat disimpan sebagai glikogen di dalam hati dan otot. Insulin menyebabkan kelebihan lemak di simpan dalam jaringan adiposa. Semua kelebihan karbohidrat yang tidak dapat disimpan sebagai glikogen diubah menjadi lemak dan disimpan di dalam jaringan adiposa. Pada keadaan kelebihan protein, insulin menyebabkan efek langsung dalam memacu ambilan asam amino oleh sel dan pengubahan asam amino menjadi protein. Insulin juga menghambat pemecahan protein di dalam sel.
            Untuk menimbulkan efek insulin pada sel target, insulin berikatan dengan reseptor. Ikatan insuli dan reseptor inilah yang akan mengaktifka enzim-enzim dalam sel. Setelah insulin berikatan dengan reseptor, sel menjadi sangat permeabel terhadap glukosa. Hal ini terutama terjadi pada sel-sel otot dan sel lemak, tetapi tidak pada sebagian besar sel neuron dalam otak. Di dalam sel, glukosa dengan cepat di fosforilasi dan menjadi zat yang di perlukan untuk semua fungsi metabolisme karbohidrat yang umum. Selain itu, peremeabilitas sel juga menjadi lebih meningkat terhadap asam amino, ion kalium dan ion fosfat.
Jika jumlah glukosa yang masuk kedalam sel hati  melebihi kemampuan sel hati untuk menyimpannya  maka insulin akan memacu pengubahan semua kelebihan glukosa ini menjadi asam lemak yang selanjutnya akan di bentuk menjadi trigliserida dalam bentuk lipoprotein densitas sangat rendah dan di transport melalui darah ke jaringan adiposa dan ditimbun sebagai lemak.
Berbeda dengan sel hati dan otot, sel otak permeabel terhadap glukosa sehingga sel otak dapat menggunakan glukosa tanpa perantara insulin. Dengan demikian penting untuk mempertahankan kadar glukosa dalam keadaan normal. Jika terjadi hipoglikemik akan menyebabkan iritabilitas saraf progresif yang menyebabkan penderita menjadi pingsan, kejang bahakan koma.
Sekresi insulin di pacu oleh banyak hal. Faktor utama yang memicu sekresi insulin adalah peningkatan kadar glukosa dalam darah. Faktor lain yang memacu sekresi insulin adalah meningkatnya kadar protein aatau asam amino terutama arginin dan lisin, pengeluaran hormon-hormon pencernaan seperti gastrin, sekretin, kolesistokinin, dan peptida penghambat asam lambung. Hormon-hormon lain yang yang secara langsung dapat meningkatkan sekresi insulin atau dapat memperkuat rangsangan glukosa terhadp sekresi insulin adalah glukagon, hormon pertumbuhan, kortisol, epinefrin dan yang lebih lemah adalah estrogen dan progesteron.
 Peranan insulin dan glukagon dalam pengaturan keseimbangan gula darah secara skematik dapat digambarkan sebagai berikut:
c. Somatostatin.
            Pengeluaran somatostatin dipicu oleh hampir semua faktor yang berhubungan dengan pencernaan makanan. Faktor-faktor tersebut adalah naiknya kadar glukosa darah, naiknya asam amino, naiknya asam lemak dan naiknya konsentrasi beberapa macam hormon pencernaan. Sebaliknya, somatostatin mempunyai berbagai efek penghambat yaitu:
1)      Somatostatin bekerja secara lokal dalam pulau langerhans untuk menekan sekresi insulin dan glukagon.
2)      Somatostatin menurunkan gerakan lambung, duodenum dankandung empedu.
3)      Somatostatin mengurangi sekresi dan absorpsi dalam saluran cerna.
 J. KELENJAR  ADRENAL

1. Anatomi Kelenjar Adrenal
Kelenjar adrenal terdapat di bagian atas dari ginjal. Terdiri dari dua lapisan yaitu korteks dan medulla. Korteks Adrenal terdiri atas 3 lapisan yaitu: Zona glomerulosa (bagian luar), Zona fasiculata (bagian tengah) dan Zona Retikularis (Dibawah Zona Fasiculata). Kelenjar adrenal menghasilkan 3 jenis hormon steroid yaitu: Glukokortikoid, mineralokortikoid/aldosteron dan Gonadokortikoid/hormon seks.
a. Korteks Adrenal
1) Zona Glomerulosa
Zona ini menghasilkan hormon mineralokortikoid/ aldosteron. Hormon tersebut bekerja di epitel tubulus renalis, hormon berperan dalam pengaturan kadar natrium. Sistem kerja Aldosteron tersebut dapat dijelaskan dalam mekanisme RAA Sistem atau Renin-Angiotensin- Aldosteron Sistem.
      2) Zona Fasiculata
Zona ini menghasilkan glukokortikoid hormon, 4 macam glukokortikoid yaitu Cortisol, Cortisone, Corticosterone dan 11-deoxycorticosterone. Glukokortikoid berperan dalam membantu mengendalikan kadar gula dalam darah. Cortisol memegang 95% dari aktivitas glukokortikoid. Glukokortikoid mempengaruhi metabolisme semua jenis makanan, berperan sebagai agen anti inflamasi, mempengaruhi pertumbuhan  dan menurunkan efek stress fisik dan emosional.
Efek terbesar glukokortikoid adalah Glukoneogenesis (pembentukan glukosa dari non karbohidrat seperti dari asam amino dan lemak). Karena efek glukoneogenesis menyebabkan sel tidak membutuhkan  gula dari darah sehingga gula dalam darah meningkat yang disebut dengan efek diabetogenic yang disebut dengan diabetes adrenal. Cortisol berperan dalam memfasilitasi metabolisme protein, meningkatkan metabolisme lemak dengan merubah asam lemak dari jaringan adiposa dan membuat lemak memungkinkan sebagai sumber energi dan Efek lain dari cortisol adalah menekan reaksi allergi dan respon peradangan
    3) Zona retikularis 
Menghasilkan hormon androgen dan estrogen.
   b. Medulla Adrenal
Medulla adrenal memproduksi adrenalin dan noradrenalin. Adrenalin berguna dalam membongkar glikogen otot, hati, dan bersifat fight (bertengkar), flight (terbang), Fright (takut).
  Efek Epinefrin
1)      Dilatasi pembuluh darah koroner
2)      Dilatasi arteriol otot skelet dan visceral
3)      Meningkatkan HR dan CO
4)      Meningkatkan TD
5)      Menghambat kontraksi otot polos di GI
6)      Menyebabkan relaksasi
7)      Dilatasi jalan nafas
8)      Meningkatkan RR dan volume pernafasan
9)      Menurunkan kelelahan
10)  Merangsang glikogenolisis
11)  Meningkatkan glukosa darah
12)  Meningkatkan konsumsi oksigen
13)  Menghambat pelepasan insulin oleh pankreas
   Efek Norepinefrin
1)      Dilatasi pembuluh darah koroner
2)      Vasokontriksi di organ lain
3)      Meningkatkan HR dan CO
4)      Meningkatkan TD karena vasokontriksi perifer
5)      Relaksasi otot polos di GI
6)      Meningkatkan metabolisme lemak dan melepaskan asam lemak bebas dari jaringan adiposa

Respon korteks adrenal dan medulla adrenal terhadap keadaan stress dapat dijelaskan dalam bagan berikut ini:
 K. GONAD
 Gonad merupakan organ reproduksi dari laki-laki ataupun perempuan. Organ reproduksi pada wanita adalah Ovarium  dan testis pada laki-laki. Mensekresi hormon yang berperan dalam pengaturan fungsi reproduksi. Hormonnya: hormon sex laki-laki (androgen), hormon sex wanita (estrogen, progesteron dan relaxin).
 1. Hormon sex  laki-laki
Tiga hormon  yang berperan dalam pengaturna fungsi reproduksi. Hormon yang paling berperan adalah testosteron yang diproduksi oleh sel interstisial testis. Hormon lain adalah LH dan FSH yang dikeluarkan oleh adenohipofisis.Testosteron bekerja bersama LH dan FSH untuk merangsang proses spermatogenesis.
Hormon seks juga penting dalam pertumbuhan dan mempertahankan organ-organ sex dan meningkatkan perkembangan serta mempertahankan perilaku seksual. Hormon seks merangsang pertumbuhan rambut di wajah dan pubis, pelebaran laring sehingga terjadi perubahan suara.
 2. Hormon sex wanita
Pada igamen seks wanita yaitu Estrogen (estrin, estrone dan estradiol) membantu pengaturan siklus menstruasi dan perkembangan kelenjar mamma dan karakteristik organ sex sekunder wanita. Progesteron (progestin) Juga mengatur siklus menstruasi dan perkembangan kelenjar mamma dan untuk pembentukan awal plasenta pada kehamilan sedangkan Relaksin  hanya sedikit di produksi, berperan selama proses persalinan dengan melunakkan cervix dan menyebabkan relaksasi ligament-ligamen simphisis pubis.
 L. SUMBER HORMON YANG LAIN
1. Ginjal
Ginjal memproduksi beberapa hormon diantaranya:
a.      Erythropoietin
b.      1,25-dihydroxyvitamin D3
c.       Prekalikrein
d.     Prostaglandin
 Erythropoietin berperan dalam produksi eritrosit dengan memfasilitasi sintesa hemoglobin dan pelepasan eritrosit dari sumsum tulang
2. Kelenjar  Pineal/Epifisis
Epifisis memproduksi melatonin yang merupakan derivat dari serotonin. Melatonin dikeluarkan kelenjar ini pada malam hari, cahaya menghambat pengeluaran hormon ini. Fungsi pasti belum diketahui, Berperan dalam pengaturan siklus tidur
3. Kelenjar Thymus
Kelenjar thymus terletak dibelakang sternum. Merupakan organ limphoid dengan dua lobus. Pada lapisan luar/korteks banyak mengandung limfosit dan dibagian dalamnya kurang mengandung limfosit. Banyak terdapat pembuluh darah tetapi sedikit sekali serabut syaraf, banyak bekerja pada usia anak sampai dengan  awal dewasa lalu atropi menjadi jaringan lemak. Stress berkepanjangan mempercepat atropi kelenjar ini akibat pengeluaran hormon adrenocorticoid yang merusak jaringan kelenjar timus. Fungsi utama kelenjar ini memproses sel T untuk imunitas. Hormonnya adalah: Thymosin alpha, Thymosin B1-B5, Thymopoietin I dan II, Thymic humoral Factor, Thymostimulin dan Factor Thymic Serum
4. Jantung
Dibagian atrium terdapat granula yang mengeluarkan hormon atriopeptin. Hormon dikeluarkan hampir setiap saat dan beredar di pembuluh darah.Sekresi hormone ini meningkat jika: Peningkatan kadar garam, Peningkatan volume darah yang cukup untuk merangsdang reseptor regangan di atrium atau ketika TD meningkat dengan signifikan. Reseptornya ditemukan di PD, ginjal dan kelenjar adrenal. Atriopeptin juga mempengaruhi neuron di otak khususnya hipotalamus, memiliki peran utama dalam pengaturan tekanan darah, ekskresi natrium, kalium dan air oleh ginjal.
5. Sistem pencernaan
Pada sistem pencernaan di hasilkan hormon Gastrin yang disekresi oleh mukosa lambung, berfungsi merangsang produksi HCl dan enzim-enzim pencernaan saat makanan memasuki lambung. Hormon lain adalah Secretin yang disekresi mukosa duodenum. Sekretin merangsang pengeluaran bikarbonat dari pankreas untuk menetralkan asam lambung. Cholecystokinin disekresikan oleh dinding duodenum. Merangsang kontraksi kandung empedu untuk mengeluarkan empedu ke duodenum juga merangsang pengeluaran enzim-enzim pencernaan dari pankreas. Villikinin, merangsang kontraksi villi, Motilin untuk  merangsang pergerakan usus, Bombesin merangsang sekresi asam di lambung dan menghambat motilitas lambung sedangkan Gastric-inhibitory polypeptide berperan dalam  menghambat sekresi asam di lambung.
6. Plasenta
Plasenta mensekresi estrogen, progesteron, dan hCG atau Human Chorionic Gonadotropin untuk mempertahankan kehamilan. Organ target dari hormon-hormon tersebut adalah ovarium, kelenjar mamma, dan uterus.




22 Apr 2011

PROSEDUR PEMASANGAN INFUS












cairan infus

URAIAN UMUM
Pemberian cairan obat /makanan melalui pembuluh darah vena
A. PERSIAPAN
I. Persiapan Klien
  • Cek perencanaan Keperawatan klien
  • Klien diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan
II. Persiapan Alat
  • Standar infus
  • Ciran infus dan infus set sesuai kebutuhan
  • Jarum / wings needle / abocath sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan
  • Bidai / alas infus
  • Perlak dan torniquet
  • Plester dan gunting
  • Bengkok
  • Sarung tangan bersih
  • Kassa seteril
  • Kapas alkohol dalam tempatnya
  • Bethadine dalam tempatnya
B. PELAKSANAAN
  • Perawat cuci tangan
  • Memberitahu tindakan yang akan dilakukan dan pasang sampiran
  • Mengisis selang infus
  • Membuka plastik infus set dengan benar
  • Tetap melindungi ujung selang seteril
  • Menggantungkan infus set dengan cairan infus dengan posisi cairan infus mengarah keatas
  • Menggantung cairan infus di standar cairan infus
  • Mengisi kompartemen infus set dengan cara menekan ( tapi jangan sampai terendam )
  • Mengisi selang infus dengan cairan yang benar
  • Menutup ujung selang dan tutup dengan mempertahankan keseterilan
  • Cek adanya udara dalam selang
  • Pakai sarung tangan bersih bila perlu
  • Memilih posisi yang tepat untuk memasang infus
  • Meletakan perlak dan pengalas dibawah bagian yang akan dipungsi
  • Memilih vena yang tepat dan benar
  • Memasang torniquet
  • Desinfeksi vena dengan tekhnik yang benar dengan alkohol dengan tekhnik sirkuler atau dari atas ke bawah sekali hapus
  • Buka kateter ( abocath ) dan periksa apakah ada kerusakan
  • Menusukan kateter / abocath pada vena yang telah dipilih dengan apa arah dari arah samping
  • Memperhatikan adanya darah dalam kompartemen darah dalam kateter, bila ada maka mandrin sedikit demi sedikit ditarik keluar sambil kateter dimasukan perlahan-lahan
  • Torniquet dicabut
  • Menyambungkan dengan ujung selang yang telah terlebih dahulu dikeluarkan cairannya sedikit, dan sambil dibiarkan menetes sedikit
  • Memberi plester pada ujung plastik kateter / abocath tapi tidak menyentuh area penusukan untuk fiksasi
  • Membalut dengan kassa bethadine seteril dan menutupnya dengan kassa seteril kering
  • Memberi plester dengan benar dan mempertahankan keamanan kateter / abocath agar tidak tercabut
  • Mengatur tetasan infus sesuai dengan kebutuhan klien
  • Alat-alat dibereskan dan perhatikan respon klien
  • Perawat cuci tangan
  • Catat tindakan yang dilakukan
C. EVALUASI
  • Perhatikan kelancaran infus, dan perhatikian juga respon klien terhadap pemberian tindakan
D. DOKUMENTASI
Mencatat tindakan yang telah dilakukan (waktu pelaksanaan, hasil tindakan, reaksi / respon klien terhadap pemasangan infus, cairan dan tetesan yang diberikan, nomor abocath, vena yang dipasang, dan perawat yang melakukan ) pada catatan keperawatan

SELF MEDICATION/PENGOBATAN SENDIRI

Hal-hal yang harus diketahui sebelum melakukan pengobatan sendiri
  • Apakah masalah kesehatan anda memerlukan pemeriksaan dokter
  • Apakah anda memerlukan Obat
  • Konsultasikan dgn Apoteker tentang obat yg dpt diperoleh tanpa resep dokter, untuk mengatasi masalah kesehatan anda
Aturan pemakaiannya, perlu diperhatikan
  • Bagaimana cara memakainya
  • Berapa jumlah yang digunakan sekali pakai
  • Berapa kali sehari
  • Berapa lama pemakaiannya
  • Waktu pemakaian
Hal-hal lain yang harus diperhatikan
  • Pada keadaan bagaimana obat tdk blh digunakan
  • Makanan, minuman, atau obat lain apa yg harus dihindari
Hal-hal yg hrs diberitahukan saat Konsultasi dengan Apoteker
  • Jika anda pernah mengalami reaksi Alergi
  • Jika anda sedang melakukan diet khusus, mis diet rendah gula, diet rendah garam
  • Nama dan jumlah setiap obat yg sedang dipakai
  • Jika anda sedang hamil atau menyusui
Bacalah dengan cermat sebelum anda melakukan pengobatan sendiri
  • Komposisi ( zat berkhasiat )
  • Indikasi ( penggunaan )
  • Dosis ( takaran , aturan pakai )
  • Peringatan-peringatan ( kocok dahulu )
  • Efek samping
  • Kontraindikasi ( larangan pemakaian )
  • Interaksi obat
  • Cara penyimpanan
Cara penyimpanan Obat
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak
  • Simpan obat dalam kemasan aslinya dan dalam wadah tertutup rapat, jangan pernah mengganti kemasan ke botol lain
  • Simpan obat di tempat yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung ( di kulkas bila ada petunjuk khusus )
  • Jangan mencampur tablet dan kapsul dalam satu wadah
  • Jangan menyimpan kapsul atau tablet di tempat panas dan atau lembab, karena dapat menyebabkan kerusakan obat
Cara penyimpanan Obat
  • Obat dalam bentuk cair jangan disimpan dalam lemari pendingin kecuali disebutkan pada etiket atau kemasan obat
  • Hindarkan agar obat dalam bentuk cair menjadi beku
  • Jangan tinggalkan obat di dalam mobil dalam jangka waktu lama karena perubahan suhu dapat merusak obat tersebut
  • Obat untuk diminum dan obat luar harus disimpan terpisah
  • Obat tidak boleh digunakan lagi ( karena waktu obat dapat berobah kestabilannya )
  • Telah lewat tanggal kadaluwarsanya
  • Label pada kemasan / pada obat tdk terbaca lagi
  • Warna dan penampakannya sudah berubah
  • Cairan yang jernih sudah menjadi keruh
OBAT
PENGERTIAN

Obat adalah sediaan atau paduan bahan-bahan yang siap digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem Fisiologi atau keadaan Patologi dalam rangka penetapan diagnosa :
  • Pencegahan,
  • Penyembuhan,
  • Pemulihan,
  • Peningkatan kesehatan dan
  • Kontrasepsi.
INFORMASI UMUM
  • adalah bahan yang hanya dengan takaran tertentu dan dengan penggunaan yang tepat dapat dimanfaatkan untuk mendiagnosa, mencegah penyakit, menyembuhkan atau memelihara kesehatan
  • Sebelum menggunakan obat, harus diketahui sifat dan cara pemakaian obat agar penggunaannya tepat dan aman.
OBAT TANPA RESEP DOKTER
  • Obat Bebas
Pada wadah obat terdapat tanda khusus obat bebas, berupa lingkaran hijau dengan garis tepi berwarna hitam
  • Obat Bebas Terbatas
Pada wadah obat terdapat tanda khusus obat bebas terbatas, berupa lingkaran biru dengan garis tepi berwarna hitan. Terdapat pula tanda peringatan untuk aturan pakai obat.
OBAT DENGAN RESEP DOKTER
  • Obat Keras
Pada wadah obat terdapat tanda khusus obat keras, berupa lingkaran bulat merah dengan garis tepi berwarna hitan, dengan huruf K di tengah yang menyentuh garis tepi.
CARA PENGGUNAAN OBAT YANG BENAR
  • Minumlah obat sesuai anjuran
  • Penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas tidak dimaksudkan untuk penggunaan secara terus menerus
  • Jika obat yang digunakan tidak memberikan manfaat atau menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan hubungi segera tenaga kesehatan setempat
CARA PENGGUNAAN OBAT YANG BENAR
  • Etiket pada wadah obat jangan dibuang, karena pada etiket tersebut tertera cara penggunaan dan informasi penggunaan obat yang penting
  • Untuk menghindari kesalahan, jangan meminum obat di tempat yang gelap. Bacalah cara pemakaian sebelum meminum obat juga tanggal kadaluwarsanya.
CARA PENGGUNAAN OBAT YANG BENAR
Penggunaan obat tanpa petunjuk langsung dari dokter hanya boleh untuk penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas serta untuk keadaan atau masalah kesehatan yang ringan. Jika menggunakan obat bebas atau obat bebas terbatas
ikutilah aturan yang tercantum pada kemasan kecuali disarankan lain oleh tenaga kesehatan.
HARAPAN
  • Masyarkat dapat menggunakan produk obat secara aman dan rasional
  • Masyarakat terhindar dari penggunaan obat yang salah akibat pengaruh iklan dan karena ketidak tahuan ( kurangnya informasi )

Kanker Serviks

Kanker serviks atau yang lebih dikenal dengan istilah kanker leher rahim adalah tumbuhnya sel-sel tidak normal pada leher rahim, perubahan untuk menjadi sel kanker memakan waktu lama, sekitar 10 sampai 15 tahun. Kanker ini biasanya terjadi pada wanita yang berusia kisaran 30 sampai dengan 50 tahun, yaitu puncak usia reproduktif perempuan sehingga akan meyebabkan gangguan kualitas hidup secara fisik, kejiawaan dan kesehatan seksual. setra penyakit nomor satu yang membunuh kaum Hawa di Indonesia.

Penyebab kanker serviks

1. HPV (Human Papilloma Virus)
HPV adalah suatu virus yang dapat menyebabkan terjadinya kutil pada daerah genital (kondiloma akuminata), yang ditularkan melalui hubungan seksual. HPV sering diduga sebagai penyebab terjadinya perubahan yang abnormal dari sel-sel leher rahim.
2. Merokok
Tembakau dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh dan mempengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi HPV pada serviks.
3. Hubungan seksual pertama dilakukan pada usia dini
4. Berganti-ganti pasangan seksual

5. Gangguan sistem kekebalan tubuh
6. Pemakaian pil KB
7. Infeksi herpes genitalis atau infeksi klamidia menahun

Gejala-Gejala Kanker Serviks

  1. Pada tingkat dini, kanker leher rahim seringkali tidak menunjukan gejala atau tanda yang khas. Sehingga sukar dikenali dengan cara biasa. Lacak sendiri gangguan kesehatan anda.
  2. Keputihan, pendarahan sesudah senggama di curigai sebagai gejalanya. Walaupun tidak selalu, hal tersebut juga merupakan gejala pada polip leher rahim atau radang leher rahim.
  3. Gejala kanker leher rahim pada tingkat lanjut seringkali menunjukkan hal-hal sebagai berikut :
    1. Haid tidak normal
    2. Pendarahan tidak pada masa haid
    3. Pendarahan pada masa monopouse
    4. Keputihan atau keluar cairan encer putih kekunigan terkadang bercampur darah
    • pendarahan vagina setelah hubungan seksual
    • sakit panggul
    • Rasa sakit selama hubungan seksual
    • perdarahan abnormal antara periode menstruasi
    • pendarahan berat selama menstruasi Anda
    • Peningkatan frekuensi urinKetika gejala awal kanker serviks dicurigai, Pap smear adalah teknik penyaringan yang terbaik saat ini tersedia untuk mengevaluasi sel-sel di mulut leher rahim. Pap smear adalah suatu tes untuk gejala awal kanker serviks seperti kanker atau pra-sel kanker leher rahim. Sebagian besar hasil tes Pap smear dinilai dari Kelas I sampai Kelas V.
    • Kelas I adalah normal,
    • Kelas II berarti suatu iritasi atau peradangan,
    • Kelas III berarti ia adalah benar displasia serviks yang dapat berkisar dari ringan sampai serius,
    • Kelas IV mungkin menjadi salah satu dari berbagai pra-kanker atau kanker,
    • Kelas V adalah salah satu yang serius tanda-tanda kanker serviks invasif.

Mencegah Kanker Serviks

Meski kanker serviks menakutkan, namun kita semua bisa mencegahnya. Anda dapat melakukan banyak tindakan pencegahan sebelum terinfeksi HPV dan akhirnya menderita kanker serviks. Beberapa cara praktis yang dapat Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari antara lain:
  • Miliki pola makan sehat, yang kaya dengan sayuran, buah dan sereal untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Misalnya mengkonsumsi berbagai karotena, vitamin A, C, dan E, dan asam folat dapat mengurangi risiko terkena kanker leher rahim.
  • Hindari merokok. Banyak bukti menunjukkan penggunaan tembakau dapat meningkatkan risiko terkena kanker serviks.
  • Hindari seks sebelum menikah atau di usia sangat muda atau belasan tahun.
  • Hindari berhubungan seks selama masa haid terbukti efektif untuk mencegah dan menghambat terbentuknya dan berkembangnya kanker serviks.
  • Hindari berhubungan seks dengan banyak partner.
  • Secara rutin menjalani tes Pap smear secara teratur. Saat ini tes Pap smear bahkan sudah bisa dilakukan di tingkat Puskesmas dengan harga terjangkau.
  • Alternatif tes Pap smear yaitu tes IVA dengan biaya yang lebih murah dari Pap smear. Tujuannya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV.
  • Pemberian vaksin atau vaksinasi HPV untuk mencegah terinfeksi HPV.
  • Melakukan pembersihan organ intim atau dikenal dengan istilah vagina toilet. Ini dapat dilakukan sendiri atau dapat juga dengan bantuan dokter ahli. Tujuannya untuk membersihkan organ intim wanita dari kotoran dan penyakit.
Apun jg berita yang sangat menarik, bahwa penyakit kanker leher rahim (kanker serviks) dapat dicegah. Yaitu dengan cara vaksinasi yang diberikan pada remaja putri dan perempuan dewasa.

 Vaksin ini diresmikan hak ciptanya pada tahun 2006, pengembangnya adalah sebuah perusahaan obat terbesar dunia yang berada di Amerika Serikat (Merck & Co., Inc.). Vaksin ini diberi nama “Gardasil”. Vaksin tersebut, menurut WHO, juga efektif mencegah infeksi HPV tipe 6 dan 11 yang menyebabkan hampir 90% dari semua jenis kanker leher rahim.
Pengenalan vaksin pencegah kanker serviks dan upaya untuk mendekatkan akses vaksin bagi masyarakat di diseluruh wilayah Indonesia diharapkan dapat menurunkan prevalensi kanker leher rahim serta meminimalkan fatalitas akibat serangan kanker tersebut.


Pengobatan

Bagi Anda yang terdiagnosa mengalami perubahan abnormal sel sejak dini, maka dapat dilakukan beberapa hal seperti ;
  1. Pemanasan, diathermy atau dengan sinar laser.
  2. Cone biopsi, yaitu dengan cara mengambil sedikit dari sel-sel leher rahim, termasuk sel yang mengalami perubahan. Tindakan ini memungkinkan pemeriksaan yang lebih teliti untuk memastikan adanya sel-sel yang mengalami perubahan. Pemeriksaan ini dapat dilakukan oleh ahli kandungan.
Jika perjalanan penyakit telah sampai pada tahap pre-kanker dan kanker leher rahim telah dapat diidentifikasi, Maka ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk penyembuhannya, antara lain ;
  1. Operasi, yaitu dengan mengambil daerah yang terserang kanker, biasanya uterus beserta leher rahimnya.
  2. Radioterapi yaitu dengan menggunakan sinar X berkekuatan tinggi yang dapat dilakukan secara internal maupun eksternal.

SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA

Sistem pencernaan makanan pada manusia terdiri dari beberapa organ, berturut-turut dimulai dari
1. Rongga Mulut,
2. Esofagus
3. Lambung
4. Usus Halus
5. Usus Besar
6. Rektum
7. Anus.
 Rongga Mulut
rongga-mulut

Mulut merupakan saluran pertama yang dilalui makanan. Pada rongga mulut, dilengkapi alat pencernaan dan kelenjar pencernaan untuk membantu pencernaan makanan. Pada Mulut terdapat :
a.Gigi
Memiliki fungsi memotong, mengoyak dan menggiling makanan menjadi partikel yang kecil-kecil. Perhatikan gambar disamping.
b..Lidah
Memiliki peran mengatur letak makanan di dalam mulut serta mengecap rasa makanan.
c..Kelenjar Ludah
Ada 3 kelenjar ludah pada rongga mulut. Ketiga kelenjar ludah tersebut menghasilkan ludah setiap harinya sekitar 1 sampai 2,5 liter ludah. Kandungan ludah pada manusia adalah : air, mucus, enzim amilase, zat antibakteri, dll. Fungsi ludah adalah melumasi rongga mulut serta mencerna karbohidrat menjadi disakarida.
Esofagus (Kerongkongan)
Merupakan saluran yang menghubungkan antara rongga mulut dengan lambung. Pada ujung saluran esophagus setelah mulut terdapat daerah yang disebut faring. Pada faring terdapat klep, yaitu epiglotis yang mengatur makanan agar tidak masuk ke trakea (tenggorokan). Fungsi esophagus adalah menyalurkan makanan ke lambung. Agar makanan dapat berjalan sepanjang esophagus, terdapat gerakan peristaltik sehingga makanan dapat berjalan menuju lambung

Lambung
lambung

Lambung adalah kelanjutan dari esophagus, berbentuk seperti kantung. Lambung dapat menampung makanan 1 liter hingga mencapai 2 liter. Dinding lambung disusun oleh otot-otot polos yang berfungsi menggerus makanan secara mekanik melalui kontraksi otot-otot tersebut. Ada 3 jenis otot polos yang menyusun lambung, yaitu otot memanjang, otot melingkar, dan otot menyerong.
Selain pencernaan mekanik, pada lambung terjadi pencernaan kimiawi dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan lambung. Senyawa kimiawi yang dihasilkan lambung adalah :
  • Asam HCl ,Mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Sebagai disinfektan, serta merangsang pengeluaran hormon sekretin dan kolesistokinin pada usus halus
  • Lipase , Memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Namun lipase yang dihasilkan sangat sedikit
  • Renin , Mengendapkan protein pada susu (kasein) dari air susu (ASI). Hanya dimiliki oleh bayi.
  • Mukus , Melindungi dinding lambung dari kerusakan akibat asam HCl.
Hasil penggerusan makanan di lambung secara mekanik dan kimiawi akan menjadikan makanan menjadi bubur yang disebut bubur kim.
Fungsi HCI Lambung :
1. Merangsang keluamya sekretin
2. Mengaktifkan Pepsinogen menjadi Pepsin untuk memecah protein.
3. Desinfektan
4. Merangsang keluarnya hormon Kolesistokinin yang berfungsi merangsang empdu mengeluarkan getahnya.

Usus Halus
usus - halus

Usus halus merupakan kelanjutan dari lambung. Usus halus memiliki panjang sekitar 6-8 meter. Usus halus terbagi menjadi 3 bagian yaitu duodenum (± 25 cm), jejunum (± 2,5 m), serta ileum (± 3,6 m). Pada usus halus hanya terjadi pencernaan secara kimiawi saja, dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan oleh usus halus serta senyawa kimia dari kelenjar pankreas yang dilepaskan ke usus halus.
Senyawa yang dihasilkan oleh usus halus adalah :
  • Disakaridase Menguraikan disakarida menjadi monosakarida
  • Erepsinogen Erepsin yang belum aktif yang akan diubah menjadi erepsin. Erepsin mengubah pepton menjadi asam amino.
  • Hormon Sekretin Merangsang kelenjar pancreas mengeluarkan senyawa kimia yang dihasilkan ke usus halus
  • Hormon CCK (Kolesistokinin) Merangsang hati untuk mengeluarkan cairan empedu ke dalam usus halus.
Selain itu, senyawa kimia yang dihasilkan kelenjar pankreas adalah :
  • Bikarbonat Menetralkan suasana asam dari makanan yang berasal dari lambung
  • Enterokinase Mengaktifkan erepsinogen menjadi erepsin serta mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin. Tripsin mengubah pepton menjadi asam amino.
  • Amilase Mengubah amilum menjadi disakarida
  • Lipase Mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol
  • Tripsinogen Tripsin yang belum aktif.
  • Kimotripsin Mengubah peptone menjadi asam amino
  • Nuklease Menguraikan nukleotida menjadi nukleosida dan gugus pospat
  • Hormon Insulin Menurunkan kadar gula dalam darah sampai menjadi kadar normal
  • Hormon Glukagon Menaikkan kadar gula darah sampai menjadi kadar normal
PROSES PENCERNAAN MAKANAN
Pencernaan makanan secara kimiawi pada usus halus terjadi pada suasana basa. Prosesnya sebagai berikut :
a. Makanan yang berasal dari lambung dan bersuasana asam akan dinetralkan oleh bikarbonat dari pancreas.
b. Makanan yang kini berada di usus halus kemudian dicerna sesuai kandungan zatnya. Makanan dari kelompok karbohidrat akan dicerna oleh amylase pancreas menjadi disakarida. Disakarida kemudian diuraikan oleh disakaridase menjadi monosakarida, yaitu glukosa. Glukaosa hasil pencernaan kemudian diserap usus halus, dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh peredaran darah.
c. Makanan dari kelompok protein setelah dilambung dicerna menjadi pepton, maka pepton akan diuraikan oleh enzim tripsin, kimotripsin, dan erepsin menjadi asam amino. Asam amino kemudian diserap usus dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh peredaran darah.
d. Makanan dari kelompok lemak, pertama-tama akan dilarutkan (diemulsifikasi) oleh cairan empedu yang dihasilkan hati menjadi butiran-butiran lemak (droplet lemak). Droplet lemak kemudian diuraikan oleh enzim lipase menjadi asam lemak dan gliserol. Asam lemak dan gliserol kemudian diserap usus dan diedarkan menuju jantung oleh pembuluh limfe.

Usus Besar (Kolon)
usus besar 

Merupakan usus yang memiliki diameter lebih besar dari usus halus. Memiliki panjang 1,5 meter, dan berbentuk seperti huruf U terbalik. Usus besar dibagi menjadi 3 daerah, yaitu : Kolon asenden, Kolon Transversum, dan Kolon desenden. Fungsi kolon adalah :
a. Menyerap air selama proses pencernaan.
b. Tempat dihasilkannya vitamin K, dan vitamin H (Biotin) sebagai hasil simbiosis dengan bakteri usus, misalnya E.coli.
c. Membentuk massa feses
d. Mendorong sisa makanan hasil pencernaan (feses) keluar dari tubuh. Pengeluaran feses dari tubuh ddefekasi.
Rektum dan Anus
Merupakan lubang tempat pembuangan feses dari tubuh. Sebelum dibuang lewat anus, feses ditampung terlebih dahulu pada bagian rectum. Apabila feses sudah siap dibuang maka otot spinkter rectum mengatur pembukaan dan penutupan anus. Otot spinkter yang menyusun rektum ada 2, yaitu otot polos dan otot lurik.
Gangguan Sistem Pencernaan
• Apendikitis-Radang usus buntu.
• Diare- Feses yang sangat cair akibat peristaltik yang terlalu cepat.
• Kontipasi -Kesukaran dalam proses Defekasi (buang air besar)
• Maldigesti-Terlalu banyak makan atau makan suatu zat yang merangsang lambung.
• Parotitis-Infeksi pada kelenjar parotis disebut juga Gondong
• Tukak Lambung/Maag-”Radang” pada dinding lambung, umumnya diakibatkan infeksi Helicobacter pylori
• Xerostomia-Produksi air liur yang sangat sedikit
Gangguan pada sistem pencernaan makanan dapat disebabkan oleh pola makan yang salah, infeksi bakteri, dan kelainan alat pencernaan. Di antara gangguan-gangguan ini adalah diare, sembelit, tukak lambung, peritonitis, kolik, sampai pada infeksi usus buntu (apendisitis).
Diare
Apabila kim dari perut mengalir ke usus terlalu cepat maka defekasi menjadi lebih sering dengan feses yang mengandung banyak air. Keadaan seperti ini disebut diare. Penyebab diare antara lain ansietas (stres), makanan tertentu, atau organisme perusak yang melukai dinding usus. Diare dalam waktu lama menyebabkan hilangnya air dan garam-garam mineral, sehingga terjadi dehidrasi.
Konstipasi (Sembelit)
Sembelit terjadi jika kim masuk ke usus dengan sangat lambat. Akibatnya, air terlalu banyak diserap usus, maka feses menjadi keras dan kering. Sembelit ini disebabkan karena kurang mengkonsumsi makanan yang berupa tumbuhan berserat dan banyak mengkonsumsi daging.
Tukak Lambung (Ulkus)
Dinding lambung diselubungi mukus yang di dalamnya juga terkandung enzim. Jika pertahanan mukus rusak, enzim pencernaan akan memakan bagian-bagian kecil dari lapisan permukaan lambung. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadinya tukak lambung. Tukak lambung menyebabkan berlubangnya dinding lambung sehingga isi lambung jatuh di rongga perut. Sebagian besar tukak lambung ini disebabkan oleh infeksi bakteri jenis tertentu.
Beberapa gangguan lain pada sistem pencernaan antara lain sebagai berikut: Peritonitis; merupakan peradangan pada selaput perut (peritonium).
Gangguan lain adalah salah cerna akibat makan makanan yang merangsang lambung, seperti alkohol dan cabe yang mengakibatkan rasa nyeri yang disebut kolik. Sedangkan produksi HCl yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya gesekan pada dinding lambung dan usus halus, sehingga timbul rasa nyeri yang disebut tukak lambung. Gesekan akan lebih parah kalau lambung dalam keadaan kosong akibat makan tidak teratur yang pada akhirnya akan mengakibatkan pendarahan pada lambung.
Gangguan lain pada lambung adalah gastritis atau peradangan pada lambung. Dapat pula apendiks terinfeksi sehingga terjadi peradangan yang disebut apendisitis.

FUNGSI DAN KAJIAN PSIKOLOGI

Psikologi memiliki tiga fungsi sebagai ilmu yaitu:
Menjelaskan
Yaitu mampu menjelaskan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasilnya penjelasan berupa deskripsi atau bahasan yang bersifat deskriptif
Memprediksikan
Yaitu mampu meramalkan atau memprediksikan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasil prediksi berupa prognosa, prediksi atau estimasi
Pengendalian
Yaitu mengendalikan tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan. Perwujudannya berupa tindakan yang sifatnya prevensi atau pencegahan, intervensi atau treatment serta rehabilitasi atau perawatan.

Pendekatan perilaku

Menurut pendekatan perilaku, pada dasarnya tingkah laku adalah respon atas stimulus yang datang. Secara sederhana dapat digambarkan dalam model S – R atau suatu kaitan Stimulus – Respon. Ini berarti tingkah laku itu seperti reflek tanpa kerja mental sama sekali. Pendekatan ini dipelopori oleh J.B. Watson kemudian dikembangkan oleh banyak ahli, seperti B.F.Skinner, dan melahirkan banyak sub-aliran.

Pendekatan kognitif

Pendekatan kognitif menekankan bahwa tingkah laku adalah proses mental, dimana individu (organisme) aktif dalam menangkap, menilai, membandingkan, dan menanggapi stimulus sebelum melakukan reaksi. Individu menerima stimulus lalu melakukan proses mental sebelum memberikan reaksi atas stimulus yang datang.

Pendekatan psikoanalisa

Pendekatan psikoanalisa dikembangkan oleh Sigmund Freud. Ia meyakini bahwa kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar. Sehingga tingkah laku banyak didasari oleh hal-hal yang tidak disadari, seperti keinginan, impuls, atau dorongan. Keinginan atau dorongan yang ditekan akan tetap hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu-waktu akan menuntut untuk dipuaskan.

Pendekatan fenomenologi

Pendekatan fenomenologi ini lebih memperhatikan pada pengalaman subyektif individu karena itu tingkah laku sangat dipengaruhi oleh pandangan individu terhadap diri dan dunianya, konsep tentang dirinya, harga dirinya dan segala hal yang menyangkut kesadaran atau aktualisasi dirinya. Ini berarti melihat tingkah laku seseorang selalu dikaitkan dengan fenomena tentang dirinya.

KARAKTERISTIK ANAK-ANAK

Pola asuh anak dalam keluarga sangat berpengaruh dalam segala aspek perkembangan anak termasuk dalam beberapa kecerdasan anak, beberapa acuan sederhana kecakapan intrapersonal yang dapat digunakan untuk mengukur kesiapan anak memasuki sekolah dasar menurut Tembong (2006):
  1. Anak sudah mampu mengurus diri sendiri, antara lain dalam hal buang air kecil dan buang air besar.
  2. Anak sudah mampu melaksanakan aktivitas-aktivitas tertentu dengan inisiatifnya sendiri, misalnya bangun, mandi, dan makan tanpa harus disuruh-suruh atau di kejar-kejar untuk melaksanakan urutan tugas-tugas tersebut agar tidak terlambat sekolah.
  3. Anak sudah memiliki inisiatif sendiri untuk belajar dan segera       mengerjakan dan menyelesaikan tugas-tugas tersebut.
  4. Anak sudah memiliki kesadaran bahwa untuk dapat memahami dan mendalami suatu ilmu atau kecakapan, harus belajar dengan benar.
  5. Anak sudah mampu mengelola dan mengendalikan serta mengelola emosinya secara tepat guna (appropriate) dan konstruktif, bukan secara destruktif (mengamuk, membanting, memukul, berguling-guling dan sebagainya).
Beberapa aspek diatas mau tidak mau harus dimiliki oleh anak, guna kesuksesan belajarnya. Menurut Tembong, melalui proses pembelajaran yang benar, baik di rumah, di sekolah, maupun dilingkungan pengembangan lainnya, di akhir masa sekolah dasar, diharapkan anak memiliki (2006:148):
  1. Need of Achiement (keinginan untuk berprestasi) yang cukup tinggi. Keinginan yang muncul dari dirinya sendiri atau kebutuhan menjadi lebih baik dari hasil sebelumnya.
  2. Need of competences (kompetensi) Keinginan atau kebutuhan untuk mampu menguasai berbagai macam kecakapan yang diperlukan dalam perkembangan berikutnya.
  3. Kemampuan mengelola dan mengungkapkan emosi-emosi nya secara lebih dewasa
  4. Kemampuan untuk menentukan pilihan atas stimulus yang positif dan konstruktif.
Adapun beberapa tolak ukur keberhasilan yang cukup penting dan mendasar  dalam perkembangan kecakapan interpersonal (Tembong, 2006:152):
  1. Anak-anak mampu menjalin kerja sama dan kesetiaan   persahabatan yang positif dengan teman sebaya.
  2. Anak-anak mampu memaafkan kesalahan orang lain dan meminta maaf bila mereka bersalah.
  3. Anak-anak mampu beradaptasi dengan lingkungan sosial atau pertemanan baru.
  4. Anak mampu mengidentifikasi peranan penting dirinya, baik didalam lingkungan keluarga, sekolah maupun di kalangan teman-teman sebayanya.